Pengertian Etika
Etika
menurut bahasa yunani berarti “Ethos “ yang memiliki arti suatu adat,
kebiasaan, watak, sikap, cara berpikir dan watak. Bagaimana seseorang melakukan
sesuatu yang dpat dilihat oleh orang lain sopan, dalam konteks ini bila seorang perawat sedang
bekerja pasti dia akan melayani pasiennya secara ramah, menghibur pasiennya dll
ini dikarenakan ketika perawat itu sedang belajar dia sudah diberitahu
bagaimana melayani seorang pasien yang baik agar tidak membuat pasien panik
ketika sedang mendapati masalah dll sebagainya dan itu dilakukan setiap saat
sehingga menjadi kebiasaan dan sikap seorang perawat bersikap lemah lembut
terhadap pasiennya.
Sedangkan
profesi lebih menitikberatkan pada keediaan melakukan kegiatan yang bermotif
layanan. Cita-cita sebuah profesi pada dasarnya menuntut person individual
untuk memberikn layanan dan memperoleh kompensitnya (upah ) yang berupa upaya
memajukan kepentingan umum (B.Y. Landis dan James Myers, Chritianty and Work, 1946, hlm. 14). Dalam konteks ini, maka bila
seorang perawat ditanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan profesinya, ia
pasti akan menjawab “dengan profesi ini, ketetapan hati saya bukan pada apa
yang dapat saya peroleh melainkan bagaimana saya dapat membantu setiap orang.”
Jadi
dapat diambil kesimpulan bahwa etika profesi lebih menaruh perhatiannya pada
cita-cita tambahan tertentu serta praktik-praktik yang berkembang diluar
tanggung jawab dan hak-hak privilege profesi seseorang. Kode kode etik adalah
hasil usaha pengarahan kesadaran moral para anggota profesi tentang
persoalan-persoalan khusus yang dihadapinya. Kode etik ini mengkristalisasikan
pandangan moral dan memberikan ketegasan perilaku yang sesuai dengan lapangan
khusus.
v Fungsi Etika
Fungsi kode etik menurut Hipocrates
1. Menghindari ketegangan antar-manusia
2.Memperbaiki status kepribadian
3. Menopang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan
|
Kode etik penting dalam
sistem pelayanan kesehatan dan dalam praktik keperawatan menurut Kozier &
Erb (1990):
- Etika akan menunjukkan standar profesi untuk kegiatan keperawatan. Standar ini akan melindungi perawat dan pasien
- Kode etik menjadi alat untuk menyusun standar praktik professional, memperbaiki, dan memelihara standar tersebut.
- Kode etik adalah pedoman resmi untul tindakan profesional, akan diikuti orang-orang dalam profesi dan harus diterima sebagai nilai pribadi bagi anggota professional.
- Kode etik memberi kerangka piker kepada anggota profesi untuk membuat keputusan dalam situasi keperawatan.
Jadi , etika mengimbau perawat tentang batasan yang dilakukan perawat
dalam mengerjakan sesuatu. Seperti ketika seorang pasien yang sedang dirawat
ada jam minum obatnya dan ada perawat yang membawa obatnya itu sesuai dengan
jam minum obatnya sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh
keperwatan itu sendiri jadi gak sembarangan member jam obat yng tidak
beraturan.
Nah perbedaan Etika dan Etiket yang dapat terlihat jelas yaitu Etiket lebih menitikberatkan pada sikap dan perbuatan yang lebih bersifat jasmaniah/lahiriah saja yang hanya pilihannya salah satu sedangkan Etika menunjukkan semua perilaku manusia baik berupa jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah.
Etika sendiri merupakan aturan yang berasal dari dalam diri kita sendiri mengenai nilai yang dianggap baik atau buruk sehingga apabila diri sendiri yang melanggar, ia akan merasa bersalah maka orang yang beretika tidak bisa membohongi dirinya sendiri untuk selalu melakukan hal yang benar. Sedangkan secara keseluruhan, etiket sifatnya lebih dangkal, semata mata hanya demi kebaikan hubungan dengan orang lain. Seseorang yang etiket melakukan hal yang baik hanya untuk menghargai orang lain, bukan karena memang dirinya menyadari hal yang seharusnya iya lakukan.
Etiket biasanya seorang perawat harus berpakaian sesuai dengan baju kerja yang ditetapkan rumah sakit agar dikatakan beretiket sedangkan Etika, seorang perawat memberikan senyuman kepada pasien itu merupakan hal yang wajib.
Sanksi Sosial
Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan” seperti seorang perawat yang memberikan obat tapi lupa membawakan minum buat si pasien itu dapat dimaafkan.
Sanksi Hukum
v Perbedaan
Etika dan E-tiket
Jujur saya baru tau kalau Etiket itu
menyangkut tentang perilaku manusi saya pikir Etiket itu adalah tiket yang
dipakai buat naik kendaraan ternyata Etiket menyangkut tentang perilaku
manusia.Nah perbedaan Etika dan Etiket yang dapat terlihat jelas yaitu Etiket lebih menitikberatkan pada sikap dan perbuatan yang lebih bersifat jasmaniah/lahiriah saja yang hanya pilihannya salah satu sedangkan Etika menunjukkan semua perilaku manusia baik berupa jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah.
Etika sendiri merupakan aturan yang berasal dari dalam diri kita sendiri mengenai nilai yang dianggap baik atau buruk sehingga apabila diri sendiri yang melanggar, ia akan merasa bersalah maka orang yang beretika tidak bisa membohongi dirinya sendiri untuk selalu melakukan hal yang benar. Sedangkan secara keseluruhan, etiket sifatnya lebih dangkal, semata mata hanya demi kebaikan hubungan dengan orang lain. Seseorang yang etiket melakukan hal yang baik hanya untuk menghargai orang lain, bukan karena memang dirinya menyadari hal yang seharusnya iya lakukan.
Etiket biasanya seorang perawat harus berpakaian sesuai dengan baju kerja yang ditetapkan rumah sakit agar dikatakan beretiket sedangkan Etika, seorang perawat memberikan senyuman kepada pasien itu merupakan hal yang wajib.
v Faktor
Faktor yang mempengaruhi Pelanggaran Etika
1. Kebutuhan Individu, dikarenakan besarnya
kebutuhan daripada pemasukan maka itu membuat seseorang berbuat kecurangan. Misal
kasus yang pernah buming yaitu imunisasi yang tidak memakai obat yang
seaharusnya karena obat yang dimanipulasi itu lebih murah dan memberikan
keuntungan bagi buat yang berbuat curang itu tetapi bagi pasien itu merugikan
sehingga orang yang melakukan manipulasi tersebut bisa dikatakan melakukan
pelanggaran etika.
2. Tidak ada pedoman, seperti seorang manajer
yang mengambil keputusan menyebabkan kerugian dikarenakan tidak ada pedoman
sebagai patokan manajemen itu dalam mempertimbangkan keputusan yang ia ambil.
3. Perilaku dan kebiasaan individu, seperti
kebiasaan yang terakumulasi yaitu dapat dihitung tapi tidak dikoreksi.
4. Lingkungan yang tidak etis, seperti pengaruh
dari suatu komunitas missal seseorang yang dari kampong pindah ke kota
metropolitan yang banyak kehidupan malamnya karena lingkungan yang tidak baik
dia jadi ikut terlibat tidak baik karena sebelumnya tidak ada pedoman yng
dipakai orang itu ketika ia pindah ke kota.
5. Perilaku orang yang ditiru, seperti
berpakaian minim mengikuti gaya orang barat padahal Indonesia adalah orang timur
tapi ikut ikutan berpakaian yang minim sehingga melnggar etika karena
sebelumnya orang timur pakaiannya tertutup rapih.
v Sanksi
Pelanggaran Etika
Sanksi Sosial
Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan” seperti seorang perawat yang memberikan obat tapi lupa membawakan minum buat si pasien itu dapat dimaafkan.
Sanksi Hukum
Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana
menempati prioritas utama yang diikuti dengan hukum perdata seperti seorang
perawat yang memberikan obat yang salah ke pasiennya sehingga menyebabkan
pasien itu meninggal.
v Jenis-Jenis
Etika
Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang
menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan
berbicara moral (mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan
menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara
kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya,
dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di
dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika,
terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23), sebagai berikut:
1.
Etika Deskriptif
Etika
yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia,
serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang
bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa
adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang
terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa
tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu
masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat
bertindak secara etis.
2.
Etika Normatif
Etika
yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki
oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa
yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang
dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang
buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di
masyarakat. Contohnya seperti kejujuran, disiplin diri dan tanggung jawab.
Dari berbagai
pembahasan definisi tentang etika tersebut dapat kita klasifikasikan menjadi 3
jenis yaitu :
1)
Jenis pertama yaitu etika dipandang
sebagai cabang filasafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk
perilaku manusia, seperti seseorang yang sedang dalam proses taaruf seseorang
harus membicarakan nilai baik dan buruk tentang perilakunya agar tidak seperti
membeli sesuatu dalam karung.
2)
Jenis kedua yaitu etika dipandang
sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan bik buruknya perilaku manusia dalam
kehidupanbersama.
3)
Jenis ketiga yaitu etika dipandang
sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normative, dan evaluatif yang hanya
memberikan nilai baik buruknya terhadp perilaku manusia. Dalam hal ini tidak
perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan mereflesikan.
Daftar Pustaka
·
Mimin
Emi Suhaemi, Etika Keperawatan Aplikasi
pada Praktik, Buku Kedokteran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar