news studentsite

Sabtu, 01 Oktober 2016

-- ETIKA --


Pengertian Etika
Etika menurut bahasa yunani berarti “Ethos “ yang memiliki arti suatu adat, kebiasaan, watak, sikap, cara berpikir dan watak. Bagaimana seseorang melakukan sesuatu yang dpat dilihat oleh orang lain sopan,  dalam konteks ini bila seorang perawat sedang bekerja pasti dia akan melayani pasiennya secara ramah, menghibur pasiennya dll ini dikarenakan ketika perawat itu sedang belajar dia sudah diberitahu bagaimana melayani seorang pasien yang baik agar tidak membuat pasien panik ketika sedang mendapati masalah dll sebagainya dan itu dilakukan setiap saat sehingga menjadi kebiasaan dan sikap seorang perawat bersikap lemah lembut terhadap pasiennya.
Sedangkan profesi lebih menitikberatkan pada keediaan melakukan kegiatan yang bermotif layanan. Cita-cita sebuah profesi pada dasarnya menuntut person individual untuk memberikn layanan dan memperoleh kompensitnya (upah ) yang berupa upaya memajukan kepentingan umum (B.Y. Landis dan James Myers, Chritianty and Work, 1946, hlm. 14). Dalam konteks ini, maka bila seorang perawat ditanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan profesinya, ia pasti akan menjawab “dengan profesi ini, ketetapan hati saya bukan pada apa yang dapat saya peroleh melainkan bagaimana saya dapat membantu setiap orang.”
Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa etika profesi lebih menaruh perhatiannya pada cita-cita tambahan tertentu serta praktik-praktik yang berkembang diluar tanggung jawab dan hak-hak privilege profesi seseorang. Kode kode etik adalah hasil usaha pengarahan kesadaran moral para anggota profesi tentang persoalan-persoalan khusus yang dihadapinya. Kode etik ini mengkristalisasikan pandangan moral dan memberikan ketegasan perilaku yang sesuai dengan lapangan khusus.

v  Fungsi Etika 

Fungsi kode etik menurut Hipocrates
         1. Menghindari ketegangan antar-manusia
         2.Memperbaiki status kepribadian
        3. Menopang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan



Kode etik penting dalam sistem pelayanan kesehatan dan dalam praktik keperawatan menurut Kozier & Erb (1990): 
  1.  Etika akan menunjukkan standar profesi untuk kegiatan keperawatan. Standar ini akan melindungi perawat dan pasien
  2. Kode etik menjadi alat untuk menyusun standar praktik professional, memperbaiki, dan memelihara standar tersebut.
  3. Kode etik adalah pedoman resmi untul tindakan profesional, akan diikuti orang-orang dalam profesi dan harus diterima sebagai nilai pribadi bagi anggota professional. 
  4. Kode etik memberi kerangka piker kepada anggota profesi untuk membuat keputusan dalam situasi keperawatan.
Jadi , etika mengimbau perawat tentang batasan yang dilakukan perawat dalam mengerjakan sesuatu. Seperti ketika seorang pasien yang sedang dirawat ada jam minum obatnya dan ada perawat yang membawa obatnya itu sesuai dengan jam minum obatnya sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh keperwatan itu sendiri jadi gak sembarangan member jam obat yng tidak beraturan. 


v  Perbedaan Etika dan E-tiket
         Jujur saya baru tau kalau Etiket itu menyangkut tentang perilaku manusi saya pikir Etiket itu adalah tiket yang dipakai buat naik kendaraan ternyata Etiket menyangkut tentang perilaku manusia.
         Nah perbedaan Etika dan Etiket yang dapat terlihat jelas yaitu Etiket lebih menitikberatkan pada sikap dan perbuatan yang lebih bersifat jasmaniah/lahiriah saja yang hanya pilihannya salah satu sedangkan Etika menunjukkan semua perilaku manusia baik berupa jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah.
           Etika sendiri merupakan aturan yang berasal dari dalam diri kita sendiri mengenai nilai yang dianggap baik atau buruk sehingga apabila diri sendiri yang melanggar, ia akan merasa bersalah maka orang yang beretika tidak bisa membohongi dirinya sendiri untuk selalu melakukan hal yang benar. Sedangkan secara keseluruhan, etiket sifatnya lebih dangkal, semata mata hanya demi kebaikan hubungan dengan orang lain. Seseorang yang etiket melakukan hal yang baik hanya untuk menghargai orang lain, bukan  karena memang dirinya menyadari hal yang seharusnya iya lakukan.
         Etiket biasanya seorang perawat harus berpakaian sesuai dengan baju kerja yang ditetapkan rumah sakit agar dikatakan beretiket sedangkan Etika, seorang perawat memberikan senyuman kepada pasien itu merupakan hal yang wajib.

v  Faktor Faktor yang mempengaruhi Pelanggaran Etika
1.      Kebutuhan Individu, dikarenakan besarnya kebutuhan daripada pemasukan maka itu membuat seseorang berbuat kecurangan. Misal kasus yang pernah buming yaitu imunisasi yang tidak memakai obat yang seaharusnya karena obat yang dimanipulasi itu lebih murah dan memberikan keuntungan bagi buat yang berbuat curang itu tetapi bagi pasien itu merugikan sehingga orang yang melakukan manipulasi tersebut bisa dikatakan melakukan pelanggaran etika.
2.      Tidak ada pedoman, seperti seorang manajer yang mengambil keputusan menyebabkan kerugian dikarenakan tidak ada pedoman sebagai patokan manajemen itu dalam mempertimbangkan keputusan yang ia ambil.
3.      Perilaku dan kebiasaan individu, seperti kebiasaan yang terakumulasi yaitu dapat dihitung tapi tidak dikoreksi.
4.      Lingkungan yang tidak etis, seperti pengaruh dari suatu komunitas missal seseorang yang dari kampong pindah ke kota metropolitan yang banyak kehidupan malamnya karena lingkungan yang tidak baik dia jadi ikut terlibat tidak baik karena sebelumnya tidak ada pedoman yng dipakai orang itu ketika ia pindah ke kota.
5.      Perilaku orang yang ditiru, seperti berpakaian minim mengikuti gaya orang barat padahal Indonesia adalah orang timur tapi ikut ikutan berpakaian yang minim sehingga melnggar etika karena sebelumnya orang timur pakaiannya tertutup rapih.

v  Sanksi Pelanggaran Etika

Sanksi Sosial 
Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan” seperti seorang perawat yang memberikan obat tapi lupa membawakan minum buat si pasien itu dapat dimaafkan.  
Sanksi Hukum  
Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama yang diikuti dengan hukum perdata seperti seorang perawat yang memberikan obat yang salah ke pasiennya sehingga menyebabkan pasien itu meninggal.


v  Jenis-Jenis Etika
Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23), sebagai berikut:
1.      Etika Deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.
2.      Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. Contohnya seperti kejujuran, disiplin diri dan tanggung jawab.

Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut dapat kita klasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu :
1)      Jenis pertama yaitu etika dipandang sebagai cabang filasafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk perilaku manusia, seperti seseorang yang sedang dalam proses taaruf seseorang harus membicarakan nilai baik dan buruk tentang perilakunya agar tidak seperti membeli sesuatu dalam karung.
2)      Jenis kedua yaitu etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan bik buruknya perilaku manusia dalam kehidupanbersama.
3)      Jenis ketiga yaitu etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normative, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadp perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan mereflesikan.

Daftar Pustaka
·         Mimin Emi Suhaemi, Etika Keperawatan Aplikasi pada Praktik, Buku Kedokteran

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar