news studentsite

Senin, 26 Mei 2014

Analisis portofolio manajemen investasi dan perhitungan sistem perekonomian indonesia


Analisis portofolio manajemen investasi 
dan perhitungan sistem perekonomian indonesia 


Pengertian Teori Portofolio
Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian.
Teori portofolio menurut para ahli :
Harry M. Makowitz (1927)
Teori portofolio adalah pendekatan investasi yang diprakarsai oleh Harry M. Makowitz (1927) seorang ekonom lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize di bidang ekonomi pada tahun 1990. Teori portofolio berkaitan dengan estimasi investor tehadap ekspektasi risiko dan return, yang diukur secara statistik untuk membuat portofolio investasinya. Markowitz menjabarkan cara mengkombinasikan aset ke dalam diversifikasi portofolio yang efisien. Dalam portofolio ini, risiko dapat dikurangi dengan menambah jumlah jenis aset ke dalam portofolio dan tingkat expected
return dapat naik jika investasinya terdapat perbedaan pergerakan harga dari aset-aset yang dikombinasi tersebut (“Harry Max Markowitz”) Pada prakteknya para pemodal pada sekuritas sering melakukan diversifikasi dalam investasinya dengan mengkombinasikan berbagai sekuritas, dengan kata lain mereka membentuk portofolio.

Menurut Husnan (2003:45)
Menurut Husnan (2003:45), portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas (pemodal melakukan diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung. Pemilihan sekuritas ini dipengaruhi antara lain oleh preferensi risiko, pola kebutuhan kas, status pajak, dan sebagainya.
Dalam kenyataannya kita akan sulit membentuk portofolio yang terdiri dari semua kesempatan investasi, karena itu biasanya dipergunakan suatu wakil (proxy) yang terdiri dari sejumlah besar saham atau indeks pasar. Contohnya di Bursa Efek Jakarta yang menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Indeks LQ45

Evaluasi Kinerja Portofolio

Dalam tahap evaluasi, pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung.
 Menurut Husnan (2003:45), tidaklah benar jika portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi mesti lebih baik dari portofolio lainnya.
Menurut John (2005:53), Kerja besar dikerahkan untuk pembentukan portofolio. Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian. Teori portofolio mengasumsikan bahwa investor yang rasional menolak untuk meningkatkan risiko tanpa disertai peningkatan pengembalian yang diharapkan. Hubungan antara risiko yang diterima dan pengembalian yang
diharapkan merupakan dasar bagi keputusan pinjaman dan investasi modern. Makin besar risiko atas investasi atau pinjaman, makin besar tingkat pengembalian yang diinginkan untuk menutup risiko tersebut.
Manajemen Investasi Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. 

Menurut Usman (1990:62), umumnya surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi surat berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan. Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. 

Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan saat ini dengan tujuan agar dapat memperoleh keuntungan di masa mendatang atau bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan investor (kesejahteraan moneter) (Kasmir, 2001). Sedangkan menurut Sharpe, Alexander, dan Bailey (1997), investasi dalam arti luas adalah mengorbankan dolar sekarang untuk dolar pada masa depan, dengan dua atribut berbeda yang melekat yaitu risiko dan waktu.
Investasi porrtofolio
http://cashroyalti.blogspot.com/2011/10/pengertian-investasi-portofolio.html

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan investasi, tibalah saatnya melakukan investasi. Pertanyaan yang muncul kemana kita akan melakukan ivestasi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahui alternatif-alternatif investasi.

Secara garis besar, lahan investasi secara umum dapat dibagi dua, yaitu real asset investment and financial asset investment.

Real asset investment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukkan sektor diluar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset investment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian disewakan, membeli lukisan untuk dijual kembali dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak. diperlukan dan informasi bisa didapat secara langsung dari lapangan, karena obyek investasinya bisa dilihat secara nyata, misalnya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan-bahan bangunannya baik, warnanya cocok, ukurannya tepat dan lain sebagainya.

Sedang financial asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga disebut portfolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.

Ciri-ciri investasi di sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor real adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahuhan atau proposal. Karena manajemen investasi menyajikan teori-teori tentang Portofolio, maka konsentrasi kita akan kita curahkan pada investasi di sektor keuangan ini.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatkan Profesi, yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis di industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut diperlukan standar tertentu. Kepercayaan, menjadi sangat penting karena “komoditi” yang menjadi obyek transaksi adalah “barang” tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemilik kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya. Bahkan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEJ (Bursa Efek Jakarta) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan.
BEBERAPA PRINSIP INVESTASI YANG WAJIB KITA KETAHUI
http://mrdenni.blog.com/financial-beberapa-prinsip-investasi-yang-wajib-kita-ketahui/
1. Harus sadari 100% bahwa ini bisnis yg beresiko tinggi.
sehingga anda perlu melakukan manajemen resiko dan strategi sebelum melakukan investasi.
Kenapa demikian…??? Karena tidak ada jaminan berapa lama sebuah bisnis investasi dapat bertahan. Kalau suatu hari perusahaan bubar, maka anda harus siap dengan resiko kehilangan dana investasi anda.
2. Sejarah membuktikan bahwa belum ada bisnis investasi yg bertahan lama saat ini.
Dari yg pernah ada, maximal bertahan 2,5 tahun, bahkan ada yg 1 bulan pun sudah bubar. Untuk itu telitilah sebelum bergabung, dan kita berharap suatu hari akan ada bisnis investasi yg bisa bertahan lama.
3. Jangan bernafsu dalam melakukan investasi, walaupun perusahaan yg kita ikuti rutin melakukan pembayaran.
Karena kita tidak bisa menebak apa yg akan terjadi esok harinya. Kesalahan besar yg sering dilakukan oleh banyak orang adalah karena nafsu ini. Karena terlalu idealis dengan perusahaan investasi yg diikutinya, maka banyak orang berspekulasi memasukkan seluruh keuangan yg mereka punya, bahkan ada yang berhutang, menggadaikan rumahnya, dengan harapan bisa memperoleh keuntungan besar. Namun yg sering terjadi malah sebaliknya, pada saat apes perusahaan bubar, maka jadi stress dan gigit jari.
4. Bagilah investasi anda di beberapa tempat yg menurut anda masih layak untuk dilakukan investasi.
Jangan hanya menumpuk pada satu perusahaan. Jika salah satu perusahaan bubar, maka anda masih bisa menutupi kerugian anda dari keuntungan investasi di tempat lain. Karena saat ini sangat banyak sekali penawaran investasi, dan sebagian besar di antaranya hanya bertujuan untuk menipu. {JANGAN MENARUH SEMUA TELUR KITA HANYA DALAM SATU KERANJANG SAJA}
5. Pilihlah perusahaan yang memang melakukan Trading, jika dia perusahaan Trading.
Karena kita tahu bahwa perusahaan ini memang melakukan transaksi perdagangan (trading) untuk memutarkan investasi para member. Tapi kita tetap harus menyadari tidak selalu setiap trading itu menang. Jadi tidak boleh idealis dalam berinvestasi. Banyak juga perusahaan yg menyatakan dirinya trading, namun sebenarnya tidak ada trading tapi hanya mengumpulkan uang sesaat saja. {TELITI SEBELUM MEMBELI}
6. Jika anda pernah gagal, lalu KAPOK…!!, Maka anda tidak akan pernah mendapatkan apa pun dalam dunia investasi selain kegagalan.
Namun jika kegagalan itu dievaluasi untuk pelajaran, lalu anda memperbaiki diri untuk investasi selanjutnya, maka anda akan mendapat ilmu yang berharga.
INGAT….!!!
Pengalaman adalah guru yang baik. Lakukan Manajemen Resiko anda dan tulis prinsip investasi anda sebelum memulai terjun di bidang investasi.
7. Bisnis Investasi adalah Bisnis MOMENTUM.
Anda harus tahu kapan saat yg tepat untuk masuk dan kapan saat untuk keluar.
Belajarlah untuk cepat mengambil keputusan, karena anda bermain dengan waktu.
8. KALO SAYA JOIN KE ANDA JAMINANNYA APA..????
Lagi-Lagi pertanyaan soal jaminan yg paling sering terdengar diberbagai bisnis investasi baik online atau offline.
Ini pertanyaan khas PEMULA di bisnis investasi. Khawatir kehilangan uang, khawatir rugi. Tapi gak mau belajar bagaimana caranya manajemen resiko. Di dunia ini tdk ada satu hal pun yg bisa dijamin secara mutlak, KECUALI KEMATIAN.
Bahkan asuransi jiwa pun yg nerima duitnya bukan anda.
Khusus untuk bisnis investasi online, yg paling penting itu bukan APA JAMINANNYA, tapi TRANSPARANSI PROGRAMNYA.
9. Kalau anda khawatir kehilangan uang, sebaiknya anda berpikir lagi.
Karena yg lebih perlu anda kuatirkan adalah kehilangan kepercayaan dari orang lain, kehilangan rasa malu, kehilangan keyakinan terhadap agama anda, atau bahkan kehilangan nyawa, bukan uang.
Dalam berbagai ukuran kapasitas baik secara kualitas maupun kuantitas, resiko tidak pernah lepas dari kehidupan anda & bukan hanya di Bisnis Investasi.
Saat anda melamar atau dilamar seseorang untuk menjadi Istri atau Suami anda, apakah anda meminta jaminan & yakin sdh terjamin, selama perjalanan pernikahan anda Istri/Suami anda TIDAK MENGHIANATI ANDA??
Atau saat anak anda lahir, apakah anak kita meminta jaminan kepada kita bahwa dia bisa menjadi orang yg sukses dimasa yang akan datang bila mengikuti asuhan & bimbingan kita…???
Apakah anda bisa menjamin dan memastikan nya…???
Sebaik apapun kita berupaya, resiko kegagalan tetap akan ada.
Yuk kita renungkan kata2 bijak dari winston churchil ini:
“Seseorang yang tdk berani mengambil resiko hanya akan berakhir pada satu hal yaitu PENYESALAN.
Sedangkan orang yang berani mengambil resiko akan memperoleh kepastian APAKAH UPAYANYA BERHASIL atau GAGAL”.
SELAMAT MENGGUNAKAN RASIONAL ANDA.
10. Perhatikan dialog ini:
“Mas, mau tanya nih .. BO (Bisnis Online) yg itu aman gak sih..?”
“Maksudnya apa ya…?”
“Gini mas, sy mau gabung di salah satu BO, trus apa ada izin atau apa gitu yg elegalitaskan BO tersebut, syukur-syukur ada kantornya…trus SIAPA YANG MENJAMIN UANG KITA KALO KITA INVESTASI DI SANA ??”
“Oo .. itu toh, sebelum saya jawab, gantian saya mau tanya dulu….”
“Boleh, apa mas..?”
“Bank Century ada kantornya, ada izin-nya dan lengkap lagi, trus GIMANA NASIB PARA NASABAH NYA SEKARANG??”
UANGNYA KEMBALI GAK KE MEREKA…????”
“Hmmnn .. wah saya gak bisa jawab mas”.
“Makanya , segala sesuatu di dunia ini tdk ada yg kekal…semua bisa terjadi.
Semuanya hanya Tuhan lah yg menentukannya.
Jadi, kalo ada kesempatan baik mengapa harus kita tolak??
Tidak ada bisnis apapun di dunia ini baik Online maupun Offline yg tidak ada reskonya.
Wong dagang saja kita gak selalu untung.
BETUL KAN??”
11. JADILAH INVESTOR SEJATI
A) Senang ketika mendapatkan hasil dan tenang ketika mengalami kerugian.
B) Selalu berusaha untuk MANDIRI.
C) Siap untuk segala resiko terburuk yang bakal dialami.
D) Tidak menyalahkan orang lain, upline atau yg mengenalkan suatu BO ketika anda mengalami kegagalan.
E) Selalu berbagi info yang baik dengan seksama INVESTOR.
F) Tidak menghitung keuntungan yang didapatkan orang lain.
G) Tidak sombong ketika berhasil.
H) Pandai bersyukur dan juga menerima kadar ketentuan peraturan.
I) Selalu berpikir positif & berprasangka baik sebelum semua jelas.
J) Sabar dalam menjalankan proses ketika mengalami kelambatan.
( INTROPEKSI LEBIH BAIK DARI PADA MENGKOREKSI )
12. ADA 3 NICE STORIES
1. Suatu wkt,semua penduduk desa berdo’a memohon hujan.
Pada hari semua org berkumpul untk berdo’a,ada satu anak yg membawa payung.
-ITULAH IMAN-
2. Teladan dari seorang bayi berusia 1 thn.
Ketika Anda melontarkan dia ke udara,dia tertawa,krn dia tau Anda akan menangkapnya.
-ITULAH PERCAYA-
3. Setiap malam kita tidur,kita tdk tau apakah kita masih akan hidup esok hari,tapi kita masih saja MEMPUNYAI RENCANA untuk besok.
-ITULAH HARAPAN-
Jadi,dlm hidup ini,kita perlu memiliki IMAN,KEPERCAYAAN & HARAPAN.
Bisakah mengisi air ke sebuah gelas yg sudah penuh…???
Gak mungkin bisa.
Kalaupun bisa, tentunya akan meluap keluar.
Supaya bisa mengisinya, kita harus mengosongkan atau menumpahkan sebagian isinya.
APAKAH MAKNA ILUSTRASI INI….???
1. Jika ingin maju, kita harus mengosongkan atau menghilangkan EGOISME kita, mau belajar & diajari.
Kita akan sulit menerima pembelajaran jika EGOISME masih ada.
Mungkin di bidang ini, kita adalah pakarnya, tetapi di bidang lain, kita gak ada apa2 nya.
2. Rajin & sering2 lah memberi dengan tulus ikhlas.
Ketika memberi, seseorang sedang mengosongkan atau menumpahkan sebagian rezekinya, gelas rezekinya bisa diisi.
Bagaimana mungkin bisa menambah rezeki jika tidak pernah membagikan rezeki….??
Ingat akan Hukum tanam & petik…
3. Ketika kehilangan, itu tandanya kita sedang mengosongkan gelas rezeki karena lupa berbagi.
Resiko Investasi
http://www.infovesta.com/infovesta/learning/learning.jsp?id=35

Biasanya, ada 3 resiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka akan melakukan investasi, yaitu :
Untuk mengurangi resiko, cara termudah adalah berinvestasi di berbagai sarana investasi. Cara ini disebut dengan membuat portofolio investasi. Tujuan dari cara ini adalah mengurangi kerugian investasi yang mungkin timbul dari suatu sarana investasi dengan menutupnya menggunakan keuntungan yang diperoleh dari sarana investasi yang lain. Misalnya berinvestasi pada reksa dana dan pada tabungan. Jika keduanya memberikan keuntungan maka investor tidak akan menderita kerugian.
Tetapi bagaimana jika salah satunya mengalami kerugian, misalnya nilai reksa dana turun atau bank dilikuidasi? Dengan adanya portofolio ini maka diharapkan kerugian salah satu investasi dapat dikurangi oleh keuntungan dari investasi lain. Kalau dua-duanya rugi, berarti itu cobaan jika investor menggunakan investasi secara syariah dan mungkin peringatan atau bahkan azab jika investasi tersebut tidak sesuai syariah.
Jadi inti mengurangi resiko investasi adalah portofolio : "jangan meletakkan banyak telur dalam satu keranjang" karena jika terjatuh, maka telur akan lebih banyak yang pecah dibandingkan jika ditaruh pada beberapa keranjang jika keranjang yang lain tidak jatuh.
  • 1. Turunnya Nilai Investasi
Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Karena tidak ada orang yang mau kehilangan uangnya. Akan tetapi, setiap investasi pasti ada resikonya. Perbedaannya hanya pada ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil.
Sekarang jika Anda berinvestasi, kita harus mempertimbangkan seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 20 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah bahwa itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang disebut dengan kerugian, sesekali memang harus kita alami. Karena dengan adanya kerugian, itu adalah pengalaman yang membuat kita jadi lebih banyak belajar dalam berinvestasi.
  • 2. Sulitnya Produk Investasi itu Dijual
Resiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual/diuangkan kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau menerima atau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang secara fisik robek, rusak atau kumal.
Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, yaitu mereka yang hobi akan lukisan juga, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan bagi orang yang menjualnya. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual.
  • 3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa.
Bayangkan jika Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai.
Mungkin beberapa dari Anda menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut.
Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin belum Anda ketahui, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.


Cara Mengurangi Resiko Investasi
Untuk mengurangi resiko, cara termudah adalah berinvestasi di berbagai sarana investasi. Cara ini disebut dengan membuat portofolio investasi. Tujuan dari cara ini adalah mengurangi kerugian investasi yang mungkin timbul dari suatu sarana investasi dengan menutupnya menggunakan keuntungan yang diperoleh dari sarana investasi yang lain. Misalnya berinvestasi pada reksa dana dan pada tabungan. Jika keduanya memberikan keuntungan maka investor tidak akan menderita kerugian.
Tetapi bagaimana jika salah satunya mengalami kerugian, misalnya nilai reksa dana turun atau bank dilikuidasi? Dengan adanya portofolio ini maka diharapkan kerugian salah satu investasi dapat dikurangi oleh keuntungan dari investasi lain. Kalau dua-duanya rugi, berarti itu cobaan jika investor menggunakan investasi secara syariah dan mungkin peringatan atau bahkan azab jika investasi tersebut tidak sesuai syariah.
Jadi inti mengurangi resiko investasi adalah portofolio : "jangan meletakkan banyak telur dalam satu keranjang" karena jika terjatuh, maka telur akan lebih banyak yang pecah dibandingkan jika ditaruh pada beberapa keranjang jika keranjang yang lain tidak jatuh.

Jenis-jenis Risiko dalam Investasi Saham di Pasar Modal

http://coki002.wordpress.com/jenis-jenis-risiko-dalam-investasi-saham-di-pasar-modal/
Risiko yang dapat menyebabkan penyimpangan tingkat pengembalian investasidapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. Systematic risk
Systematic risk disebut juga risiko pasar karena berkaitan dengan perubahaan yang terjadi di pasar secara keseluruhan, risiko ini terjadi karena kejadian diluar kegiatan perusahaan, seperti :
a.       Risiko inflasi
Inflasi akan mengurangi daya beli uang sehingga tingkat pengembalian setelah disesuaikan dengan inflasi dapat menurunkan hasil dari investasi tersebut.
b.      Risiko nilai tukar mata uang (kurs)
Perubahan nilai investasi yang disebabkan oleh nilai tukar mata uang asing menjadi risiko dalam investasi.
c.       Risiko tingkat suku bunga
Jika suku bunga naik maka return investasi yang terkait dengan suku bunga, misalnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) akan naik ini dapat menarik minat investor saham untuk memindahkan dana ke Sertifikat Bank Indonesia, sehingga banyak yang akan menjual saham dan harga saham akan turun oleh karena itu perubahan suku bunga akan mempengaruhi variabelitas return suatu investasi.Systematic risk disebut juga undiversible risk karena risiko ini tidak dapat dihilangkan atau diperkecil melalui pembentukan portofolio.
b.      Unsystematic risk
Unsystematic risk merupakan risiko spesifik perusahaan karena tergantung dari kondisi mikro perusahaan. Contoh unsystematic risk antara lain : risiko industri, operating laverage risk dan lain-lain. Risiko ini dapat diminimalkan dengan melakukan diversifikasi investasi pada banyak sekuritas dengan pembentukan portofolio, unsystematic risk disebut juga diversible risk.

Investasi dalam Real Asset dan Financial Asset

http://meylisa-tanumihardja.blogspot.com/2012/04/investasi-dalam-real-asset-dan.html
Pengertian Real Asset dan Financila Asset
Investasi merupakan penggunaan modal untuk menciptakan uang, baik melalui sarana yang menghasilkan pendapatan maupun melalui ventura  yang lebih berorientasi ke risiko, yang dirancang untuk mendapatkan perolehan modal (Downes dan Goodman dalam Warsono, 2001;1). Sedangkan menurut (Halim, 2005:4) investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang
Investasi pada umumnya dapat digolongkan menjadi dua bentuk yaitu, real asset dan financial asset. Real asset secara umum melibatkan asset berwujud seperti tanah, bangunan, dan mesin. Sedangkan financial asset adalah investasi berupa valas, deposito berjangka, saham dan obligasi yang diperdagangkan di pasar uang maupun pasar modal.”
Dari pengertian tersebut dapat diambil arti bahwa investasi dibagi menjadi:
1.     Real asset investment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukkan sektor diluar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset investment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian disewakan, membeli lukisan untuk dijual kembali dan masih banyak lagi.

2.     Financial Asset Investment (investasi disektor keuangan) atau sering juga disebut portfolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.

Dalam financial asset, keuntungan yang diperoleh cenderung tidak stabil bahkan jika jika kurang mengetahui kondisi pasar akan menyebabkan kerugian bagi investor. Tetapi kondisi inilah yang menjadi daya pikat bagi investor. Resiko yang besar dengan dibarengi dengan kemungkinan keuntungan yang besar menarik banyak minat. Jika investor ingin meninvestasikan uangnya dalam finance asset umumnya investor masuk dalam pasar uang atau pasar modal
Persamaan dan perbedaan real asset dan financial asset
http://nissanaridadarmaprasti.blogspot.com/2013/03/investasi-dalam-real-asset-dan.html
Persamaan

Jika pemodal menginvestasikan dananya pada suatu proyek (rencana investasi dan bukan di pasar modal maka dana tersebut akan digunakan untuk investasi real assets, dimana perusahaan akan membayarkan deviden kepada pemegang saham atas investasi tersebut. Namun bila pemodal memiliki pilihan investasi di tempat lain (pada financial assets) dan tidak harus pada proyek atau rencana investasi tersebut, maka dana tersebut akan dapat diberikan kepada para pemodal yang dapat mereka gunakan untuk investasi pada Financial Asset.
Perbedaan
investasi pada  real assets dan investasi pada  financial assets. Investasi pada real assets dilakukan dalam bentuk pembelianasset produktif, seperti pada pendirian pabrik, pembelian properti, dan sebagainya. Sedangkan investasi pada financial assets  dilakukan dengan membeli surat-surat berharga seperti obligasi, saham, reksadana dan lainnya
   Ciri – Ciri Real Asset dan Financial Asset
Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak. diperlukan dan informasi bisa didapat secara langsung dari lapangan, karena obyek investasinya bisa dilihat secara nyata, misalnya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan-bahan bangunannya baik, warnanya cocok, ukurannya tepat dan lain sebagainya.
Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatkan Profesi, yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis di industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut diperlukan standar tertentu.
Kepercayaan ,menjadi sangat penting karena “komoditi” yang menjadi obyek transaksi adalah "barang" tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemilik kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya. Bahkan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEJ (Bursa Efek Jakarta) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan
   
  Proses Investasi
Proses investasi menjelaskan bagaimana sebaiknya seoranginvestor melakukan investasi dalam sekuritas dengan membuat keputusanmengenai jenis sekuritas yang akan dipilih, berapa besar dan kapaninvestasi tersebut akan dilakukan. Menurut Suad Husnan (1993: 23)terdapat lima langkah yang mendasari pengambilan keputusan dalaminvestasi, yaitu :
1.      menentukan kebijakan investasi
2.      analisis sekuritas
3.      pembentukan portofolio
4.      revisi portofolio
5.      evaluasi kinerja portofolio. 

Implementasi Strategi Investasi (Alokasi Aset dan Optimisasi Portofolio)
1.       Asumsi Tingkat Pengembalian
Investor memiliki asumsi atas tingkat pengembalian yang dapat diterima.Argumen mengenai mean-reversion saham menyatakan bahwa harga saham yang tinggiatau rendah hanya bersifat sementara, pada akhirnya harga saham akan cenderungkembali ke tengah (rata-rata). Selain itu, return saham mengandung risiko yang harusdiperhitungkan. Tidak ada yang jaminan bahwa return yang diharapkan investor akandidapatkan dengan mudah. Hal ini menyebabkan investor berusaha mendapatkan returnyang lebih tinggi dengan melakukan optimisasi portofolio.
2.       Membentuk Portofolio
Investor menggunakan kebijakan investasi dan ekspektasi pasar modal untuk memilih portofolio atau aset. Pada pemilihan portofolio dan aset, investor harusmenentukan saham-saham mana saja yang sesuai untuk dimasukkan ke dalam portofolionya. Investor juga menggunakan prosedur optimisasi untuk memilih saham darisaham-saham yang sesuai dan menentukan berat (proporsi) saham pada portofolionya.Model Markowitz adalah model formal dari investasi yang dilakukan oleh investor
3.       Alokasi Aset
Alokasi aset berhubungan dengan keputusan untuk menentukan berat (proporsi) bagi kas, obligasi, atau saham yang akan dimiliki oleh investor. Keputusan ini sangat penting karena perbedaan alokasi atas aset akan menyebabkan perbedaan performa dari portofolio itu sendiri.Ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan investor. Faktor-faktor itu antara lainreturn yang disyaratkan, toleransi risiko dan umur dari investor itu sendiri. Investor yanglebih muda cendering bersifat risk taker. Sebaliknya, investor yang lebih tua cenderung bersifat risk averse. Perbedaan faktor yang diperhitungkan akan mempengaruhi alokasiaset investasi
4.       Alokasi Strategis Aset
Investor perlu melakukan prosedur simulasi yang digunakan untuk menentukankemungkinan range hasil yang dihubungkan dengan tiap-tiap komposisi aset. Simulasi ini akan memberikan gambaran mengenai keuntungan dan risiko yang mungkin akandiperoleh investor apabila memilih komposisi aset tersebut. Investor juga perlumembentuk strategi alokasi aset untuk jangka panjang
5.       Alokasi Taktis Aset
Perubahan atas komposiss aset yang dilakukan biasanya disebabkan oleh perubahan tingkat pengembalian yang diharapkan investor. Selain itu perubahankomposisi aset ini juga bisa dilakukan oleh investor dengan pendekatan market timing(waktu dimana pasar bergerak). Investor cenderung melakukan antisipasi atas perubahan pasar. Pada saat yang tepat, investor melakukan perubahan atas komposisi asetnya untuk mendapatkan keuntungan atau menjaga nilai asetnya.
Monitoring dan Penyesuian Portofolio
Monitoring
Keadaan investor dapat berubah karena beberapa alasan, yaitu sebagai berikut:
•      Perubahan kesejahteraan yang mempengaruhi toleransi terhadap risiko
•      Perubahan horizon investasi
•      Perubahan kebutuhan likuiditas
•      Perubahan aturan perpajakan
•      Pertimbangan regulasi pemerintah
•      Keadaan dan kebutuhan unik
Penyesuaian Portofolio
Komposisi portfolio tidak dimaksudkan untuk tetap sama . Yang paling pentingdiketahui adalah kapan harus melakukan penyeimbangan kembali (rebalancing). BiayaRebalancing mencakup:
1.Komisi broker 
2.Dampak dari perdagangan yang mungkin mempengaruhi harga pasar 
3.Aspek waktu dalam memutuskan untuk bertransaksi

Return Nominal vs Return Riil
Return investasi yang positif tetapi lebih kecil daripada inflasi periodik akanmengakibatkan total kekayaan investor bertambah secara nominal, tetapi berkurangsecara riil.Ilustrasinya, seorang investor yang hanya mendapatkan return sebesar 10% dalamsatu tahun saat tingkat inflasi tahunan mencapai 12% akan mengalami penurunankekayaan riil sebesar 2% (10% - 12%); walaupun jumlah uangnya secara nominalmeningkat sebesar 10%, katakan dari Rp100 juta menjadi Rp110 juta. Maksudnya adalahdaya beli dari uang Rp110 juta ini adalah 2% lebih rendah daripada daya beli Rp100 jutasetahun sebelumnya.
Secara umum, return riil adalah return nominal dikurangi tingkat inflasi. Agar daya beli tidak berkurang, return nominal sebuah investasi harus melebihi tingkat inflasi.Menghitung return untuk periode satu tahun tanpa setoran tambahan atau pengambilanuang relatif mudah, karena kita cukup mengurangi investasi akhir dengan investasi awaldan hasilnya dibagi dengan investasi awal.Penghitungan return menjadi tidak sederhana lagi untuk investasi lebih dari satu periode, jika ada penambahan atau pengambilan uang selama periode investasi, atau jikarisiko diperhitungkan
•      Return Nominal
Ekonomi modern memperoleh efisien mereka melalui penggunaan uang. Media pertukaran yang diterima secara umum. Bukannya memperdagangkan jagung untuk mendapatkan stereo yang akan diberikan satu tahun mendatang, seperti pada ekonomi barter, penduduk ekonomi modern dapat menjual jagungnya untuk memperoleh uang dankemudian memperdagangkan uang “sekarang” untuk uang “masa depan” denganmenginvestasikannya. Kemudian uang “masa depan” tersebut dapat digunakan untuk membeli stereo. Tingkat bunga yang digunakan penduduk memperdagangkan uang “sekarang” untuk mendapatkan uang “masa depan” tergantung pada investasi yangdilakukan dan disebut return nominal (juga disebut tingkat bunga nominal).
•      Return Riil
Pada periode harga berubah-ubah, return nominal investasi mungkin suatu indikasi yang jelek dari return riil (tingkat bunga riil) yang memperoleh investor. Hal ini sebagiandisebabkan oleh tambahan dolar yang diterima dari investasi mungkin diperlukan untuk menutup penurunan daya beli yang disebabkan oleh inflasi yang terjadi pada periodeinvestasi. Akibatnya, penyesuaian return nominal diperlukan untuk menyingkirkandampak inflasi untuk menentukan return riil. Inflasi sering digunakan untuk tujuan ini.Contoh: Return sebesar 17% yang diterima setahun dari sebuah surat berharga jikadisesuaikan dengan tingkat inflasi sebesar 5 % untuk tahun yang sama, akan memberikanreturn riel sebesar :

Return  arithmetic vs return  geometric
Terdapat dua konsep/ukuran pengembalian nominal berdasarkan waktu, yaitu pengembalian aritmetik dan pengembalian geometrik. Pada umumnya, pengembalianaritmetik digunakan untuk periode tunggal atau untuk data cross section, sedangkan pengembalian geometric digunakan untuk beberapa periode atau untuk data time series Return aritmetik lebih tepat digunakan untuk prediksi ke depan, sedangkan untuk kinerjamasa lalu, perhitungan return geometrik akan lebih tepat.Perhitungan return aritmetik dan geometrik ini adalah sama dengan perhitunganrata-rata aritmetik ( arithmetic mean) dan rata-rata geometrik ( geometric mean) dalamstatistik. Untuk menghitung tingkat pengembalian aritmetik atau geometrik suatuinvestasi atsu suatu portofolio, terlebih dahulu dihitung tingkat pengembalian untuk tiap-tiap periode (r1, r2, …, rn). Berikut merupakan rumusan perhitungan tersebut :









Contoh:Harga dari suatu saham pada periode ke-0 (periode awal) adalah Rp.500,- Pada periodeselanjutnya (periode ke-1), harga saham meningkat menjadi Rp.600,- dan turun di periodeke-2 menjadi Rp.550,-Return pada masing-masing periode adalah sebagai berikut:
r1= (Rp.660 – Rp.500) / Rp.500= 0.20= 20%
r2= (Rp.550 – Rp.600) / Rp.600= - 0.083= - 8.33%



Return yang dihitung berdasarkan rata-rata aritmetik adalah sebagai berikut:
Sedangkan return jika dihitung berdasarkan rata-rata geometrik adalah sebagai berikut:
rG = √(1+0.2)(1+0.083) – 1= 0.04883 atau 4.883%
Jika dihitung dengan metode rata-rata arimatika, pertumbuhan harga saham ini adalahsebesar 5.833%. Jika return ini benar, maka untuk periode ke-2, harga saham iniseharusnya menjadi Rp.560.03. Padahal yang sebenarnya, harga saham ini di akhir  periode ke-2 adalah sebesar Rp.550,-. Dengan demikian perhitungan dengan metodearitmatika ini kurang tepat. Jika dihitung dengan metode rata-rata geometrik, pertumbuhan harga saham ini adalah sebesar 4.883%. Dengan menggunakan tingkat pertumbuhan ini harga saham di akhir periode ke-2 adalah sebesar Rp.550,-, sesuaidengan nilai yang sebenarnya.Jadi metode rata-rata geometrik lebih tepat digunakan untuk situasi yang melibatkan pertumbuhan, sedangkan metode rata-rata arimatika lebih tepat digunakan untuk menghitung rata-rata untuk satu periode yang sama dari banyak  return tanpa melibatkan pertumbuhan.
Rasio Appraisal
Sebuah rasio yang membandingkan nilai dari alfa untuk devisi standart residu  dan dirancang untuk menunjukkan kualitas pendanaan.Alfa dari sebuah portofolio dibagi dengan risiko non-sistematis dari portofolio.Rasio mengukur return abnormal per unit risiko yang pada prinsipnya dapatterdiversifikasi jauh dari memegang portofolio indeks pasar.Di Russell Style Klasifikasi (RSC), rasio appraisal dihitung sebagai berikut:





sistem Perekonomian Indonesia

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Sistem ekonomi yang dianut oleh setiap bangsa berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan falsafah dan ideologi dari masing-masing negara. Seperti halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia akan berbeda dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika Serikat ataupun negara-negara lainnya. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, di mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.

1. Sistem Ekonomi Demokrasi

            Indonesia mempunyai landasan idiil yaitu Pancasila dan landasan konstitusional yaitu UUD 1945. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan masyarakat dan negara harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian yang ada di Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan pembangunan ekonomi. Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disebut sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
            Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

a. Ciri-Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi
Berikut ini ciri-ciri dari sistem ekonomi demokrasi.
1)      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2)      Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3)      Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
4)      Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
5)      Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6)      Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7)      Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8)      Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

b . Ciri-Ciri Negatif Sistem Ekonomi Demokrasi
Selain memiliki ciri-ciri positif, sistem ekonomi demokrasi juga mempunyai hal-hal yang harus dihindarkan.
1)      Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
2)      Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3)      Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

2. Sistem Ekonomi Kerakyatan

            Sistem ekonomi kerakyatan berlaku di Indonesia sejak terjadinya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998. Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Sistem ekonomi kerakyatan mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a)      Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
b)      Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
c)      Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
d)     Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
e)      Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

   Pelaku Utama dalam Sistem Perekonomian Indonesia

            Sistem ekonomi kerakyatan sendi utamanya adalah UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), dan (3). Bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (1) adalah koperasi, dan bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (2) dan (3) adalah perusahaan negara. Adapun dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan seorang”. Hal itu berarti perusahaan swasta juga mempunyai andil di dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

Paradigma Perekonomian Indonesia

            Pembangunan perekonomian Indonesia sesuai dengan Pancasila, berpijar pada nilai moral yang ada di dalam pancasila. Secara khusus, sistem ekonomi harus didasari pada moralitas ketuhanan (sila I Pancasila ) dan kemanusiaan (sila II Pancasila). Sistem ekonomi yang mendasar pada moralitas dan humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. Sistem ekonomi yang berparadigma pada pancasila akan menghasilkan perekonomian yang maju karena menghargai hakikat manusia, baik selaku makhluk individu, sosial, makhluk pribadi maupun makhluk Tuhan.
            Sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pengembanga ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Pembangunan ekonomi yang berdasarkan pada pancasila merupakan sistem ekonomi yang berasaskan kekeluargaan. Pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghindari dari bentuk-bentuk persaingan bebas, monopoli dan bentuk-bentuk lainnya yang berakibatkan orang lain menderita. Pengembangan sistem ekonomi tidak dapat lepas dari nilai-nilai moral manusia.


 Masalah Pokok Perekonomian Indonesia

1. Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui tingkat produksi barang dan jasa yang dapat dihasilkan selama satu periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia sering terkendala masalah modal dan investasi. Indonesia masih bergantung pada modal dari investasi pihak asing untuk menunjang kegiatan ekonominya.
Lambatnya pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi naiknya harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia merupakan akibat langkanya minyak mentah. Kelangkaan disebabkan menipisnya cadangan minyak serta terhambatnya distribusi minyak. Kenaikan harga minyak menyebabkan harga barang pokok lain ikut naik. Akibatnya, daya beli masyarakat menjadi berkurang dan terjadi penurunan kegiatan ekonomi masyarakat.

2. Kemiskinan

Kemiskinan merupakan keadaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan sebagai akibat berkurangnya pendapatan masyarakat secara riil. Masyarakat mengalami penurunan daya beli barang-barang kebutuhan pokok secara umum. Akibatnya, masyarakat tidak dapat hidup secara layak sehingga taraf hidupnya menurun.
Berdasarkan data BPS bulan Maret 2012 jumlah penduduk yang berada dalam garis kemiskinan berjumlah sekitar 29,13 juta orang (11,96%). Jumlah ini berkurang sebanyak 0,89 juta orang dari periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya angka kemiskinan ditunjang adanya penurunan harga komoditas makanan sedikit lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

3. Pengangguran

Secara umum pengangguran diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja. Pengangguran merupakan rantai masalah yang dapat menimbulkan beberapa permasalahan pada suatu negara. Pengangguran disebabkan jumlah angkatan kerja yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja/kesempatan kerja. Akibatnya, banyak angkatan kerja yang tidak dapat terserap dalam lapangan pekerjaan sehingga menimbulkan pengangguran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja di Indonesia tahun 2012 mencapai 120,4 juta jiwa. Sementara itu, jumlah pengangguran pada bulan Februari 2012 sebanyak 7,61 juta jiwa turun dari tahun sebelumnya sebanyak 7,7 juta jiwa. Hal ini diharapkan sebagai indikasi yang baik mengenai perbaikan keadaan ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk mencapai harapan tersebut, pemerintah perlu mengusahakan kebijakan di bidang ketenagakerjaan, misalnya perbaikan kualitas tenaga kerja / sumber daya manusia, menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong tumbuhnya investasi dan modal, menyediakan informasi lapangan pekerjaan, serta memberikan pelatihan dan keterampilan bagi tenaga kerja.

4. Kesenjangan Penghasilan

Penghasilan digunakan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat terdapat kelompok masyarkat dengan penghasilan tinggi dan kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah. Masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi mampu memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Sementara itu, kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya meskipun kebutuhan yang paling dasar.
Perbedaan kelompok masyarakat dengan penghasilan tertentu menimbulkan permasalahan kesenjangan penghasilan. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah dalam memeratakan penyaluran distribusi pendapatan. Hal ini dilakukan untuk meratakan kemampuan masyarakat dalam menikmati hasil pembangunan. Selain itu, upaya pemerintah dalam meratakan penghasilan bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan kecemburan sosial masyarakat.

5. Inflasi

Berdasarkan data BPS, inflasi Indonesia pada tahun 2011 sebesar 3,79%. Inflasi yang terjadi di Indonesia disebabkan tingginya permintaan agregat, sementara permintaan barang dan jasa tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dan kenaikan biaya produksi. Inflasi ditandai oleh kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan. Hal ini akan menimbulkan penurunan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa. Inflasi berdampak pada lesunya kegiatan perekonomian, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, melemahnya nilai rupiah, dan ketidakstabilan perekonomian negara. Berdasarkan sumbernya inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi tarikan permintaan dan inflasi dorongan biaya.






portofolio indeks harga saham gabungan

portofolio indeks harga saham gabungan

(IHSG)

 Image
NAMA ANGGOTA KELOMPOK 
  • RANGGA PUTRA PRATAMA                           27213276
  • RATNA NURANI                                                27213313
  • RICA RIYANTINI                                                27213587
  • RIZKA NOVRI HARDIYANTI                           27213900
  • RIZKY ANDIKA                                                  27213955
  • SAULINA BERNADET                                       28213319
  • SILVIA NURULSYAH                                         28213489
  • SRININGSIH                                                         28213630
  • TEDDY WIRA HADI                                            28213829
  • TRISNA SOFIA PARAMITA MENDROFA         28213996
  • VIANY LINGGA REVI                                        29213121
  • WIENDA HERAWATI                                          29213279
  • YULIA CAHYANI                                               29213562
KELAS                       : 1EB18
MATA KULIAH        : PEREKONOMIAN INDONESIA
DOSEN                      : ANTONI S,E. MM

A.     SAHAM
Beberapa tipe dari saham , termasuk :
-          Saham biasa (common stock),
-          Saham preferene (preferred stock),
          Saham preferen biasanya memiliki prioritas lebih tinggi dibanding saham biasa dalam pembagiaan dividen dan aset , dan kadangkala memiliki hak pilih yang lebih tinggi seperti kemampuan untuk memveto penggabungan atau pengambilalihan atau hak untuk menolak ketika saham baru dikeluarkan (yaitu, pemegang saham preferen dapat membeli saham yang dikeluarkan sebanyak yang dia mau sebelum saham itu ditawarkan kepada orang lain).Saham yang biasa dijual di bursa efek adalah saham biasa dan saham preferen tidak diperjualbelikan di bursa efek .
          Struktur kelas ganda memiliki beberapa kelas saham (ontohnya ,Kelas A,Kelas B,Kelas C)masing-masing dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri .Saham harta adalah saham yang telah dibeli balik dari masyarakat .
  1. SAHAM BIASA
      Saham biasa (common stock) adalah surat berharga dalam bentuk piagam atau sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak dan kewajiban menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan . Saham biasa mempunyai sifat kebalikan dari saham preferen (prefered stock) dalam hal pengembalian suara , pembagian deviden dan hak-hak yang lain .
      Pemegang saham biasa dapat mempengaruhi kebijakan korporasi melalui proses pengambilan suara (voting) dalam pembuatan tujuan dan kebijakan , stock split dan memilih dewan direksi perusahaan . Pemegang saham biasa mempunyai keuntungan dalam bentuk deviden dan capital gain.
  1. SAHAM PREFEREN
      Saham preferen (preferred stock) adalah bagian saham yang memiliki tambahan hak melebihi sahambiasa . Ada beberapa jenis saham preferen, antara lain :
 A.     Saham preferen partisipasi
       saham preferen yang membagikan dividen kepada pemegangnya ; pemilik saham ini setelah menerima deviden tetap mempunyai hak untuk membagi keuntungan yang dinyatakan sebagai deviden kepada pemegang saham biasa (participating preference shares.
B.      Saham preference nonkumulatif
saham preferen yang tidak mempunyai hak untuk mendapatkan dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun yang lalu secara kumulatif (nonummulative preferred stock)

B.     PENILAIAN SAHAM
Expected Return
The percentage yield that an investor forecasts from a specific investment over a set period of time.  Sometimes called the holding period return (HPR).
 Image
The formula can be broken into two parts.
Dividend Yield  +  Capital Gain
Image
Contoh:
    PT. XYZ memperkirakan akan ada pendistribusian dividen tahun depan sebesar 3.000. Harga saham PT ini sekarang adalah 8.000 per lembar. Tahun depan diramalkan harga saham akan naik menjadi 10.000 per lembar karena perusahaan baru saja memenangkan proyek besar dari pemerintah. Berapakah Expected return dr saham PT.XYZ?
r = 3000 + 10000 – 8000  = 62,5 % 8000                                                                                                                      
Dividend Discount Model – Perhitungan harga saham sekarang yang menyatakan bahwa nilai saham sama dengan present value dari semua dividen yang diharapkan di terima di masa yang akan datang.
 Image
H – Time horizon for your investment.
Example
Diramalkan bahwa PT. XYZ akan membayar dividen sebesar $3, $3.24, and $3.50 untuk 3 tahun yang akan datang. Pada tahun ketiga, kalian mengantisipasi menjual saham dengan harga pasar sebesar $94.48. Berapakah harga saham apabila diketahui 12% expected return?
Image
Dividen Bertumbuh Secara Konstan (Constant Growth Model)
Dividen tumbuh sesuai dengan tingkat pertumbuhan perusahaan
Model ini mengasumsikan bahwa dividen tumbuh pada suatu tingkat tertentu (g) / konstan
Model ini cocok untuk perusahaan yang mature dengan pertumbuhan yang stabil
P0 = D0(1+g)/Ks-g
                                                                                                       
Saham yg memberikan sejumlah dividen yang tetap jumlahnya dalam waktu yang tak terbatas
Karena saham preferen tidak mempunyai tanggal jatuh tempo, maka penilaian saham preferen merupakan suatu perpetuitas.
Dps
Kps
P0 = Nilai saham preferen
Dps = dividend saham preferen
Kps = tingkat return yang disyaratkan pd saham preferen

Contoh: Microsoft mempunyai saham preferen dengan dividen yang dibayarkan sebesar Rp1.500 tiap tahun. Tingkat return yang diinginkan investor adalah 14%. Berapa nilai sekarang saham preferen?
V=Dp/kp
   = 1500/0,14
   = Rp  10.714,28

C.     INDEKS SAHAM
Untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang perkembangan bursa kepada publik, BEI menyebarkan data pergerakan harga saham melalui media cetak dan elektronik. Satu indikator pergerakan harga saham tersebut adalah indeks harga saham. Saat ini, BEI mempunyai tujuh macam indeks saham: IHSG, menggunakan semua saham tercatat sebagai komponen kalkulasi Indeks.
Indeks sektoral, menggunakan semua saham yang masuk dalam setiap sektor.
Indeks LQ45 menggunakan 45 saham terpilih setelah melalui beberapa tahapan seleksi.
Indeks Individual, yang merupakan Indeks untuk masing-masing saham didasarkan harga dasar.
Jakarta Islami Index, merupakan Indeks perdagangan saham syariah.
Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan, indeks yang didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.
Indeks kompas100, menggunakan 100 saham pilihan harian kompas
  1. Jenis jenis indeks saham
Kendati IHSG sudah bisa menjadi indikator pergerakan pasar secara keseluruhan tapi sebagai investor tentunya tidak puas jika untuk melihat perkembangan harga dan pasar, hanya berpedoman pada satu indikator saja. Terlebih lagi sebagaimana kita ketahui saham yang diperdagangkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia struktur industrinya berbeda-beda. Jadi dengan alasan itu, maka BEI membentuk lagi beberapa indikator perdagangan, misalnya ada saham yang perhitungan indeksnya disatukan secara sektoral, ada yang individu saja dan ada pula yang berdasarkan kelompok, misalnya syariah, properti, dan indeks saham blue chips (likuid). Karena itu kini indikator perdagangan di BEI jumlah dibagi dalam beberapa kelompok, mulai dari Indeks Harga Saham Individu (IHSI), Indeks Harga Saham Sektoral, Indeks Harga Saham Likuid-45 (Indeks LQ-45), Indeks Harga saham Syariah atau yang disebut dengan Jakarta Islamic Index (JII).
Indeks Individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat di BEI. Selanjutnya IHSI berubah sesuai dengan kondisi pasar. Setelah IHSI kita juga mengenal Indeks Harga Saham Sektoral (IHSS). IHSS ini sebagaimana namanya menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor, misalnya sektor keuangan, pertambangan, pertanian, perumahan dan properti, perbankan dan lain-lain. Di BEI sendiri indeks sektoral terbagi atas sembilan sektor yaitu: pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, dan manufaktur. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG (Composite Stock Price Index), menggunakan semua saham yang tercatat sebagai komponen penghitungan indeks.
Sementara itu untuk Indeks LQ 45, yaitu indeks yang terdiri 45 saham pilihan dengan mengacu kepada 2 variabel yaitu likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap 6 bulan terdapat saham-saham baru yang masuk ke dalam LQ 45 tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Index) merupakan indeks yang terdiri 30 saham yang bisnis dan industrinya sesuai dengan syariat Islam. Jadi JII ini mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan syariah.
Dengan kata lain, dalam Indeks ini dimasukkan saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Saham-saham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti: Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang; Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional; Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram; Usaha yang memproduksi, mendistribusi dan atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.
Di samping indikator perdagangan yang dibuat sesuai dengan jenis industrinya, BEI juga mengelompokan saham-saham yang masuk dalam kategori papan utama dan papan pengembangan. Yang masuk dalam kategori saham papan utama (main board) dan papan pengembangan (development board) ini adalah saham yang dikelompokkan sesuai dengan papan pencatatannya. Sederhananya papan utama adalah saham-saham yang kapitalisasinya besar. Sedangkan saham-saham pengembangan adalah saham-saham yang baru tercatat di BEI, dengan kapitalisasi yang lebih kecil.

D.    INDEKS HARGA SAHAM
Informasi mengenai kinerja pasar saham seringkali diringkas dalam suatu indeks yang di sebut indeks pasar saham (stock market indexes). Indeks pasar saham merupakan indikator yang mencerminkan kinerja saham saham pasar. Karena merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga-harga saham, maka indeks pasar saham juga disebut indeks harga saham (stock market index).
 Indeks Harga Saham : Indeks yang menggambarkan perubahan – perubahan atau pergerakan harga masing – masing saham sejak pertama kali di keluarkan sampai pada periode tertentu. Indeks saham ini menunjukkan kinerja emitten
 Indeks Harga Saham di bagi menjadi :
  1. Indeks Harga Saham Individual
  2. Indeks Harga Saham Gabungan
         a. Seluruh Saham
         b. Kelompok Saham ( Indeks LQ 45, & JII)
         c. Jenis Usaha ( Sektoral )
 Harga saham akan mengalami perubahan jika terjadi perubahan harga dasar saham secara teoritis yaitu harga penyesuaian akibat adanya aksi emitten seperti : Pembagian deviden saham, saham bonus, stock split, redemption, right issue dll. Indeks harga saham adalah indikator atau cerminan pergerakan harga saham. Indeks merupakan salah satu pedoman bagi investor untuk melakukan investasi di pasar modal, khususnya saham.
 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan semua Perusahaan Tercatat sebagai komponen perhitungan Indeks. Agar IHSG dapat menggambarkan keadaan pasar yang wajar, Bursa Efek Indonesia berwenang mengeluarkan dan atau tidak memasukkan satu atau beberapa Perusahaan Tercatat dari perhitungan IHSG. Dasar pertimbangannya antara lain, jika jumlah saham Perusahaan Tercatat tersebut yang dimiliki oleh publik (free float) relatif kecil sementara kapitalisasi pasarnya cukup besar, sehingga perubahan harga saham Perusahaan Tercatat tersebut berpotensi mempengaruhi kewajaran pergerakan IHSG.Menggambarkan suatu rangkaian informasi historis mengenai pergerakan harga masing – masing saham, sampai pada tanggal tertentu. Indeks ini merupakan bentuk pengukuran kinerja suatu saham di bursa efek.
 Indeks Saham Individual
SI = ( Ps / P base ) x 100 %
SI = Indeks Saham Individual
Ps = Harga Penutupan
Pbase = Harga Perdana
 ika PT. Bank Karya pada tanggal 11 Nov 08 mencatatkan harga saham perdananya Rp. 1000,- diakhir sesi transaksi sebesar Rp. 1250,- tentukan nilai SI nya?
SI = ( Ps / Pbase ) x 100 %
SI = ( 1250 / 1000 ) x 100 % = 125 %
Artinya saham PT. Bank Karya mengalami kenaikan sebesar 25 poin.
 Indeks Harga Saham : Indeks yang menggambarkan perubahan – perubahan atau pergerakan harga saham gabungan seluruh saham sejak pertama kali di keluarkan sampai pada periode tertentu. Indeks ini menunjukkan kinerja suatu saham gabungan di bursa efek . Indeks Harga Saham Kelompok  Menggambarkan rangkaian informasi historis mengenai pergerakan harga saham kelompok suatu saham, sampai pada tanggal tertentu.
 Indeks Harga Saham Gabungan atau yang lebih dikenal dengan IHSG, tentu menjadi sebuah istilah yang akrab di telinga sebagian masyarakat. Terlebih bagi para investor pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks yang mengukur harga saham yang dijual di bursa. Secara garis besar merupakan suatu alat ukur/indikator dari pergerakkan harga-harga saham yang ditransaksikan di suatu bursa efek dalam kurun waktu tertentu. Bagi investor, IHSG dapat dijadikan suatu pedoman dalam mengambil keputusan berinvestasi namun ini tidak mutlak harus diikuti karena dalam memutuskan untuk membeli atau menjual saham hendaknya berdasarkan informasi yang tepat dan matang, tingkat pertumbuhan yang diharapkan dan jangka waktu yang ditetapkan. IHSG merupakan salah satu indikator penting bagi perekonomian suatu Negara.
 Naik turunnya IHSG menunjukkan naik turunnya minat investasi, khususnya yang dilakukan melalui lantai bursa. Dibandingkan dengan bentuk-bentuk investasi lain, investasi di lantai bursa memang lebih genuine dalam mengukur minat publik dalam berinvestasi. IHSG bisa menunjukkan kemampuan lingkungan ekonomi dalam menarik minat investor. Secara sederhana naiknya IHSG menggambarkan bahwa lingkungan ekonomi tampak semakin menarik bagi investor.
Image

E.     PERKEMBANGAN IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (disingkat IHSG, dalam BahasaInggris disebut juga Jakarta Composite Index, JCI, atau JSX Composite) merupakan salah satu indekspasarsaham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI; dahulu Bursa Efek Jakarta (BEJ)). Diperkenalkan pertama kali pada tanggal 1 April 1983, sebagai indikator pergerakan harga saham di BEJ, Indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI. Hari Dasar untuk perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982. Pada tanggal tersebut, Indeks ditetapkan dengan Nilai Dasar 100 dan saham tercatat pada saat itu berjumlah 13 saham. Posisi tertinggi yang pernah dicapai IHSG adalah 3.357,032 poin yang tercatat pada 15 September 2010.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan salah satu indikator untuk membantu pergerakan harga saham. IHSG merupakan gambaran bagi para investor untuk melakukan investasi portofolio di pasar modal. Dengan melihat IHSG para investor dapat memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi di pasar modal seperti harga saham dan keuntungan yang akan diperoleh. Walaupun demikian kemungkinan-kemungkinan ini bisa saja tidak sesuai dengan harapan yang ingin didapat oleh para investor setelah mereka melakukan investasi portofolio tersebut, karena tingkat risiko yang akan diterima hampir sama dengan tingkat keuntungan yang akan diraih. Jadi dengan adanya IHSG ini sangat membantu para investor untuk melakukan investasi portofolio di pasar modal.
Image
Pada tahun 1992 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia berada pada posisi 274,34 dengan tingkat keuntungan atau return IHSG yang diraih sebesar 18,4 persen. Sedangkan pada tahun 1993 IHSG meningkat menjadi berada pada posisi 588,77 dengan tingkat return IHSG yang diraih meningkat juga menjadi sebesar 114,6 persen. Sedangkan pada pada tahun 1994 IHSG menurun menjadi berada pada posisi 469,64 dengan tingkat return yang diraih sebesar – 20,2 persen yang diakibatkan oleh perekonomian yang belum stabil. Dan pada tahun-tahun berikutnya IHSG dan return IHSG mengalami fluktuasi yang diakibatkan oleh belum kondusifnya perekonomian dalam negeri baik dari segi ekonomi, sosial,dan keamanan.
Pada tahun 1998 IHSG di Indonesia berada pada posisi 398,03 dengan return yang diterima menurun menjadi sebesar 0,9 persen. Hal ini disebabkan karena terjadinya krisis moneter yang melanda Indonesia sehingga menyebabkan harga-harga barang naik secara keseluruhan yang diakibatkan oleh terpuruknya mata uang nasional. Dan juga menyebabkan para investor banyak yang mengalami kerugian sehingga banyak perusahaan yang harus bangkrut. Dan pada tahun-tahun berikutnya IHSG serta returnnya mengalami fluktuasi yang diakibatkan oleh terjadinya pergantian presiden dari masa orde baru ke masa reformasi dan terjadinya kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan perekonomian tidak stabil.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) atau composite stock price index menggunakan seluruh saham tercatat sebagai komponen penghitungan indeks. Masing-masing pasar modal memiliki indeks yang dibentuk berdasarkan saham-saham yang dipakai sebagai dasar dalam perhitungan indeks haraga. Sebagai contoh IHSG di masing-masing negara memiliki tingkat perkembangan yang berbeda. Tabel 3.4 menyajikan perkembangan IHSG di Asia Pasifik termasuk indonesia selama tahun 2005 hingga 2007. Dalam tiga tahun tersebut perkembangan IHSG di indonesia menunjukkan pertumbuhan yang baik mencapai lebih dari 51% dan berada pada peringkat ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pasar modal di Indonesia semakin membaik.
Tabel 3.4 Perkembangan IHSG di Asia Pasifik 2005-2007
Panel B : Perkembangan IHSG di Asia Pasifik 2006-2007
Image
Pada tahun 2008 IHSG di Indonesia menurun menjadi berada posisi 1.355,41 dengan return yang diraih menurun menjadi sebesar – 50,6 persen. Hal ini disebabkan karena terjadinya krisis finansial di Amerika Serikat sehingga banyak perusahaan-perusahaan mengalami kebangkrutan yang berefek pada banyaknya para investor yang mengalami kerugian yang sangat besar dan berefek pada investasi portofolio yang ada di pasar modal mengalami penurunan drastis

F.     METODE PERHITUNGAN IHSG
  1. Metode perhitungan IHSG
  • Metode Rata – Rata
Penjumlahan harga saham yang di transaksikan dibagi dengan faktor pembagi tertentu. IHSG dengan Metode rata – rata di rumuskan : IHSG = ( Jumlah Ps / Jumlah Pbase )
  • Metode Rata – Rata tertimbang
Metode ini menggunakan pembobotan harga pasar saham dan harga dasar saham. Metode yang di gunakan :
 -     Metode Paasche ( IHSG = Jumlah Ps x Ss / Jumlah Pbase x Ss ) Ss = jumlah saham beredar ( outstanding shares )
 -     Metode Laspeyres ( IHSG = Jumlah Ps x So / Jumlah Pbase x So ) So = Jumlah saham yang dikeluarkan pada hari dasar.
Pertama-tama akan dihadirkan metode-metode yang umumnya digunakan untuk menyusun indeks saham. Secara umum, ada dua jenis rumusan untuk membentuk indeks saham. Pertama rumus atau metode yang dikenal dengan nama Weighted Average. Rumusnya adalah (Sigma)PxQ/Nd kemudian dikali dengan 100.
P adalah harga saham di pasar reguler. Q adalah bobot saham (jumlah saham yang tercatat di Bursa HYPERLINK “http://bursa.ariefew.com/bursa-efek-indonesia/”Efek Indonesia). Nd adalah nilai dasar, yaitu nilai yang dibentuk berdasarkan jumlah saham yang tercatat di BEI yang masuk dalam daftar penghitungan indeks.
Nilai dasar bisa berubah jika ada aksi korporasi yang menyebabkan jumlah saham berkurang atau bertambah. Sederhananya, setiap saham dihitung terlebih dahulu kapitalisasi pasar. Kemudian dijumlahkan seluruh kapitalisasi pasar per saham atas sahamsaham yang diperhitungkan dalam indeks, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan dengan 100. kapitalisasi pasar per saham yang di total ini berbeda dengan nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI, karena ada sahamsaham yang tidak perhitungkan dalam penghitungan indeks.
Saham saham yang tidak diperhitungkan ini menjadi rahasia BEI. Pihak BEI memiliki kriteria sendiri atas sahamsaham yang bisa dimasukkan dalam penghitungan IHSG. Jadi boleh dibilang, IHSG merupakan nilai representatif atas ratarata harga seluruh saham di BEI berdasarkan jumlah saham tercatat. Itulah kenapa disebut sebagai Weightened Average nilai harga ratarata terhadap bobot atau jumlah saham.
Rumus kedua adalah apa yang disebut sebagai Average. Penghitungannya mirip dengan rumus pertama. Hanya saja, tidak memasukkan bobot atau jumlah saham tercatat dalam penghitungan. Rumusnya adalah (Sigma)P/Nd dikali 100. dimana p adalah Harga Penutupan di Pasar Reguler,x adalah Jumlah Saham, dan d adalah Nilai Dasar.Metode ini dipakai oleh indeks saham industri Dow Jones (Dow Jones Industrial Average/DJIA). Alasan indeks ini tidak memasukkan bobot sebagai pengali harga saham karena DJIA merupakan indeks 30 saham terpilih di bursa New York.
Sebanyak 30 saham yang masuk dalam DJIA diasumsikan telah memiliki bobot yang setara, sehingga penghitungan bobot dianggap tidak perlu lagi. Sebagai catatan, 30 saham ini boleh dibilang mewakili setiap industri di Amerika Serikat (AS) dan memiliki likuiditas transaksi yang tinggi. Kalau boleh disamakan, indeks LQ45 memiliki karakter yang mirip dengan DJIA, meskipun rumus penghitungan yang dipakai tetap sama seperti rumus yang dipakai dalam menghitung IHSG. Dasar perhitungan IHSG adalah jumlah Nilai Pasar dari total saham yang tercatat pada tanggal 10 HYPERLINK “http://id.wikipedia.org/wiki/10_Agustus”Agustus 1982. Jumlah Nilai Pasar adalah total perkalian setiap saham tercatat (kecuali untuk perusahaan yang berada dalam program restrukturisasi) dengan harga di BEJ pada hari tersebut. Formula perhitungannya adalah sebagai berikut:
Perhitungan Indeks merepresentasikan pergerakan harga saham di pasar/bursa yang terjadi melalui sistem perdagangan lelang. Nilai Dasar akan disesuaikan secara cepat bila terjadi perubahan modal emiten atau terdapat faktor lain yang tidak terkait dengan harga saham. Penyesuaian akan dilakukan bila ada tambahan emiten baru, HMETD (right issue), partial/company listing, waran dan obligasi konversi demikian juga delisting. Dalam hal terjadi stock split, dividen saham atau saham bonus, Nilai Dasar tidak disesuaikan karena Nilai Pasar tidak terpengaruh. Harga saham yang digunakan dalam menghitung IHSG adalah harga saham di pasar reguler yang didasarkan pada harga yang terjadi berdasarkan sistem lelang.
Perhitungan IHSG dilakukan setiap hari, yaitu setelah penutupan perdagangan setiap harinya. Dalam waktu dekat, diharapkan perhitungan IHSG dapat dilakukan beberapa kali atau bahkan dalam beberapa menit, hal ini dapat dilakukan setelah sistem perdagangan otomasi diimplementasikan dengan baik.

G.     TUJUAN PENILAIAN SAHAM
Saham merupakan aset finansial yang dapat dijadikan investasi Penilaian saham dilakukan utk menentukan apakah saham yg akan dibeli atau dijual akan memberikan tingkat return yang sesuai dengan return yang diharapkan.
Nilai saham dibedakan menjadi:
  • nilai buku,
  • nilai pasar, dan
  • nilai instrinsik.
 Nilai buku (book value)
Nilai buku per lembar saham adalah nilai aktiva bersih (net assets) yang dimiliki pemilik dengan memiliki satu lembar saham .Dilihat dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan .
 Nilai pasar (market value)
Harga saham dibursa saham pada saat tertentu .Ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar bursa .
Nilai intrinsik (intrinsik value)
Nilai sebenarnya / seharusnya dari suatu saham . Alon investor menghitung nilai instrinsik saham untuk memutuskan strategi investasinya .
Jika nilai pasar  > nilai instrinsik > overvalued > jual
Jika nilai pasar < nilai instrinsik > undervalued >beli.
 Menentukan nilai intrinsik
-          Analisis fundamental
            Menghitung nilai instrinsik menggunakan data keuangan perusahaan
-          Analisis teknikal
Menghitung nilai instrinsik dari data perdagangan saham (harga dan volumen penjualan ) yang telah lalu .
 1.     Analisis teknikal
Terdapat pola pergerakan harga saham yang diyakini akan berulang . Menggunakan grafik (chart) untuk menemukan pola pergerakan harga saham . Support level
  • Tingkat kisaran harga, pada saat analis mengharapkan akan terjadi peningkatan yang signifikan atas permintaan saham di pasar ( lower boundary = batas bawah ) Resistance level .
  • Tingkat kisaran harga, pada saat analisis berharap terjadi peningkatan yang signifikan atas penawaran saham di pasar ( upper boundary = batas atas) 
  • Image
 Analisis ini merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham dengan mengamati perubahan harganya diwaktu lalu. Analisis ini didasarkan pada argumen bahwa : Harga saham menerminkan informasi yang relevan . Informasi yang relevan ditunjukan oleh perubahan harga di waktu lalu . Perubahan harga saham akan mempunyai pola  tertentu dan pola tersebut akan berulang . Alat analisis pada analisis teknikal adalah didasarkan pada grafik atau chart , sehingga para penganut aliran ini sering disebut chartist .
2.     Analisis fundamental
Tahapan :
  • Proses analisis “Top-down”.
  • Analisis ekonomi dan pasar modal
  • Analisis industri
  • Analisis perusahaan
Analisis ekonomi
Terdapat hubungan yang erat antara kondisi ekonomi global dan nasional terhadap kinerja pasar modal suatu negara, apalagi terhadap suatu perusahaan. Menganalisis variabel ekonomi makro suatu negara, spt: Produk domestik bruto (GNP), Tingkat pengangguran, tingkat inflasi, kurs valuta asing, investasi swasta, dan tingkat bunga.
 Analisis industri
Diperlukan untuk memilih industri yg memiliki prospek yang menguntungkan.
Beberapa penelitian menyebutkan;
  • Industri yang berbeda mempunyai tingkat return yang berbeda
  • Tingkat return masing-masing industri berbeda disetiap tahunnya
  • Tingkat return perusahaan-perusahaan di suatu industri yang sama, terlihat cukup beragam
  • Tingkat risiko industri juga beragam
  • Tingkat risiko suatu industri relatif stabil sepanjang waktu
 Daur hidup industri (dikaitkan dengan nilai penjualan):
 Terhadap Permulaan  Pertumbuhan  Kedewasaan  Stabil  Penurunan Persaingan dalam industri  Michael Porter Five Forces of Competitive  Internal Rivalry, New Entrants, Supplier, Consumers, dan Substitution.
 Analisis perusahaan
~ Analisis Fundamental:
Ada dua pendekatan dalam analisi fundamental:
  • Present value approach (capitalization of income method)
  • Price earning ratio approach.
1. Present value approach
  •  nilai saham dihitung dg mendiskontokan arus kas masa depan yg diterima investor (diwakili o/ dividen)  dividend discounted model
 2.     P/E ratio approach
  • rasio harga pasar saham terhadap laba
  • menunjukkan berapa besar investor menilai harga saham dari kelipatan laba yang dilaporkan perusahaan.
        Dua  komponen utama dalam menganalisis perusahaan adalah Earning per share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER).Kedua komponen dpt dipakai mengestimasi nilai instrinsik saham ,dividen yang dibayarkan berasal dari earning dan ada hubungan antara perubahan earning dengan perubahan harga saham.

H.     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IHSG
Sekarang akan dibahas mengenai faktor-faktor apa saja yang membuat level IHSG bergerak naik atau turun. Pertama tentunya harga saham. Namun tidak hanya itu. Kenaikan atau penurunan tajam harga satu saham memang berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Namun seberapa besar kenaikan itu mempengaruhi IHSG tergantung pada bobot saham tersebut.
Jadi sederhananya, kenaikan atau penurunan IHSG sangat bergantung pada pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar. Berangkat dari sinilah kemudian muncul beberapa saham yang disebutsebut sebagai motor penggerak IHSG. Sebut saja saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Saham ini memiliki saham tercatat mencapai 20,159 miliar saham. Dengan harga saat ini sebesar Rp 8.700, maka kapitalisasi pasar TLKM mencapai Rp 175,383 triliun.Nilai itu mencapai 10% dari total nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI yang masuk dalam penghitungan IHSG. Kapitalisasi pasar BEI saat ini sekitar Rp 1.700 triliun. Dengan kapitalisasi pasar sebesar itu, kenaikan atau penurunan harga sebesar Rp 50 poin saja akan memberikan pengaruh pada level IHSG.
 Saham TLKM memang tercatat sebagai saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI. Lain halnya dengan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Saham BNBR yang tercatat di BEI mencapai 93,721 miliar saham, jauh lebih besar dari TLKM. Akan tetapi, harga saham BNBR saat ini sebesar Rp 127 yang berarti nilai kapitalisasi pasar BNBR sebesar Rp 11,902 triliun. Angka tersebut tidak sampai 1% dari kapitalisasi pasar BEI.  Jadi, meskipun BNBR mengalami kenaikan harga atau penurunan harga sebesar 35% pun tidak akan memberi pengaruh besar terhadap perubahan level IHSG. Lain halnya jkalau suatu saat harga saham BNBR mencapai Rp 5.000, dapat dipastikan kenaikan atau penurunan tipis harga saham BNBR akan memberi pengaruh besar pada level IHSG.
 Oleh sebab itu, jika level IHSG naik tajam, dapat dipastikan hal itu didorong oleh kenaikan hargaharga saham berkapitalisasi besar atau yang lebih dikenal sebagai Huge Cap. Jadi wajar saja, kalau saham TLKM naik tajam, level IHSG pun akan terkerek naik secara tajam pula.Kelemahan penghitungan ini adalah karena rumus ini memasukkan sahamsaham yang kurang aktif diperdagangkan serta memasukkan faktor bobot atau jumlah saham secara keseluruhan dalam penghitungannya. Contohnya, saham TLKM hanya ditransaksikan sebanyak 1 lot dan mengalami kenaikan sebesar Rp 300 hari ini. Kapitalisasi pasar yang terbentuk mewakili seluruh 20,159 miliar saham TLKM. Jadi level IHSG sudah pasti akan terangkat.
 Dan metode ini ikut memasukkan sahamsaham yang kurang aktif diperdagangkan, malah terkadang tergolong saham tidur. Ini akan memangkas representasi pasar IHSG secara riil, karena sahamsaham yang tidak ditransaksikan ikut dimasukkan dalam penghitungannya. Kendati demikian, BEI menganggap metode yang dipakai ini sudah cukup mewakili pergerakan seluruh saham harian di lantai bursa.

I.     KEGUNAAN IHSG
            Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berguna untuk melihat perubahan harga saham secara keseluruhan di pasar. Baik kenaikan maupun penurunan harga saham di lantai bursa bisa dilihat dari kenaikan dan penurunan IHSG ini.Misalkan, nilai IHSG selama tiga hari berturut-turut adalah 4.937,417; 4.899,354; dan 4.925,152, hal ini berarti ada penurunan harga 38,063 poin dari hari ke-dua terhadap hari sebelumnya dan terjadi kenaikan 25,798 poin dari hari ke-dua ke hari ke-tiga.
             Penurunan IHSG atau kenaikan IHSG ini bukan menyatakan seluruh harga saham yang tercatat di bursa mengalami penurunan atau kenaikan. Kenaikan IHSG ini menyatakan bahwa harga saham yang tercatat di bursa tersebut cenderung mengalami kenaikan lebih banyak dan lebih besar daripada harga saham yang mengalami penurunan. Begitu pula dengan IHSG yang turun, hal ini menyatakan bahwa penurunan harga cenderung lebih banyak dan lebih besar daripada harga saham yang mengalami kenaikan. Artinya investor yang melihat IHSG mengalami kenaikan belum tentu harga saham yang sedang portofolionya mengalami kenaikan.
           Ada kemungkinan IHSG yang sedang naik di mana harga saham yang dalam portofolionya mengalami penurunan dikarenakan saham-saham yang harganya turun pada pasar dan pada perhitungan IHSG. IHSG bisa digunakan untuk melihat perkembangan harga saham dari waktu ke waktu atau dari sejak IHSG tersebut dihitung. IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dihitung mulai Agustus tahun 1982 dengan nilai 100 dan hingga hari ini IHSG telah mencapai angka 4978. Hal ini berarti IHSG BEI telah mengalami kenaikan 48,7 kali dari nilai awal IHSG.
           Dengan waktu yang panjang tersebut, harga saham di bursa mengalami kenaikan dan penurunan. Bila ditelusuri, ada harga saham di BEI yang telah naik sebesar kenaikan IHSG tersebut. Namun, ada juga harga saham yang tidak banyak berubah dari harga semula atau harga IPO.
           Kegunaan lain dari IHSG adalah sebagai patokan untuk portofolio saham bagi investor atau manajer investasi. Angka yang digunakan sebagai perhitungan dalam bentuk persentase bila IHSG digunakan sebagai patokan. Jika kenaikan IHSG lebih tinggi daripada kenaikan portofolio investor atau manajer investasi, portofolio yang dikelola tidak berkinerja baik. Kinerja portofolio dianggap berkinerja bagus jika kenaikan IHSG lebih rendah daripada kenaikan portofolio investasi investor atau manajer investasi.

J .     INDEKS HARGA SAHAM
    • Angka Dasar
      • Indeks harga saham merupakan cermin dari fluktuasi harga saham di pasar yang dinyatakan dalam suatu angka dan didasarkan pada angka dasar tertentu
      • Angka dasar merupakan angka indeks awal sebelum harga pasar terbentuk
      • Angka dasar ditetapkan oleh masing-masing Bursa Efek, yaitu 100, 500, atau 1.000
  • Perubahan
    • Begitu harga pasar terbentuk untuk detik yang pertama kali, berarti indeks harga saham sudah berubah, mungkin di atas mungkin di bawah angka dasar
    • Dalam setiap detik perdagangan efek terjadi transaksi bursa, sehingga angka indeks saham individu dan indeks saham gabungan berubah
  • Perubahan Total Nilai Dasar
  • Indeks harga saham berubah karena harga saham di pasar berubah
  • Indeks harga saham juga dapat berubah karena perubahan total nilai dasar saham
  • Perubahan total nilai dasar saham terjadi karena perusahaan mengeluarkan modal saham tambahan melalui right issue, waran, dan convertible bonds
  • Saham bonus dan split tidak mengubah total nilai dasar 
  • Struktur Modal: Sebelum dan Sesudah Right Issue

Image
  • Jenis –Jenis
  • Jenis-jenis indeks harga saham, yaitu:
o   Indeks harga saham individu
o   Indeks harga saham parsial
o   Indeks harga saham gabungan (composite index)
      Setiap pihak boleh membuat indeks parsial untuk kepentingan sendiri
  • Return Saham
    • Indeks harga saham banyak digunakan untuk menganalisis return saham Return saham yang dihitung dengan menggunakan harga saham dalam rupiah sangat berbahaya apabila selama periode pembanding harga tersebut telah terjadi corporate action
  • Return Saham dengan Adjusted Price
    • Penggunaan rupiah hanya dibenarkan dalam menghitung return saham, jika harga pasar sebelum corporate action disesuaikan dengan corporate action sehingga terbentuk adjusted price .Harga pasar sekarang (setelah corporate action) dibandingkan dengan adjusted price akan menghasilkan return yang benar
  • Return Tahunan
    • Untuk menghitung return tahunan dari sejumlah saham yang diteliti, tentu akan sangat sukar mencari adjusted price setiap jenis saham yang diteliti itu, sehingga cara ini tidak prakti
  • Return dengan Indeks Individu
    • Cara yang mudah untuk menghitung return saham bulanan atau tahunan adalah dengan menggunakan indeks harga saham individu, karena tidak perlu memperhatikan lagi ada tidaknya corp orate action
  • Return dalam Rupiah
    • Jika dalam suatu periode waktu tidak ada tindakan corporate action yang dilakukan perusahaan yang return-nya akan dianalisis, maka harga saham dalam nilai rupiah dapat digunakan
  •         Apabila masih ingin menggunakan harga saham dalam nilai rupiah walaupun ada tindakan corporate action, maka harga             saham sebelum corporate action harus disesuaikan atau dikoreksi secara proporsional
  • Estimasi Return
            Mengetahui secara pasti berapa return yang akan diperoleh dari suatu investasi di masa mendatang adalah pekerjaan yang sangat sulit, bahkan mustahil. Return investasi hanya bisa diperkirakan melalui pengestimasian. Return investasi di masa datang adalah return harapan dan sangat mungkin berlainan dengan return aktual yang diterima. Jika seorang investor misalnya mengharapkan return suatu investasi sebesar 10%, maka mungkin saja tingkat return aktual yang akan diperoleh tidak sama dengan 10%, bisa kurang atau lebih. Pada dasarnya, tingkat return harapan sebesar 10% tersebut hanyalah sebuah angka etimasi yang kenyataannya mungkin bisa di bawah atau di atas angka tersebut.
Berikut ini akan diberikan contoh perhitungan return harapan dari suatu sekuritas ABC berdasarkan skenario kondisi ekonomi seperti dalam tabel 4.1. di bawah ini:
Image
Perhitungan return harapan dari sekuritas ABC tersebut bisa dihitung rumus 4.2 di atas, seperti berikut ini :
E(R) = [(0,30) (0,20)] + [(0,40) (0,15)] + [(0,30) (0,10)]
         = 0,15
           Jadi, return harapan dari sekuritas ABC adalah 0,15 atau 15%
  • Metode aritbmetic mean adalah metode perhitungan statistik yang biasa kita pakai untuk menghitung nilai rata-rara, dan biasanya diberi simbol x bar .secara matematis ,rumus arithmatic
  • bisa dituliskan sebagai berikut :
  • Image

  • Dimana  adalah penjumlahan nilai return selama suatu periode n adalah total jumlah periode .
  •  Contoh : Aset ABC selama 5 tahun memberikan return berturut-turut sebagai berikut:
  • Tahun Return (%) Return Relatif (1 + return)

  • Return berdasar metode arithmetic mean: Return berdasar metode geometric mean:

  • Hasil perhitungan metode arithmetic mean diatas adalah nilail rata-rata return selama 5 tahun. Akan tetapi metode arithmetic mean   kadangkala bisa menyesatkan terutama jikapola distribusi return
  • selama suatu periode mengalami presentase perubahan yang sangat fluktuatif .oleh karena itu , ada suatu metode lain yang disebut sebagai geometric mean , yang bisa menggambbarkan secacra lebih akurat “nilai rata –rata yang sebenarnya “ dari suatu distribusi return selama suatu periode tertentu .
 rumus untuk menghitung geometric mean adalah sebagai berikut :
Image

  • Dalam hal ini Rn adalah return relatif pada periode n . return relatif diperbolehkan dari penjumlahan  1,0 terhadap return . penambahan nilai 1,0 tersebut berguna untuk menghilangkan niali negatif
  • dalam perhitungan geometric mean .jika distribusi return aset ABC seperti tabel diatas ,mamka kita hitung denga metode geometric mean , maka hasil yang kita dapatkan adalah
G = [(1 + 0,1525) (1 + 0,2035) (1 – 0,1750) (1 - 0,1075)
(1 + 0,1540)]1/5 – 1
= [(1,1525) (1,2035) (0,8250) (0,8925) (1,1540)]1/5 – 1
= (1,1786) 1/5 – 1
= 1,0334 – 1
= 0,334 = 3,34%
Dari perbandingan perhitungan kedua metode ini , hasil perhitungan metode geometric mean lebih kecil dari hasil perhitungan metode  arithmetic mean . mengapa demikian ? hal ini disebabkan perhitungan geometric mean adalah perhitungan yang bersifat pelipatgandaan (compounding) dari aliran return selama periode tertentu .perhitungan seperti ini memang menghasilkan nilai yang lebih kecil dibanding perhitungann  arithmetic mean . disamping itu , geometric mean selalu bernilai lebih kecil kareana metode ini merefleksikan variabilitas return dalam suatu periode tertentu .Kapan sebaiknya kita menggunakan geometricmean atau  arithmetic mean  untuk menghitung tingkat perubahan aliran return pada periode yang bersifat serial dan kumulatif (misalnya 5 atau 10 tahun berturut-turut  ),sebaiknya menggunakan metode geometric mean ,sedangkan arithmetic mean kan lebih baik dipakai untuk menghitung nilai rata –rata aliran return yang  tidak bersifat kumulatif

K.     ANALISIS SAHAM 
  • Tipe Investor
 Image
  • Pendekatan Relatif
    • Analisis saham yang mudah dipraktikkan adalah pendekatan relatif, yang meliputi:
o   Price Earnings Ratio (PER)
o   Price Dividend Ratio (PDR)
o   Price Book Value Ratio
  • Estimasi Harga
  • Dalam menentukan estimasi harga yang akan digunakan untuk mengajukan tawaran beli dan tawaran jual, kita dapat menggunakan rumus:       P = E × R atau P = D × R atau P = B × R
  • R atau ratio diambil dari pengalaman sebelumnya, sementara rata-rata bulanan/tahunan E (earnings), D (dividend), dan B (book value) diestimasi berdasarkan laporan keuangan terakhir yang diterbitkan, sehingga selalu berubah setiap ada terbitan baru
  • P.E.R dan Siklus Ekonomi: Up Trend
 Image

  • Dividend Discounted Cash Flow
  • Pendekatan dividend discounted cash flow tidak berlaku jika:
o   Growth lebih besar daripada k (cost of capital)
o   Tidak ada pembagian dividen tunai
o   Dividen tunai berubah setiap tahun
  • Estimasi Harga Menurun
  • Jika ROE turun dan plowback ratio tetap, maka estimasi harga saham akan menurun
  • WARANT and RIGHT
  • Warant
  • Suatu opsi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham pd harga yang telah ditentukan.
  • Biasanya warrant diterbitkan bersama obligasi. Sebagai bonus krn membeli obligasi
  • Sebagai pemanis/sweetener penerbitan obligasi
         Right
  • Para pemegang saham mempunyai hak option untuk membeli sejumlah saham baru.
  • Setiap pemegang saham mempunyai satu right untuk setiap lembar saham yang dimiliki.
  • Apabila pemegang saham tidak ingin membeli tambahan saham baru maka ia bisa menjual rights nya ke orang yang mau membeli saham tersebut.
Image
Referensi
  1. Brigham, Eugene F dan Michael C. Ehrhardt (2005) Financial Management : Theory and Practice. Eleventh Edition, Cincinnati, Ohio South-Western Publishing Company, (BE)
  2. Brealey, Richard A, Steward C. Meyer, dan Frnklin Allen (2006). Corporate Finance, Eight Edition. New York : Irwin/Mc Graw-Hill. (BMA)
  3. Ross, Stephen A, Randolph W. Westerfield, dn Jeffrey Jaffe (2005). Corporate Finance. New York : McGraw-Hill/Irwin (RWJ)
  4. DeMello, Ji (2006), Cases in Finance. Second Edition. (Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Ika Permatasari). New York : Irwin/M-Graw-Hill. (D)
  5. Suwandi dan Bambang Sudiatno. Manajemen Keuangan. Bahan Modul Kuliah.
  6. Searching Internet, a.l.:http://id.wikipedia.org/wiki/Stora_Kopparberg, jakarta stock exchange; www.idx.co.id, www.yahoo.finance.com

Rabu, 16 April 2014

Aktualisasi diri



Aktualisasi diri
Assalamualaikum wr.wb , pertama saya akan menjelaskan biodata saya nama saya Sriningsih anak pertama  dari 2 bersaudara .
Kenapa anda memilih gunadarma dan jurusan akutansi , memangnya anda lulusan mana ?
Pertama saya akan menjelaskan kalo saya sriningsih lulusan sekolah menengah keatas (SMK) jurusan akutansi ,memang banyak orang yang berfikir kalau lulusan SMK itu pasti bisa langsung kerja saya juga berpikiran seperti itu setelah saya lulus sambil menunggu ijasah saya nyari kerja bersama teman teman memang dari awal bapak sudah bilang kalau saya disuruh lanjut sekola tapi saya pikir itu cuman bercanda jadi saya tidak berpikir buat belajar sama sekali saya malah sibuk mencari kerja akhirnya saya dapat kerja baru seminggu kerja saya sakit nah dari situ saya gag kerja lagi waktu mau mendekati perkuliahan baru saya disuruh nanya nanya tempat kuliah mana yang dekat dan harganya terjangkau yaudah saya ikuti saya cari cari dan akhirnya dapet universitas gunadarma, pertama daftar saya ngambil sekolah malam jurusan akutansi tapi di gundar kalimalang tidak ada padahal saya berpikiran mau kerja juga disitu tapi karena tidak ada saya ganti jadi pagi deh dan mengikuti.
Apa kekurangan dan kelebihan anda ?
Setau saya sih kekurangan saya itu lola dalam mengikuti pelajaran sebelum guru atau dosen didepan saya ngasih contoh langsung baru saya dapat mengikutinya ,dari smp saya itu keras kepala saya baru sadar memikirkannya waktu saya menjelang kuliah saya selalu gag mau ikutin kata orang tua kalo orang tua bilang gag boleh tapi saya diam diam masih suka aja jalanin tanpa pengetahuan orang tua walaupun ujung ujungnya saya kena omel juga sama orang tua , kalo kata orang saya itu egois saya gag tau saya egois dimana tapi kalo menurut saya itu benar ya saya ungkapin keorang itu tapi mungkin iya gag terima .saya itu orangnya susah nabung setiap mau beli sesuatu pasti harus nunggu orang tua dulu soalnya saya pernah mencoba nabung tapi gag tau kenapa pasti uangnya abis entah kemana saya juga binngung mangkanya sekarang saya kalau punya uang banyak sya memilih dibelikan barang supaya ada bentuknya soalnya kalau hanya disimpan pasti lama lama uang itu abis .
Kelebihan saya , kalau menurut saya si kelebihan saya itu bisa nahan emosi walupun kadang kadang suka hilaf ,sekarng saya lagi belajar pokoknya setiap mau marah pasti saya bilang “astagfiruloh” itu saya baru jalanin saat saya lulus smk dan sampai sekarang makin lama makin baik
Ceritakan apa cita – cita kamu ?
Cita – cita saya berubah rubah dulu sewaktu saya masih sd cita – cita saya mau jadi guru tapi karena teman teman saya banyak yang cerita yang jelek tentang guru saya jadi gag mau jadi guru , padahal kemaren pas lulus smk bapak pernah nawarin universitas negri disukabumi tapi itu jurusannya memang akutansi tapi lulusannya khusus jadi guru dan saya tidak mau karena cita-cita saya sekarang dan nanti saya mau jadi Direktur Bank atau Accounting perusahaan .
            Ceritakan tujuan anda setelah lulus apa ?
Kalau ditanya soal tujuan sudah pasti tujuan saya banyak , setelah lulus saya harus dan wajib untuk mencari pekerjaan saya mau mengumpulkan uang untuk naikin haji kedua orang tua saya dulu setelah itu baru saya mau lanjut lagi mengambil s2 , sekarang saya sedang berusaha untuk mengejar beasiswa digundar jika dapat uang semester saya akan saya buat tabungan untuk bapak saya buat umroh setelah saya dapat beasiswa saya akan mengejar progam s2 .
            Demikian cerita saya ini pokoknya intinya saya cuman mau bahagiain “BAPAK “ saya walaupun semuanya bukan keinginan saya tapi akan saya lakukan dengan iklhas jika itu permintaan bapak saya .semangat saya itu bapak saya saya menjalani ini semua cuman buat bapak saya gag ada keinginan lain kecuali buat bahagiain bapak saya jika bapak saya sudah bahagia baru saya memikirkan keinginan saya J