Analisis portofolio manajemen investasi
Pengertian Teori Portofolio
Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian.
Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian.
Teori
portofolio menurut para ahli :
Harry M. Makowitz (1927)
Teori portofolio adalah pendekatan investasi yang diprakarsai oleh Harry M. Makowitz (1927) seorang ekonom lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize di bidang ekonomi pada tahun 1990. Teori portofolio berkaitan dengan estimasi investor tehadap ekspektasi risiko dan return, yang diukur secara statistik untuk membuat portofolio investasinya. Markowitz menjabarkan cara mengkombinasikan aset ke dalam diversifikasi portofolio yang efisien. Dalam portofolio ini, risiko dapat dikurangi dengan menambah jumlah jenis aset ke dalam portofolio dan tingkat expected
return dapat naik jika investasinya terdapat perbedaan pergerakan harga dari aset-aset yang dikombinasi tersebut (“Harry Max Markowitz”) Pada prakteknya para pemodal pada sekuritas sering melakukan diversifikasi dalam investasinya dengan mengkombinasikan berbagai sekuritas, dengan kata lain mereka membentuk portofolio.
Harry M. Makowitz (1927)
Teori portofolio adalah pendekatan investasi yang diprakarsai oleh Harry M. Makowitz (1927) seorang ekonom lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize di bidang ekonomi pada tahun 1990. Teori portofolio berkaitan dengan estimasi investor tehadap ekspektasi risiko dan return, yang diukur secara statistik untuk membuat portofolio investasinya. Markowitz menjabarkan cara mengkombinasikan aset ke dalam diversifikasi portofolio yang efisien. Dalam portofolio ini, risiko dapat dikurangi dengan menambah jumlah jenis aset ke dalam portofolio dan tingkat expected
return dapat naik jika investasinya terdapat perbedaan pergerakan harga dari aset-aset yang dikombinasi tersebut (“Harry Max Markowitz”) Pada prakteknya para pemodal pada sekuritas sering melakukan diversifikasi dalam investasinya dengan mengkombinasikan berbagai sekuritas, dengan kata lain mereka membentuk portofolio.
Menurut
Husnan (2003:45)
Menurut Husnan (2003:45), portofolio berarti
sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas
mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada
masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas (pemodal melakukan
diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung. Pemilihan
sekuritas ini dipengaruhi antara lain oleh preferensi risiko, pola kebutuhan
kas, status pajak, dan sebagainya.
Dalam kenyataannya kita akan sulit membentuk portofolio yang terdiri dari semua kesempatan investasi, karena itu biasanya dipergunakan suatu wakil (proxy) yang terdiri dari sejumlah besar saham atau indeks pasar. Contohnya di Bursa Efek Jakarta yang menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Indeks LQ45
Evaluasi Kinerja Portofolio
Dalam tahap evaluasi, pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung.
Dalam kenyataannya kita akan sulit membentuk portofolio yang terdiri dari semua kesempatan investasi, karena itu biasanya dipergunakan suatu wakil (proxy) yang terdiri dari sejumlah besar saham atau indeks pasar. Contohnya di Bursa Efek Jakarta yang menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Indeks LQ45
Evaluasi Kinerja Portofolio
Dalam tahap evaluasi, pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung.
Menurut Husnan (2003:45),
tidaklah benar jika portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi
mesti lebih baik dari portofolio lainnya.
Menurut John (2005:53), Kerja besar dikerahkan untuk pembentukan portofolio. Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian. Teori portofolio mengasumsikan bahwa investor yang rasional menolak untuk meningkatkan risiko tanpa disertai peningkatan pengembalian yang diharapkan. Hubungan antara risiko yang diterima dan pengembalian yang
diharapkan merupakan dasar bagi keputusan pinjaman dan investasi modern. Makin besar risiko atas investasi atau pinjaman, makin besar tingkat pengembalian yang diinginkan untuk menutup risiko tersebut.
Menurut John (2005:53), Kerja besar dikerahkan untuk pembentukan portofolio. Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian. Teori portofolio mengasumsikan bahwa investor yang rasional menolak untuk meningkatkan risiko tanpa disertai peningkatan pengembalian yang diharapkan. Hubungan antara risiko yang diterima dan pengembalian yang
diharapkan merupakan dasar bagi keputusan pinjaman dan investasi modern. Makin besar risiko atas investasi atau pinjaman, makin besar tingkat pengembalian yang diinginkan untuk menutup risiko tersebut.
Manajemen
Investasi Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai
instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam
bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah,
public authorities, maupun perusahaan swasta.
Menurut Usman (1990:62), umumnya
surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi
surat berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan. Surat
berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat berharga
yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham.
Investasi merupakan
komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan saat ini
dengan tujuan agar dapat memperoleh keuntungan di masa mendatang atau bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan investor (kesejahteraan moneter) (Kasmir,
2001). Sedangkan menurut Sharpe, Alexander, dan Bailey (1997), investasi dalam
arti luas adalah mengorbankan dolar sekarang untuk dolar pada masa depan,
dengan dua atribut berbeda yang melekat yaitu risiko dan waktu.
Investasi
porrtofolio
http://cashroyalti.blogspot.com/2011/10/pengertian-investasi-portofolio.html
Setelah
mengetahui apa yang dimaksud dengan investasi, tibalah saatnya melakukan
investasi. Pertanyaan yang muncul kemana kita akan melakukan ivestasi tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahui alternatif-alternatif
investasi.
Secara garis
besar, lahan investasi secara umum dapat dibagi dua, yaitu real asset
investment and financial asset investment.
Real asset
investment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real.
Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk
menunjukkan sektor diluar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian
dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real
adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh dari real
asset investment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau
barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian disewakan, membeli
lukisan untuk dijual kembali dan masih banyak lagi.
Ciri-ciri
investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak. diperlukan dan
informasi bisa didapat secara langsung dari lapangan, karena obyek investasinya
bisa dilihat secara nyata, misalnya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat
kita lihat langsung dari tampilan bangunan-bahan bangunannya baik, warnanya
cocok, ukurannya tepat dan lain sebagainya.
Sedang financial
asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga
disebut portfolio investment (investasi portofolio) adalah
komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities),
yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai
dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya,
sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi
hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future.
Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang
di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.
Ciri-ciri
investasi di sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor
real adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian
informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahuhan atau proposal.
Karena manajemen investasi menyajikan teori-teori tentang Portofolio, maka
konsentrasi kita akan kita curahkan pada investasi di sektor keuangan ini.
Selain
memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatkan
Profesi, yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar
profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis di industri keuangan ini lebih
mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut
diperlukan standar tertentu. Kepercayaan, menjadi sangat penting karena
“komoditi” yang menjadi obyek transaksi adalah “barang” tak berwujud, yaitu
hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemilik kertas tersebut
memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya. Bahkan dalam sistem perdagangan
tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEJ (Bursa Efek Jakarta)
investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya
laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak
ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan.
BEBERAPA PRINSIP INVESTASI YANG WAJIB KITA
KETAHUI
http://mrdenni.blog.com/financial-beberapa-prinsip-investasi-yang-wajib-kita-ketahui/
1. Harus sadari 100% bahwa ini bisnis yg
beresiko tinggi.
sehingga anda perlu melakukan manajemen resiko dan
strategi sebelum melakukan investasi.
Kenapa demikian…??? Karena tidak ada jaminan berapa lama sebuah bisnis investasi dapat bertahan. Kalau suatu hari perusahaan bubar, maka anda harus siap dengan resiko kehilangan dana investasi anda.
Kenapa demikian…??? Karena tidak ada jaminan berapa lama sebuah bisnis investasi dapat bertahan. Kalau suatu hari perusahaan bubar, maka anda harus siap dengan resiko kehilangan dana investasi anda.
2. Sejarah membuktikan bahwa belum ada
bisnis investasi yg bertahan lama saat ini.
Dari yg pernah ada, maximal bertahan 2,5 tahun,
bahkan ada yg 1 bulan pun sudah bubar. Untuk itu telitilah sebelum bergabung,
dan kita berharap suatu hari akan ada bisnis investasi yg bisa bertahan lama.
3. Jangan bernafsu dalam melakukan
investasi, walaupun perusahaan yg kita ikuti rutin melakukan pembayaran.
Karena kita tidak bisa menebak apa yg akan terjadi
esok harinya. Kesalahan besar yg sering dilakukan oleh banyak orang adalah
karena nafsu ini. Karena terlalu idealis dengan perusahaan investasi yg
diikutinya, maka banyak orang berspekulasi memasukkan seluruh keuangan yg
mereka punya, bahkan ada yang berhutang, menggadaikan rumahnya, dengan harapan
bisa memperoleh keuntungan besar. Namun yg sering terjadi malah sebaliknya,
pada saat apes perusahaan bubar, maka jadi stress dan gigit jari.
4. Bagilah investasi anda di beberapa
tempat yg menurut anda masih layak untuk dilakukan investasi.
Jangan hanya menumpuk pada satu perusahaan. Jika
salah satu perusahaan bubar, maka anda masih bisa menutupi kerugian anda dari
keuntungan investasi di tempat lain. Karena saat ini sangat banyak sekali
penawaran investasi, dan sebagian besar di antaranya hanya bertujuan untuk
menipu. {JANGAN MENARUH SEMUA TELUR KITA HANYA DALAM SATU KERANJANG SAJA}
5. Pilihlah perusahaan yang memang
melakukan Trading, jika dia perusahaan Trading.
Karena kita tahu bahwa perusahaan ini memang
melakukan transaksi perdagangan (trading) untuk memutarkan investasi para
member. Tapi kita tetap harus menyadari tidak selalu setiap trading itu menang.
Jadi tidak boleh idealis dalam berinvestasi. Banyak juga perusahaan yg
menyatakan dirinya trading, namun sebenarnya tidak ada trading tapi hanya
mengumpulkan uang sesaat saja. {TELITI SEBELUM MEMBELI}
6. Jika anda pernah gagal, lalu KAPOK…!!,
Maka anda tidak akan pernah mendapatkan apa pun dalam dunia investasi selain
kegagalan.
Namun jika kegagalan itu dievaluasi untuk
pelajaran, lalu anda memperbaiki diri untuk investasi selanjutnya, maka anda
akan mendapat ilmu yang berharga.
INGAT….!!!
Pengalaman adalah guru yang baik. Lakukan Manajemen Resiko anda dan tulis prinsip investasi anda sebelum memulai terjun di bidang investasi.
INGAT….!!!
Pengalaman adalah guru yang baik. Lakukan Manajemen Resiko anda dan tulis prinsip investasi anda sebelum memulai terjun di bidang investasi.
7. Bisnis Investasi adalah Bisnis MOMENTUM.
Anda harus tahu kapan saat yg tepat untuk masuk dan
kapan saat untuk keluar.
Belajarlah untuk cepat mengambil keputusan, karena anda bermain dengan waktu.
Belajarlah untuk cepat mengambil keputusan, karena anda bermain dengan waktu.
8. KALO SAYA JOIN KE ANDA JAMINANNYA
APA..????
Lagi-Lagi pertanyaan soal jaminan yg paling sering
terdengar diberbagai bisnis investasi baik online atau offline.
Ini pertanyaan khas PEMULA di bisnis investasi. Khawatir kehilangan uang, khawatir rugi. Tapi gak mau belajar bagaimana caranya manajemen resiko. Di dunia ini tdk ada satu hal pun yg bisa dijamin secara mutlak, KECUALI KEMATIAN.
Bahkan asuransi jiwa pun yg nerima duitnya bukan anda.
Khusus untuk bisnis investasi online, yg paling penting itu bukan APA JAMINANNYA, tapi TRANSPARANSI PROGRAMNYA.
Ini pertanyaan khas PEMULA di bisnis investasi. Khawatir kehilangan uang, khawatir rugi. Tapi gak mau belajar bagaimana caranya manajemen resiko. Di dunia ini tdk ada satu hal pun yg bisa dijamin secara mutlak, KECUALI KEMATIAN.
Bahkan asuransi jiwa pun yg nerima duitnya bukan anda.
Khusus untuk bisnis investasi online, yg paling penting itu bukan APA JAMINANNYA, tapi TRANSPARANSI PROGRAMNYA.
9. Kalau anda khawatir kehilangan uang,
sebaiknya anda berpikir lagi.
Karena yg lebih perlu anda kuatirkan adalah
kehilangan kepercayaan dari orang lain, kehilangan rasa malu, kehilangan
keyakinan terhadap agama anda, atau bahkan kehilangan nyawa, bukan uang.
Dalam berbagai ukuran kapasitas baik secara kualitas maupun kuantitas, resiko tidak pernah lepas dari kehidupan anda & bukan hanya di Bisnis Investasi.
Saat anda melamar atau dilamar seseorang untuk menjadi Istri atau Suami anda, apakah anda meminta jaminan & yakin sdh terjamin, selama perjalanan pernikahan anda Istri/Suami anda TIDAK MENGHIANATI ANDA??
Atau saat anak anda lahir, apakah anak kita meminta jaminan kepada kita bahwa dia bisa menjadi orang yg sukses dimasa yang akan datang bila mengikuti asuhan & bimbingan kita…???
Apakah anda bisa menjamin dan memastikan nya…???
Sebaik apapun kita berupaya, resiko kegagalan tetap akan ada.
Yuk kita renungkan kata2 bijak dari winston churchil ini:
“Seseorang yang tdk berani mengambil resiko hanya akan berakhir pada satu hal yaitu PENYESALAN.
Sedangkan orang yang berani mengambil resiko akan memperoleh kepastian APAKAH UPAYANYA BERHASIL atau GAGAL”.
SELAMAT MENGGUNAKAN RASIONAL ANDA.
Dalam berbagai ukuran kapasitas baik secara kualitas maupun kuantitas, resiko tidak pernah lepas dari kehidupan anda & bukan hanya di Bisnis Investasi.
Saat anda melamar atau dilamar seseorang untuk menjadi Istri atau Suami anda, apakah anda meminta jaminan & yakin sdh terjamin, selama perjalanan pernikahan anda Istri/Suami anda TIDAK MENGHIANATI ANDA??
Atau saat anak anda lahir, apakah anak kita meminta jaminan kepada kita bahwa dia bisa menjadi orang yg sukses dimasa yang akan datang bila mengikuti asuhan & bimbingan kita…???
Apakah anda bisa menjamin dan memastikan nya…???
Sebaik apapun kita berupaya, resiko kegagalan tetap akan ada.
Yuk kita renungkan kata2 bijak dari winston churchil ini:
“Seseorang yang tdk berani mengambil resiko hanya akan berakhir pada satu hal yaitu PENYESALAN.
Sedangkan orang yang berani mengambil resiko akan memperoleh kepastian APAKAH UPAYANYA BERHASIL atau GAGAL”.
SELAMAT MENGGUNAKAN RASIONAL ANDA.
10. Perhatikan dialog ini:
“Mas, mau tanya nih .. BO (Bisnis Online) yg itu aman gak sih..?”
“Maksudnya apa ya…?”
“Gini mas, sy mau gabung di salah satu BO, trus apa ada izin atau apa gitu yg elegalitaskan BO tersebut, syukur-syukur ada kantornya…trus SIAPA YANG MENJAMIN UANG KITA KALO KITA INVESTASI DI SANA ??”
“Oo .. itu toh, sebelum saya jawab, gantian saya mau tanya dulu….”
“Boleh, apa mas..?”
“Bank Century ada kantornya, ada izin-nya dan lengkap lagi, trus GIMANA NASIB PARA NASABAH NYA SEKARANG??”
UANGNYA KEMBALI GAK KE MEREKA…????”
“Hmmnn .. wah saya gak bisa jawab mas”.
“Makanya , segala sesuatu di dunia ini tdk ada yg kekal…semua bisa terjadi.
Semuanya hanya Tuhan lah yg menentukannya.
Jadi, kalo ada kesempatan baik mengapa harus kita tolak??
Tidak ada bisnis apapun di dunia ini baik Online maupun Offline yg tidak ada reskonya.
Wong dagang saja kita gak selalu untung.
BETUL KAN??”
“Mas, mau tanya nih .. BO (Bisnis Online) yg itu aman gak sih..?”
“Maksudnya apa ya…?”
“Gini mas, sy mau gabung di salah satu BO, trus apa ada izin atau apa gitu yg elegalitaskan BO tersebut, syukur-syukur ada kantornya…trus SIAPA YANG MENJAMIN UANG KITA KALO KITA INVESTASI DI SANA ??”
“Oo .. itu toh, sebelum saya jawab, gantian saya mau tanya dulu….”
“Boleh, apa mas..?”
“Bank Century ada kantornya, ada izin-nya dan lengkap lagi, trus GIMANA NASIB PARA NASABAH NYA SEKARANG??”
UANGNYA KEMBALI GAK KE MEREKA…????”
“Hmmnn .. wah saya gak bisa jawab mas”.
“Makanya , segala sesuatu di dunia ini tdk ada yg kekal…semua bisa terjadi.
Semuanya hanya Tuhan lah yg menentukannya.
Jadi, kalo ada kesempatan baik mengapa harus kita tolak??
Tidak ada bisnis apapun di dunia ini baik Online maupun Offline yg tidak ada reskonya.
Wong dagang saja kita gak selalu untung.
BETUL KAN??”
11. JADILAH INVESTOR SEJATI
A) Senang ketika mendapatkan hasil dan tenang ketika mengalami kerugian.
B) Selalu berusaha untuk MANDIRI.
C) Siap untuk segala resiko terburuk yang bakal dialami.
D) Tidak menyalahkan orang lain, upline atau yg mengenalkan suatu BO ketika anda mengalami kegagalan.
E) Selalu berbagi info yang baik dengan seksama INVESTOR.
F) Tidak menghitung keuntungan yang didapatkan orang lain.
G) Tidak sombong ketika berhasil.
H) Pandai bersyukur dan juga menerima kadar ketentuan peraturan.
I) Selalu berpikir positif & berprasangka baik sebelum semua jelas.
J) Sabar dalam menjalankan proses ketika mengalami kelambatan.
( INTROPEKSI LEBIH BAIK DARI PADA MENGKOREKSI )
A) Senang ketika mendapatkan hasil dan tenang ketika mengalami kerugian.
B) Selalu berusaha untuk MANDIRI.
C) Siap untuk segala resiko terburuk yang bakal dialami.
D) Tidak menyalahkan orang lain, upline atau yg mengenalkan suatu BO ketika anda mengalami kegagalan.
E) Selalu berbagi info yang baik dengan seksama INVESTOR.
F) Tidak menghitung keuntungan yang didapatkan orang lain.
G) Tidak sombong ketika berhasil.
H) Pandai bersyukur dan juga menerima kadar ketentuan peraturan.
I) Selalu berpikir positif & berprasangka baik sebelum semua jelas.
J) Sabar dalam menjalankan proses ketika mengalami kelambatan.
( INTROPEKSI LEBIH BAIK DARI PADA MENGKOREKSI )
12. ADA 3 NICE STORIES
1. Suatu wkt,semua penduduk desa berdo’a memohon hujan.
Pada hari semua org berkumpul untk berdo’a,ada satu anak yg membawa payung.
-ITULAH IMAN-
2. Teladan dari seorang bayi berusia 1 thn.
Ketika Anda melontarkan dia ke udara,dia tertawa,krn dia tau Anda akan menangkapnya.
-ITULAH PERCAYA-
3. Setiap malam kita tidur,kita tdk tau apakah kita masih akan hidup esok hari,tapi kita masih saja MEMPUNYAI RENCANA untuk besok.
-ITULAH HARAPAN-
Jadi,dlm hidup ini,kita perlu memiliki IMAN,KEPERCAYAAN & HARAPAN.
Bisakah mengisi air ke sebuah gelas yg sudah penuh…???
Gak mungkin bisa.
Kalaupun bisa, tentunya akan meluap keluar.
Supaya bisa mengisinya, kita harus mengosongkan atau menumpahkan sebagian isinya.
APAKAH MAKNA ILUSTRASI INI….???
1. Jika ingin maju, kita harus mengosongkan atau menghilangkan EGOISME kita, mau belajar & diajari.
Kita akan sulit menerima pembelajaran jika EGOISME masih ada.
Mungkin di bidang ini, kita adalah pakarnya, tetapi di bidang lain, kita gak ada apa2 nya.
2. Rajin & sering2 lah memberi dengan tulus ikhlas.
Ketika memberi, seseorang sedang mengosongkan atau menumpahkan sebagian rezekinya, gelas rezekinya bisa diisi.
Bagaimana mungkin bisa menambah rezeki jika tidak pernah membagikan rezeki….??
Ingat akan Hukum tanam & petik…
3. Ketika kehilangan, itu tandanya kita sedang mengosongkan gelas rezeki karena lupa berbagi.
1. Suatu wkt,semua penduduk desa berdo’a memohon hujan.
Pada hari semua org berkumpul untk berdo’a,ada satu anak yg membawa payung.
-ITULAH IMAN-
2. Teladan dari seorang bayi berusia 1 thn.
Ketika Anda melontarkan dia ke udara,dia tertawa,krn dia tau Anda akan menangkapnya.
-ITULAH PERCAYA-
3. Setiap malam kita tidur,kita tdk tau apakah kita masih akan hidup esok hari,tapi kita masih saja MEMPUNYAI RENCANA untuk besok.
-ITULAH HARAPAN-
Jadi,dlm hidup ini,kita perlu memiliki IMAN,KEPERCAYAAN & HARAPAN.
Bisakah mengisi air ke sebuah gelas yg sudah penuh…???
Gak mungkin bisa.
Kalaupun bisa, tentunya akan meluap keluar.
Supaya bisa mengisinya, kita harus mengosongkan atau menumpahkan sebagian isinya.
APAKAH MAKNA ILUSTRASI INI….???
1. Jika ingin maju, kita harus mengosongkan atau menghilangkan EGOISME kita, mau belajar & diajari.
Kita akan sulit menerima pembelajaran jika EGOISME masih ada.
Mungkin di bidang ini, kita adalah pakarnya, tetapi di bidang lain, kita gak ada apa2 nya.
2. Rajin & sering2 lah memberi dengan tulus ikhlas.
Ketika memberi, seseorang sedang mengosongkan atau menumpahkan sebagian rezekinya, gelas rezekinya bisa diisi.
Bagaimana mungkin bisa menambah rezeki jika tidak pernah membagikan rezeki….??
Ingat akan Hukum tanam & petik…
3. Ketika kehilangan, itu tandanya kita sedang mengosongkan gelas rezeki karena lupa berbagi.






AKHIR TAHUN PINJAMAN DI RATE SANGAT RENDAH.
BalasHapusHalo, aku Mrs. Sandra Ovia, pemberi pinjaman uang pribadi, yang Anda dalam utang? Anda membutuhkan dorongan keuangan? pinjaman untuk mendirikan sebuah bisnis baru, untuk bertemu dengan tagihan Anda, memperluas bisnis Anda di tahun ini dan juga untuk renovasi rumah Anda. Aku memberikan pinjaman untuk lokal, internasional dan juga perusahaan pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%. Anda dapat menghubungi kami melalui Email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Anda dipersilakan untuk perusahaan pinjaman kami dan kami akan memberikan yang terbaik dari layanan kami.