news studentsite

Senin, 26 Mei 2014

Analisis portofolio manajemen investasi dan perhitungan sistem perekonomian indonesia


Analisis portofolio manajemen investasi 
dan perhitungan sistem perekonomian indonesia 


Pengertian Teori Portofolio
Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian.
Teori portofolio menurut para ahli :
Harry M. Makowitz (1927)
Teori portofolio adalah pendekatan investasi yang diprakarsai oleh Harry M. Makowitz (1927) seorang ekonom lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize di bidang ekonomi pada tahun 1990. Teori portofolio berkaitan dengan estimasi investor tehadap ekspektasi risiko dan return, yang diukur secara statistik untuk membuat portofolio investasinya. Markowitz menjabarkan cara mengkombinasikan aset ke dalam diversifikasi portofolio yang efisien. Dalam portofolio ini, risiko dapat dikurangi dengan menambah jumlah jenis aset ke dalam portofolio dan tingkat expected
return dapat naik jika investasinya terdapat perbedaan pergerakan harga dari aset-aset yang dikombinasi tersebut (“Harry Max Markowitz”) Pada prakteknya para pemodal pada sekuritas sering melakukan diversifikasi dalam investasinya dengan mengkombinasikan berbagai sekuritas, dengan kata lain mereka membentuk portofolio.

Menurut Husnan (2003:45)
Menurut Husnan (2003:45), portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas (pemodal melakukan diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung. Pemilihan sekuritas ini dipengaruhi antara lain oleh preferensi risiko, pola kebutuhan kas, status pajak, dan sebagainya.
Dalam kenyataannya kita akan sulit membentuk portofolio yang terdiri dari semua kesempatan investasi, karena itu biasanya dipergunakan suatu wakil (proxy) yang terdiri dari sejumlah besar saham atau indeks pasar. Contohnya di Bursa Efek Jakarta yang menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Indeks LQ45

Evaluasi Kinerja Portofolio

Dalam tahap evaluasi, pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung.
 Menurut Husnan (2003:45), tidaklah benar jika portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi mesti lebih baik dari portofolio lainnya.
Menurut John (2005:53), Kerja besar dikerahkan untuk pembentukan portofolio. Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian. Teori portofolio mengasumsikan bahwa investor yang rasional menolak untuk meningkatkan risiko tanpa disertai peningkatan pengembalian yang diharapkan. Hubungan antara risiko yang diterima dan pengembalian yang
diharapkan merupakan dasar bagi keputusan pinjaman dan investasi modern. Makin besar risiko atas investasi atau pinjaman, makin besar tingkat pengembalian yang diinginkan untuk menutup risiko tersebut.
Manajemen Investasi Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. 

Menurut Usman (1990:62), umumnya surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi surat berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan. Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. 

Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan saat ini dengan tujuan agar dapat memperoleh keuntungan di masa mendatang atau bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan investor (kesejahteraan moneter) (Kasmir, 2001). Sedangkan menurut Sharpe, Alexander, dan Bailey (1997), investasi dalam arti luas adalah mengorbankan dolar sekarang untuk dolar pada masa depan, dengan dua atribut berbeda yang melekat yaitu risiko dan waktu.
Investasi porrtofolio
http://cashroyalti.blogspot.com/2011/10/pengertian-investasi-portofolio.html

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan investasi, tibalah saatnya melakukan investasi. Pertanyaan yang muncul kemana kita akan melakukan ivestasi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahui alternatif-alternatif investasi.

Secara garis besar, lahan investasi secara umum dapat dibagi dua, yaitu real asset investment and financial asset investment.

Real asset investment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukkan sektor diluar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset investment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian disewakan, membeli lukisan untuk dijual kembali dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak. diperlukan dan informasi bisa didapat secara langsung dari lapangan, karena obyek investasinya bisa dilihat secara nyata, misalnya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan-bahan bangunannya baik, warnanya cocok, ukurannya tepat dan lain sebagainya.

Sedang financial asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga disebut portfolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.

Ciri-ciri investasi di sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor real adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahuhan atau proposal. Karena manajemen investasi menyajikan teori-teori tentang Portofolio, maka konsentrasi kita akan kita curahkan pada investasi di sektor keuangan ini.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatkan Profesi, yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis di industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut diperlukan standar tertentu. Kepercayaan, menjadi sangat penting karena “komoditi” yang menjadi obyek transaksi adalah “barang” tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemilik kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya. Bahkan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEJ (Bursa Efek Jakarta) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan.
BEBERAPA PRINSIP INVESTASI YANG WAJIB KITA KETAHUI
http://mrdenni.blog.com/financial-beberapa-prinsip-investasi-yang-wajib-kita-ketahui/
1. Harus sadari 100% bahwa ini bisnis yg beresiko tinggi.
sehingga anda perlu melakukan manajemen resiko dan strategi sebelum melakukan investasi.
Kenapa demikian…??? Karena tidak ada jaminan berapa lama sebuah bisnis investasi dapat bertahan. Kalau suatu hari perusahaan bubar, maka anda harus siap dengan resiko kehilangan dana investasi anda.
2. Sejarah membuktikan bahwa belum ada bisnis investasi yg bertahan lama saat ini.
Dari yg pernah ada, maximal bertahan 2,5 tahun, bahkan ada yg 1 bulan pun sudah bubar. Untuk itu telitilah sebelum bergabung, dan kita berharap suatu hari akan ada bisnis investasi yg bisa bertahan lama.
3. Jangan bernafsu dalam melakukan investasi, walaupun perusahaan yg kita ikuti rutin melakukan pembayaran.
Karena kita tidak bisa menebak apa yg akan terjadi esok harinya. Kesalahan besar yg sering dilakukan oleh banyak orang adalah karena nafsu ini. Karena terlalu idealis dengan perusahaan investasi yg diikutinya, maka banyak orang berspekulasi memasukkan seluruh keuangan yg mereka punya, bahkan ada yang berhutang, menggadaikan rumahnya, dengan harapan bisa memperoleh keuntungan besar. Namun yg sering terjadi malah sebaliknya, pada saat apes perusahaan bubar, maka jadi stress dan gigit jari.
4. Bagilah investasi anda di beberapa tempat yg menurut anda masih layak untuk dilakukan investasi.
Jangan hanya menumpuk pada satu perusahaan. Jika salah satu perusahaan bubar, maka anda masih bisa menutupi kerugian anda dari keuntungan investasi di tempat lain. Karena saat ini sangat banyak sekali penawaran investasi, dan sebagian besar di antaranya hanya bertujuan untuk menipu. {JANGAN MENARUH SEMUA TELUR KITA HANYA DALAM SATU KERANJANG SAJA}
5. Pilihlah perusahaan yang memang melakukan Trading, jika dia perusahaan Trading.
Karena kita tahu bahwa perusahaan ini memang melakukan transaksi perdagangan (trading) untuk memutarkan investasi para member. Tapi kita tetap harus menyadari tidak selalu setiap trading itu menang. Jadi tidak boleh idealis dalam berinvestasi. Banyak juga perusahaan yg menyatakan dirinya trading, namun sebenarnya tidak ada trading tapi hanya mengumpulkan uang sesaat saja. {TELITI SEBELUM MEMBELI}
6. Jika anda pernah gagal, lalu KAPOK…!!, Maka anda tidak akan pernah mendapatkan apa pun dalam dunia investasi selain kegagalan.
Namun jika kegagalan itu dievaluasi untuk pelajaran, lalu anda memperbaiki diri untuk investasi selanjutnya, maka anda akan mendapat ilmu yang berharga.
INGAT….!!!
Pengalaman adalah guru yang baik. Lakukan Manajemen Resiko anda dan tulis prinsip investasi anda sebelum memulai terjun di bidang investasi.
7. Bisnis Investasi adalah Bisnis MOMENTUM.
Anda harus tahu kapan saat yg tepat untuk masuk dan kapan saat untuk keluar.
Belajarlah untuk cepat mengambil keputusan, karena anda bermain dengan waktu.
8. KALO SAYA JOIN KE ANDA JAMINANNYA APA..????
Lagi-Lagi pertanyaan soal jaminan yg paling sering terdengar diberbagai bisnis investasi baik online atau offline.
Ini pertanyaan khas PEMULA di bisnis investasi. Khawatir kehilangan uang, khawatir rugi. Tapi gak mau belajar bagaimana caranya manajemen resiko. Di dunia ini tdk ada satu hal pun yg bisa dijamin secara mutlak, KECUALI KEMATIAN.
Bahkan asuransi jiwa pun yg nerima duitnya bukan anda.
Khusus untuk bisnis investasi online, yg paling penting itu bukan APA JAMINANNYA, tapi TRANSPARANSI PROGRAMNYA.
9. Kalau anda khawatir kehilangan uang, sebaiknya anda berpikir lagi.
Karena yg lebih perlu anda kuatirkan adalah kehilangan kepercayaan dari orang lain, kehilangan rasa malu, kehilangan keyakinan terhadap agama anda, atau bahkan kehilangan nyawa, bukan uang.
Dalam berbagai ukuran kapasitas baik secara kualitas maupun kuantitas, resiko tidak pernah lepas dari kehidupan anda & bukan hanya di Bisnis Investasi.
Saat anda melamar atau dilamar seseorang untuk menjadi Istri atau Suami anda, apakah anda meminta jaminan & yakin sdh terjamin, selama perjalanan pernikahan anda Istri/Suami anda TIDAK MENGHIANATI ANDA??
Atau saat anak anda lahir, apakah anak kita meminta jaminan kepada kita bahwa dia bisa menjadi orang yg sukses dimasa yang akan datang bila mengikuti asuhan & bimbingan kita…???
Apakah anda bisa menjamin dan memastikan nya…???
Sebaik apapun kita berupaya, resiko kegagalan tetap akan ada.
Yuk kita renungkan kata2 bijak dari winston churchil ini:
“Seseorang yang tdk berani mengambil resiko hanya akan berakhir pada satu hal yaitu PENYESALAN.
Sedangkan orang yang berani mengambil resiko akan memperoleh kepastian APAKAH UPAYANYA BERHASIL atau GAGAL”.
SELAMAT MENGGUNAKAN RASIONAL ANDA.
10. Perhatikan dialog ini:
“Mas, mau tanya nih .. BO (Bisnis Online) yg itu aman gak sih..?”
“Maksudnya apa ya…?”
“Gini mas, sy mau gabung di salah satu BO, trus apa ada izin atau apa gitu yg elegalitaskan BO tersebut, syukur-syukur ada kantornya…trus SIAPA YANG MENJAMIN UANG KITA KALO KITA INVESTASI DI SANA ??”
“Oo .. itu toh, sebelum saya jawab, gantian saya mau tanya dulu….”
“Boleh, apa mas..?”
“Bank Century ada kantornya, ada izin-nya dan lengkap lagi, trus GIMANA NASIB PARA NASABAH NYA SEKARANG??”
UANGNYA KEMBALI GAK KE MEREKA…????”
“Hmmnn .. wah saya gak bisa jawab mas”.
“Makanya , segala sesuatu di dunia ini tdk ada yg kekal…semua bisa terjadi.
Semuanya hanya Tuhan lah yg menentukannya.
Jadi, kalo ada kesempatan baik mengapa harus kita tolak??
Tidak ada bisnis apapun di dunia ini baik Online maupun Offline yg tidak ada reskonya.
Wong dagang saja kita gak selalu untung.
BETUL KAN??”
11. JADILAH INVESTOR SEJATI
A) Senang ketika mendapatkan hasil dan tenang ketika mengalami kerugian.
B) Selalu berusaha untuk MANDIRI.
C) Siap untuk segala resiko terburuk yang bakal dialami.
D) Tidak menyalahkan orang lain, upline atau yg mengenalkan suatu BO ketika anda mengalami kegagalan.
E) Selalu berbagi info yang baik dengan seksama INVESTOR.
F) Tidak menghitung keuntungan yang didapatkan orang lain.
G) Tidak sombong ketika berhasil.
H) Pandai bersyukur dan juga menerima kadar ketentuan peraturan.
I) Selalu berpikir positif & berprasangka baik sebelum semua jelas.
J) Sabar dalam menjalankan proses ketika mengalami kelambatan.
( INTROPEKSI LEBIH BAIK DARI PADA MENGKOREKSI )
12. ADA 3 NICE STORIES
1. Suatu wkt,semua penduduk desa berdo’a memohon hujan.
Pada hari semua org berkumpul untk berdo’a,ada satu anak yg membawa payung.
-ITULAH IMAN-
2. Teladan dari seorang bayi berusia 1 thn.
Ketika Anda melontarkan dia ke udara,dia tertawa,krn dia tau Anda akan menangkapnya.
-ITULAH PERCAYA-
3. Setiap malam kita tidur,kita tdk tau apakah kita masih akan hidup esok hari,tapi kita masih saja MEMPUNYAI RENCANA untuk besok.
-ITULAH HARAPAN-
Jadi,dlm hidup ini,kita perlu memiliki IMAN,KEPERCAYAAN & HARAPAN.
Bisakah mengisi air ke sebuah gelas yg sudah penuh…???
Gak mungkin bisa.
Kalaupun bisa, tentunya akan meluap keluar.
Supaya bisa mengisinya, kita harus mengosongkan atau menumpahkan sebagian isinya.
APAKAH MAKNA ILUSTRASI INI….???
1. Jika ingin maju, kita harus mengosongkan atau menghilangkan EGOISME kita, mau belajar & diajari.
Kita akan sulit menerima pembelajaran jika EGOISME masih ada.
Mungkin di bidang ini, kita adalah pakarnya, tetapi di bidang lain, kita gak ada apa2 nya.
2. Rajin & sering2 lah memberi dengan tulus ikhlas.
Ketika memberi, seseorang sedang mengosongkan atau menumpahkan sebagian rezekinya, gelas rezekinya bisa diisi.
Bagaimana mungkin bisa menambah rezeki jika tidak pernah membagikan rezeki….??
Ingat akan Hukum tanam & petik…
3. Ketika kehilangan, itu tandanya kita sedang mengosongkan gelas rezeki karena lupa berbagi.
Resiko Investasi
http://www.infovesta.com/infovesta/learning/learning.jsp?id=35

Biasanya, ada 3 resiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka akan melakukan investasi, yaitu :
Untuk mengurangi resiko, cara termudah adalah berinvestasi di berbagai sarana investasi. Cara ini disebut dengan membuat portofolio investasi. Tujuan dari cara ini adalah mengurangi kerugian investasi yang mungkin timbul dari suatu sarana investasi dengan menutupnya menggunakan keuntungan yang diperoleh dari sarana investasi yang lain. Misalnya berinvestasi pada reksa dana dan pada tabungan. Jika keduanya memberikan keuntungan maka investor tidak akan menderita kerugian.
Tetapi bagaimana jika salah satunya mengalami kerugian, misalnya nilai reksa dana turun atau bank dilikuidasi? Dengan adanya portofolio ini maka diharapkan kerugian salah satu investasi dapat dikurangi oleh keuntungan dari investasi lain. Kalau dua-duanya rugi, berarti itu cobaan jika investor menggunakan investasi secara syariah dan mungkin peringatan atau bahkan azab jika investasi tersebut tidak sesuai syariah.
Jadi inti mengurangi resiko investasi adalah portofolio : "jangan meletakkan banyak telur dalam satu keranjang" karena jika terjatuh, maka telur akan lebih banyak yang pecah dibandingkan jika ditaruh pada beberapa keranjang jika keranjang yang lain tidak jatuh.
  • 1. Turunnya Nilai Investasi
Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Karena tidak ada orang yang mau kehilangan uangnya. Akan tetapi, setiap investasi pasti ada resikonya. Perbedaannya hanya pada ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil.
Sekarang jika Anda berinvestasi, kita harus mempertimbangkan seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 20 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah bahwa itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang disebut dengan kerugian, sesekali memang harus kita alami. Karena dengan adanya kerugian, itu adalah pengalaman yang membuat kita jadi lebih banyak belajar dalam berinvestasi.
  • 2. Sulitnya Produk Investasi itu Dijual
Resiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual/diuangkan kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau menerima atau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang secara fisik robek, rusak atau kumal.
Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, yaitu mereka yang hobi akan lukisan juga, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan bagi orang yang menjualnya. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual.
  • 3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa.
Bayangkan jika Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai.
Mungkin beberapa dari Anda menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut.
Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin belum Anda ketahui, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.


Cara Mengurangi Resiko Investasi
Untuk mengurangi resiko, cara termudah adalah berinvestasi di berbagai sarana investasi. Cara ini disebut dengan membuat portofolio investasi. Tujuan dari cara ini adalah mengurangi kerugian investasi yang mungkin timbul dari suatu sarana investasi dengan menutupnya menggunakan keuntungan yang diperoleh dari sarana investasi yang lain. Misalnya berinvestasi pada reksa dana dan pada tabungan. Jika keduanya memberikan keuntungan maka investor tidak akan menderita kerugian.
Tetapi bagaimana jika salah satunya mengalami kerugian, misalnya nilai reksa dana turun atau bank dilikuidasi? Dengan adanya portofolio ini maka diharapkan kerugian salah satu investasi dapat dikurangi oleh keuntungan dari investasi lain. Kalau dua-duanya rugi, berarti itu cobaan jika investor menggunakan investasi secara syariah dan mungkin peringatan atau bahkan azab jika investasi tersebut tidak sesuai syariah.
Jadi inti mengurangi resiko investasi adalah portofolio : "jangan meletakkan banyak telur dalam satu keranjang" karena jika terjatuh, maka telur akan lebih banyak yang pecah dibandingkan jika ditaruh pada beberapa keranjang jika keranjang yang lain tidak jatuh.

Jenis-jenis Risiko dalam Investasi Saham di Pasar Modal

http://coki002.wordpress.com/jenis-jenis-risiko-dalam-investasi-saham-di-pasar-modal/
Risiko yang dapat menyebabkan penyimpangan tingkat pengembalian investasidapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. Systematic risk
Systematic risk disebut juga risiko pasar karena berkaitan dengan perubahaan yang terjadi di pasar secara keseluruhan, risiko ini terjadi karena kejadian diluar kegiatan perusahaan, seperti :
a.       Risiko inflasi
Inflasi akan mengurangi daya beli uang sehingga tingkat pengembalian setelah disesuaikan dengan inflasi dapat menurunkan hasil dari investasi tersebut.
b.      Risiko nilai tukar mata uang (kurs)
Perubahan nilai investasi yang disebabkan oleh nilai tukar mata uang asing menjadi risiko dalam investasi.
c.       Risiko tingkat suku bunga
Jika suku bunga naik maka return investasi yang terkait dengan suku bunga, misalnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) akan naik ini dapat menarik minat investor saham untuk memindahkan dana ke Sertifikat Bank Indonesia, sehingga banyak yang akan menjual saham dan harga saham akan turun oleh karena itu perubahan suku bunga akan mempengaruhi variabelitas return suatu investasi.Systematic risk disebut juga undiversible risk karena risiko ini tidak dapat dihilangkan atau diperkecil melalui pembentukan portofolio.
b.      Unsystematic risk
Unsystematic risk merupakan risiko spesifik perusahaan karena tergantung dari kondisi mikro perusahaan. Contoh unsystematic risk antara lain : risiko industri, operating laverage risk dan lain-lain. Risiko ini dapat diminimalkan dengan melakukan diversifikasi investasi pada banyak sekuritas dengan pembentukan portofolio, unsystematic risk disebut juga diversible risk.

Investasi dalam Real Asset dan Financial Asset

http://meylisa-tanumihardja.blogspot.com/2012/04/investasi-dalam-real-asset-dan.html
Pengertian Real Asset dan Financila Asset
Investasi merupakan penggunaan modal untuk menciptakan uang, baik melalui sarana yang menghasilkan pendapatan maupun melalui ventura  yang lebih berorientasi ke risiko, yang dirancang untuk mendapatkan perolehan modal (Downes dan Goodman dalam Warsono, 2001;1). Sedangkan menurut (Halim, 2005:4) investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang
Investasi pada umumnya dapat digolongkan menjadi dua bentuk yaitu, real asset dan financial asset. Real asset secara umum melibatkan asset berwujud seperti tanah, bangunan, dan mesin. Sedangkan financial asset adalah investasi berupa valas, deposito berjangka, saham dan obligasi yang diperdagangkan di pasar uang maupun pasar modal.”
Dari pengertian tersebut dapat diambil arti bahwa investasi dibagi menjadi:
1.     Real asset investment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukkan sektor diluar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset investment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian disewakan, membeli lukisan untuk dijual kembali dan masih banyak lagi.

2.     Financial Asset Investment (investasi disektor keuangan) atau sering juga disebut portfolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.

Dalam financial asset, keuntungan yang diperoleh cenderung tidak stabil bahkan jika jika kurang mengetahui kondisi pasar akan menyebabkan kerugian bagi investor. Tetapi kondisi inilah yang menjadi daya pikat bagi investor. Resiko yang besar dengan dibarengi dengan kemungkinan keuntungan yang besar menarik banyak minat. Jika investor ingin meninvestasikan uangnya dalam finance asset umumnya investor masuk dalam pasar uang atau pasar modal
Persamaan dan perbedaan real asset dan financial asset
http://nissanaridadarmaprasti.blogspot.com/2013/03/investasi-dalam-real-asset-dan.html
Persamaan

Jika pemodal menginvestasikan dananya pada suatu proyek (rencana investasi dan bukan di pasar modal maka dana tersebut akan digunakan untuk investasi real assets, dimana perusahaan akan membayarkan deviden kepada pemegang saham atas investasi tersebut. Namun bila pemodal memiliki pilihan investasi di tempat lain (pada financial assets) dan tidak harus pada proyek atau rencana investasi tersebut, maka dana tersebut akan dapat diberikan kepada para pemodal yang dapat mereka gunakan untuk investasi pada Financial Asset.
Perbedaan
investasi pada  real assets dan investasi pada  financial assets. Investasi pada real assets dilakukan dalam bentuk pembelianasset produktif, seperti pada pendirian pabrik, pembelian properti, dan sebagainya. Sedangkan investasi pada financial assets  dilakukan dengan membeli surat-surat berharga seperti obligasi, saham, reksadana dan lainnya
   Ciri – Ciri Real Asset dan Financial Asset
Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak. diperlukan dan informasi bisa didapat secara langsung dari lapangan, karena obyek investasinya bisa dilihat secara nyata, misalnya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan-bahan bangunannya baik, warnanya cocok, ukurannya tepat dan lain sebagainya.
Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatkan Profesi, yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis di industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut diperlukan standar tertentu.
Kepercayaan ,menjadi sangat penting karena “komoditi” yang menjadi obyek transaksi adalah "barang" tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemilik kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya. Bahkan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEJ (Bursa Efek Jakarta) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan
   
  Proses Investasi
Proses investasi menjelaskan bagaimana sebaiknya seoranginvestor melakukan investasi dalam sekuritas dengan membuat keputusanmengenai jenis sekuritas yang akan dipilih, berapa besar dan kapaninvestasi tersebut akan dilakukan. Menurut Suad Husnan (1993: 23)terdapat lima langkah yang mendasari pengambilan keputusan dalaminvestasi, yaitu :
1.      menentukan kebijakan investasi
2.      analisis sekuritas
3.      pembentukan portofolio
4.      revisi portofolio
5.      evaluasi kinerja portofolio. 

Implementasi Strategi Investasi (Alokasi Aset dan Optimisasi Portofolio)
1.       Asumsi Tingkat Pengembalian
Investor memiliki asumsi atas tingkat pengembalian yang dapat diterima.Argumen mengenai mean-reversion saham menyatakan bahwa harga saham yang tinggiatau rendah hanya bersifat sementara, pada akhirnya harga saham akan cenderungkembali ke tengah (rata-rata). Selain itu, return saham mengandung risiko yang harusdiperhitungkan. Tidak ada yang jaminan bahwa return yang diharapkan investor akandidapatkan dengan mudah. Hal ini menyebabkan investor berusaha mendapatkan returnyang lebih tinggi dengan melakukan optimisasi portofolio.
2.       Membentuk Portofolio
Investor menggunakan kebijakan investasi dan ekspektasi pasar modal untuk memilih portofolio atau aset. Pada pemilihan portofolio dan aset, investor harusmenentukan saham-saham mana saja yang sesuai untuk dimasukkan ke dalam portofolionya. Investor juga menggunakan prosedur optimisasi untuk memilih saham darisaham-saham yang sesuai dan menentukan berat (proporsi) saham pada portofolionya.Model Markowitz adalah model formal dari investasi yang dilakukan oleh investor
3.       Alokasi Aset
Alokasi aset berhubungan dengan keputusan untuk menentukan berat (proporsi) bagi kas, obligasi, atau saham yang akan dimiliki oleh investor. Keputusan ini sangat penting karena perbedaan alokasi atas aset akan menyebabkan perbedaan performa dari portofolio itu sendiri.Ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan investor. Faktor-faktor itu antara lainreturn yang disyaratkan, toleransi risiko dan umur dari investor itu sendiri. Investor yanglebih muda cendering bersifat risk taker. Sebaliknya, investor yang lebih tua cenderung bersifat risk averse. Perbedaan faktor yang diperhitungkan akan mempengaruhi alokasiaset investasi
4.       Alokasi Strategis Aset
Investor perlu melakukan prosedur simulasi yang digunakan untuk menentukankemungkinan range hasil yang dihubungkan dengan tiap-tiap komposisi aset. Simulasi ini akan memberikan gambaran mengenai keuntungan dan risiko yang mungkin akandiperoleh investor apabila memilih komposisi aset tersebut. Investor juga perlumembentuk strategi alokasi aset untuk jangka panjang
5.       Alokasi Taktis Aset
Perubahan atas komposiss aset yang dilakukan biasanya disebabkan oleh perubahan tingkat pengembalian yang diharapkan investor. Selain itu perubahankomposisi aset ini juga bisa dilakukan oleh investor dengan pendekatan market timing(waktu dimana pasar bergerak). Investor cenderung melakukan antisipasi atas perubahan pasar. Pada saat yang tepat, investor melakukan perubahan atas komposisi asetnya untuk mendapatkan keuntungan atau menjaga nilai asetnya.
Monitoring dan Penyesuian Portofolio
Monitoring
Keadaan investor dapat berubah karena beberapa alasan, yaitu sebagai berikut:
      Perubahan kesejahteraan yang mempengaruhi toleransi terhadap risiko
      Perubahan horizon investasi
      Perubahan kebutuhan likuiditas
      Perubahan aturan perpajakan
      Pertimbangan regulasi pemerintah
      Keadaan dan kebutuhan unik
Penyesuaian Portofolio
Komposisi portfolio tidak dimaksudkan untuk tetap sama . Yang paling pentingdiketahui adalah kapan harus melakukan penyeimbangan kembali (rebalancing). BiayaRebalancing mencakup:
1.Komisi broker 
2.Dampak dari perdagangan yang mungkin mempengaruhi harga pasar 
3.Aspek waktu dalam memutuskan untuk bertransaksi

Return Nominal vs Return Riil
Return investasi yang positif tetapi lebih kecil daripada inflasi periodik akanmengakibatkan total kekayaan investor bertambah secara nominal, tetapi berkurangsecara riil.Ilustrasinya, seorang investor yang hanya mendapatkan return sebesar 10% dalamsatu tahun saat tingkat inflasi tahunan mencapai 12% akan mengalami penurunankekayaan riil sebesar 2% (10% - 12%); walaupun jumlah uangnya secara nominalmeningkat sebesar 10%, katakan dari Rp100 juta menjadi Rp110 juta. Maksudnya adalahdaya beli dari uang Rp110 juta ini adalah 2% lebih rendah daripada daya beli Rp100 jutasetahun sebelumnya.
Secara umum, return riil adalah return nominal dikurangi tingkat inflasi. Agar daya beli tidak berkurang, return nominal sebuah investasi harus melebihi tingkat inflasi.Menghitung return untuk periode satu tahun tanpa setoran tambahan atau pengambilanuang relatif mudah, karena kita cukup mengurangi investasi akhir dengan investasi awaldan hasilnya dibagi dengan investasi awal.Penghitungan return menjadi tidak sederhana lagi untuk investasi lebih dari satu periode, jika ada penambahan atau pengambilan uang selama periode investasi, atau jikarisiko diperhitungkan
      Return Nominal
Ekonomi modern memperoleh efisien mereka melalui penggunaan uang. Media pertukaran yang diterima secara umum. Bukannya memperdagangkan jagung untuk mendapatkan stereo yang akan diberikan satu tahun mendatang, seperti pada ekonomi barter, penduduk ekonomi modern dapat menjual jagungnya untuk memperoleh uang dankemudian memperdagangkan uang “sekarang” untuk uang “masa depan” denganmenginvestasikannya. Kemudian uang “masa depan” tersebut dapat digunakan untuk membeli stereo. Tingkat bunga yang digunakan penduduk memperdagangkan uang “sekarang” untuk mendapatkan uang “masa depan” tergantung pada investasi yangdilakukan dan disebut return nominal (juga disebut tingkat bunga nominal).
      Return Riil
Pada periode harga berubah-ubah, return nominal investasi mungkin suatu indikasi yang jelek dari return riil (tingkat bunga riil) yang memperoleh investor. Hal ini sebagiandisebabkan oleh tambahan dolar yang diterima dari investasi mungkin diperlukan untuk menutup penurunan daya beli yang disebabkan oleh inflasi yang terjadi pada periodeinvestasi. Akibatnya, penyesuaian return nominal diperlukan untuk menyingkirkandampak inflasi untuk menentukan return riil. Inflasi sering digunakan untuk tujuan ini.Contoh: Return sebesar 17% yang diterima setahun dari sebuah surat berharga jikadisesuaikan dengan tingkat inflasi sebesar 5 % untuk tahun yang sama, akan memberikanreturn riel sebesar :

Return  arithmetic vs return  geometric
Terdapat dua konsep/ukuran pengembalian nominal berdasarkan waktu, yaitu pengembalian aritmetik dan pengembalian geometrik. Pada umumnya, pengembalianaritmetik digunakan untuk periode tunggal atau untuk data cross section, sedangkan pengembalian geometric digunakan untuk beberapa periode atau untuk data time series Return aritmetik lebih tepat digunakan untuk prediksi ke depan, sedangkan untuk kinerjamasa lalu, perhitungan return geometrik akan lebih tepat.Perhitungan return aritmetik dan geometrik ini adalah sama dengan perhitunganrata-rata aritmetik ( arithmetic mean) dan rata-rata geometrik ( geometric mean) dalamstatistik. Untuk menghitung tingkat pengembalian aritmetik atau geometrik suatuinvestasi atsu suatu portofolio, terlebih dahulu dihitung tingkat pengembalian untuk tiap-tiap periode (r1, r2, …, rn). Berikut merupakan rumusan perhitungan tersebut :









Contoh:Harga dari suatu saham pada periode ke-0 (periode awal) adalah Rp.500,- Pada periodeselanjutnya (periode ke-1), harga saham meningkat menjadi Rp.600,- dan turun di periodeke-2 menjadi Rp.550,-Return pada masing-masing periode adalah sebagai berikut:
r1= (Rp.660 – Rp.500) / Rp.500= 0.20= 20%
r2= (Rp.550 – Rp.600) / Rp.600= - 0.083= - 8.33%



Return yang dihitung berdasarkan rata-rata aritmetik adalah sebagai berikut:
Sedangkan return jika dihitung berdasarkan rata-rata geometrik adalah sebagai berikut:
rG = √(1+0.2)(1+0.083) – 1= 0.04883 atau 4.883%
Jika dihitung dengan metode rata-rata arimatika, pertumbuhan harga saham ini adalahsebesar 5.833%. Jika return ini benar, maka untuk periode ke-2, harga saham iniseharusnya menjadi Rp.560.03. Padahal yang sebenarnya, harga saham ini di akhir  periode ke-2 adalah sebesar Rp.550,-. Dengan demikian perhitungan dengan metodearitmatika ini kurang tepat. Jika dihitung dengan metode rata-rata geometrik, pertumbuhan harga saham ini adalah sebesar 4.883%. Dengan menggunakan tingkat pertumbuhan ini harga saham di akhir periode ke-2 adalah sebesar Rp.550,-, sesuaidengan nilai yang sebenarnya.Jadi metode rata-rata geometrik lebih tepat digunakan untuk situasi yang melibatkan pertumbuhan, sedangkan metode rata-rata arimatika lebih tepat digunakan untuk menghitung rata-rata untuk satu periode yang sama dari banyak  return tanpa melibatkan pertumbuhan.
Rasio Appraisal
Sebuah rasio yang membandingkan nilai dari alfa untuk devisi standart residu  dan dirancang untuk menunjukkan kualitas pendanaan.Alfa dari sebuah portofolio dibagi dengan risiko non-sistematis dari portofolio.Rasio mengukur return abnormal per unit risiko yang pada prinsipnya dapatterdiversifikasi jauh dari memegang portofolio indeks pasar.Di Russell Style Klasifikasi (RSC), rasio appraisal dihitung sebagai berikut:





sistem Perekonomian Indonesia

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Sistem ekonomi yang dianut oleh setiap bangsa berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan falsafah dan ideologi dari masing-masing negara. Seperti halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia akan berbeda dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika Serikat ataupun negara-negara lainnya. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, di mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.

1. Sistem Ekonomi Demokrasi

            Indonesia mempunyai landasan idiil yaitu Pancasila dan landasan konstitusional yaitu UUD 1945. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan masyarakat dan negara harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian yang ada di Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan pembangunan ekonomi. Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disebut sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
            Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

a. Ciri-Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi
Berikut ini ciri-ciri dari sistem ekonomi demokrasi.
1)      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2)      Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3)      Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
4)      Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
5)      Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6)      Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7)      Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8)      Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

b . Ciri-Ciri Negatif Sistem Ekonomi Demokrasi
Selain memiliki ciri-ciri positif, sistem ekonomi demokrasi juga mempunyai hal-hal yang harus dihindarkan.
1)      Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
2)      Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3)      Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

2. Sistem Ekonomi Kerakyatan

            Sistem ekonomi kerakyatan berlaku di Indonesia sejak terjadinya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998. Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Sistem ekonomi kerakyatan mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a)      Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
b)      Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
c)      Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
d)     Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
e)      Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

   Pelaku Utama dalam Sistem Perekonomian Indonesia

            Sistem ekonomi kerakyatan sendi utamanya adalah UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), dan (3). Bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (1) adalah koperasi, dan bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (2) dan (3) adalah perusahaan negara. Adapun dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan seorang”. Hal itu berarti perusahaan swasta juga mempunyai andil di dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

Paradigma Perekonomian Indonesia

            Pembangunan perekonomian Indonesia sesuai dengan Pancasila, berpijar pada nilai moral yang ada di dalam pancasila. Secara khusus, sistem ekonomi harus didasari pada moralitas ketuhanan (sila I Pancasila ) dan kemanusiaan (sila II Pancasila). Sistem ekonomi yang mendasar pada moralitas dan humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. Sistem ekonomi yang berparadigma pada pancasila akan menghasilkan perekonomian yang maju karena menghargai hakikat manusia, baik selaku makhluk individu, sosial, makhluk pribadi maupun makhluk Tuhan.
            Sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pengembanga ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Pembangunan ekonomi yang berdasarkan pada pancasila merupakan sistem ekonomi yang berasaskan kekeluargaan. Pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghindari dari bentuk-bentuk persaingan bebas, monopoli dan bentuk-bentuk lainnya yang berakibatkan orang lain menderita. Pengembangan sistem ekonomi tidak dapat lepas dari nilai-nilai moral manusia.


 Masalah Pokok Perekonomian Indonesia

1. Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui tingkat produksi barang dan jasa yang dapat dihasilkan selama satu periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia sering terkendala masalah modal dan investasi. Indonesia masih bergantung pada modal dari investasi pihak asing untuk menunjang kegiatan ekonominya.
Lambatnya pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi naiknya harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia merupakan akibat langkanya minyak mentah. Kelangkaan disebabkan menipisnya cadangan minyak serta terhambatnya distribusi minyak. Kenaikan harga minyak menyebabkan harga barang pokok lain ikut naik. Akibatnya, daya beli masyarakat menjadi berkurang dan terjadi penurunan kegiatan ekonomi masyarakat.

2. Kemiskinan

Kemiskinan merupakan keadaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan sebagai akibat berkurangnya pendapatan masyarakat secara riil. Masyarakat mengalami penurunan daya beli barang-barang kebutuhan pokok secara umum. Akibatnya, masyarakat tidak dapat hidup secara layak sehingga taraf hidupnya menurun.
Berdasarkan data BPS bulan Maret 2012 jumlah penduduk yang berada dalam garis kemiskinan berjumlah sekitar 29,13 juta orang (11,96%). Jumlah ini berkurang sebanyak 0,89 juta orang dari periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya angka kemiskinan ditunjang adanya penurunan harga komoditas makanan sedikit lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

3. Pengangguran

Secara umum pengangguran diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja. Pengangguran merupakan rantai masalah yang dapat menimbulkan beberapa permasalahan pada suatu negara. Pengangguran disebabkan jumlah angkatan kerja yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja/kesempatan kerja. Akibatnya, banyak angkatan kerja yang tidak dapat terserap dalam lapangan pekerjaan sehingga menimbulkan pengangguran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja di Indonesia tahun 2012 mencapai 120,4 juta jiwa. Sementara itu, jumlah pengangguran pada bulan Februari 2012 sebanyak 7,61 juta jiwa turun dari tahun sebelumnya sebanyak 7,7 juta jiwa. Hal ini diharapkan sebagai indikasi yang baik mengenai perbaikan keadaan ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk mencapai harapan tersebut, pemerintah perlu mengusahakan kebijakan di bidang ketenagakerjaan, misalnya perbaikan kualitas tenaga kerja / sumber daya manusia, menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong tumbuhnya investasi dan modal, menyediakan informasi lapangan pekerjaan, serta memberikan pelatihan dan keterampilan bagi tenaga kerja.

4. Kesenjangan Penghasilan

Penghasilan digunakan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat terdapat kelompok masyarkat dengan penghasilan tinggi dan kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah. Masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi mampu memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Sementara itu, kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya meskipun kebutuhan yang paling dasar.
Perbedaan kelompok masyarakat dengan penghasilan tertentu menimbulkan permasalahan kesenjangan penghasilan. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah dalam memeratakan penyaluran distribusi pendapatan. Hal ini dilakukan untuk meratakan kemampuan masyarakat dalam menikmati hasil pembangunan. Selain itu, upaya pemerintah dalam meratakan penghasilan bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan kecemburan sosial masyarakat.

5. Inflasi

Berdasarkan data BPS, inflasi Indonesia pada tahun 2011 sebesar 3,79%. Inflasi yang terjadi di Indonesia disebabkan tingginya permintaan agregat, sementara permintaan barang dan jasa tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dan kenaikan biaya produksi. Inflasi ditandai oleh kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan. Hal ini akan menimbulkan penurunan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa. Inflasi berdampak pada lesunya kegiatan perekonomian, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, melemahnya nilai rupiah, dan ketidakstabilan perekonomian negara. Berdasarkan sumbernya inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi tarikan permintaan dan inflasi dorongan biaya.