news studentsite

Sabtu, 14 Mei 2016

Structure and Written Expressions


Structure and Written Expressions
Bagian Struktur menguji pengetahuan anda tentang standar tulisan bahasa inggris, yang tidak selalu sama dengan standar berbicara bahasa Inggris. Structure and Written Expressions memperkenalkan Anda dengan aturan umum yang menggambarkan bagaimana standartulisan bahasa inggris digunakan, untuk menemukan aturan seperti yang anda pelajri, mencari teks dengan latar belakang berbayang abu-abu. Seringkali ketika anda membaca, berbicara atau mengikuti tes TOEFL, anda dapat menerapkan aturan ini untuk penggunaan dan pemahaman bahasa inggris.
Struktur Kalimat
Untuk mendapat skor tinggi pada pertanyaan struktur kalimat, Anda harus memiliki pemahaman yang kuat tentang struktur kalimat dasar dalam standar tertulis bahasa inggris dan bagian kata (part of specch). Bagian berikut membantu anda untuk memperkuat pengetahuan tentang strutur kalimat dan memberikan contoh pertanyaan sehingga anda dapat menguji diri anda sendiri.
Salah satu subjek yang paling penting diuji dibagian struktur adalah struktur kalimat dasar dalam bahasa inggris. Aturan pertama yang harus anda ingat tentang standar penulisan bahasa inggris adalah ini:
    Setiap kalimat harus terdiri dari subjek dan kata kerja (verb) terkonjugasi
 

Dengan aturan ini Anda mungkin berpikir bahwa mudah mengindetifikasi sebuah kalimat bahasa inggris. Namun, perlu diingat bahwa klausa juga memiliki subjek dan kata kerja, dan beberapa jenis klausa tidak dapat dianggap sebagai kalimat lengkap. Klausa independen dapat berdiri sendiri sebagai kalimat, tidak perlu klausa lain agar menjadi lengkap. Tapi klausa terikat (dependent), walupun memiliki subjek dan kata kerja terkonjugasi, tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap karena mengandung kata yang menunjukkan hal itu harus  dikombinasikan dengan klausa bebas (independent) untuk menciptakan kalimat lengkap. Misalnya, Klausa “ because she went to the doctor” mengandung dua subjek, she dan kata kerja terkonjugasi, went, tapi kata because menunjukkan bahwa itu adalah klausa dependen (terika) tidak dapat berdiri sendiri. Klausa dibahas kemudian dalam Structure and Written Expressions dibagian “Frase dan Klausa”. 

Jika kalimat mengandung pelengkap (complement) atau objek langsung, umumnya muncul segera setelah kata kerja atau frase kata kerja. Jika ada modifier, itu umumnya muncul setelah komplemen. Tabel berikut menggambarkan aturan tipikal struktur kalimat.
 

Subject
Verb
Complement
Modifier of Place
Modifier of Time
The pilot
Completed
His training
At Embry Riddle Aeronautical University
Last year
All students
Must submit
Their housing request

By next week
The boy
enjoys
fishing





 
Kalimat yang mengikuti aturan ini bisa kalimat sederhana atau kompleks. Kata tambahan dan fase dapat muncul dalam kalimat ini tnapa melanggar aturan dasar.

1.      Subjek
Subjek melakukan tindakan dalam kalimat aktif. Setiap kalimat dan setiap klausa harus memiliki subjek. Subjek biasanya kata benda atau frase nomina (dijelaskan dibagian berikut), meskipun mungkin terdiri dari sesuatu yang lain. Biasanya ketika pertanyaan tes TOEFL meminta Anda untuk mengindetifikasi subjek kalimat, kalimat dimulai dengan klausa atua fase terikat, dan anda harus mengenali bahwa subjek kalimat terletak didalam klausa independen.

 
Salah : Without a doubt is very important to study throughout the term rather than trying to cram at the end.
Benar : Without a doubt it is very important to study throughout the term rather than trying to cram at the end.

Contoh pertama adalah tidak benar karena itu adalah frase. Urutan kata yang hilang baik subjek atau kata kerja. Dalam hal ini, subjek yang hilang : subjek it harus muncul sebelum kata kerja it.

Salah : Being a very abrupt and  unfriendly man, did not have many friends.
Benar : Being a very abrupt and  unfriendly man, Professor Rachmat did not many friends.

Contoh pertama adalah tidak benar karena subjek, Professor Rachmat, hilang.

2.      Noun dan Noun Phrase
Subjek kaliamat mungkin satu kata benda, seperti guru atau kucing, atau mungkin sebuah frase kata benda. Sebuah frase nomina adalah sekelompok kata yang berakhir dengan kata benda (tapi tidak dimulai dengan preposisi). Frase kata benda dapat mengandung satu atau lebih kata benda, artikel, kata sifat, dan konjungsi.
Berikut ini adalah contoh kalimat yang mengandung frase kata benda sebagai subjek.
-          A linguistics student studies how languages are created.
-          Toll buildings must provide safety mechanisms.
-          The greatest skiers will compete in the show.
Frase kata benda A linguistics student mengandung sebuah artikel. A kata sifat, linguistics dan kata benda student.
3.      Modifier
Sebuah modifier tidak diperlukan dalam kalimat dasar standar bahasa inggris, tetapi jika muncul, umumnya diikuti oleh komplemen dalam kalimat.
-          Jika kalimat mengandung modifier tempat dan modifier waktu, maka modifier waktu biasanya muncul terakhir, kecuali bila muncul di awal kalimat, sebelum subjek.
Contoh:
a.       Donna took the test in Orlando           yesterday.
                     Modifier of place     Modifier of time
b.      Yesterday, Donna took the test in Orlando.
c.       The group ate dinner at Bern’s Steakhouse last month.
-          Biasanya, modifier tidak akan memisahkan kata kerja dari pelenggkap.

Incorrect : Marjorie cooked on the grill the chiken.
                                            Verb           Modifier             Complement  
Correct :  Marjorie cooked the chiken on the girll.

Soal :
1.      Juanita was ___ to learn that her blind date was a professional mime because has had been chattering constantly all evening
A.    Happy                        C. Smart
B.     Surprised                   D. Determined
Jawaban : B
Pembahasan : pada kalimat di atas terdiri  dari dua buah di mana predikatnya masih belum ada. Selain itu, setelah bagian yang kosong diikuti oleh sebuah to verb ( to learn yang dapat diartikan dengan mendengar)  maka dapat diperkirakan bagian yang kosong itu merupakan verb pula. Jadi, berdasarkan keterangan sebelumnya maka jawaban yang tepat untuk itu adalah point B, yaitu Surprised.
2.      The desert was so dry that all the water used by the residents had to be ____ by truck, and great expense.
A.    Returned                   C. Brought in
B.     Used                          D. Manufactured
Jawaban : C
Pembahasan : perhatikan sub-clause di mana ada bagian yang berpatokan pasif had to be, jika hanya melihat pilihan jawaban maka semuanya dapat memenuhi. Oleh karena itu perlu pula memahami konteks kalimatnya. Pada awal kalimat yaitu bagian main clause terdapat subjek noun phrase “ The desert” (padang pasir) yang pengertiannya adalah suatu daerah yang kekurangan air maka perlu diambil dari tempat lain dengan cara diangkut mengggunakan “truk”. Berdasarkan penjelasan tersebut maka kata yang tepat adalah, poin C yaitu Brought in yang pengertiannya dibawa masuk.
3.      The contest’s grand prize, ____ was awarded  for the worst pun, was clained by a 85-year-old woman whose humor made the judges groan.
A.    Who                          C. When
B.     It                               D. Which
Jawaban : D
Pembahasan: subjek main clause The contes’s grand prize yang merupakan noun phrase. Dari pilihan jawaban dapat diperkirakan bahwa hal tersebut berkaitan dengan adjective clause sebab ditandai dengan kebutuhan sebuah relative pronoun. Karena subjeknya adalah noun phrase maka relative pronoun yang sesuai untuk adalah poin D, yaitu which.

4.      When John was so fat that the airlines threatened to make him pay for two seats, he knewn that it was time____
A.    To wait                      C. To be losing weight
B.     To lose weight           D. For wait loss
Jawaban : B
Pembahasan : jika bermaksud mengungkapkan suatu pandangan maka dinyatakan dengan bantuan to infinitive. Dan berdasarkan konteks kalimat yaitu yang membicarakan “seseorang yang kegemukan” maka jawaban yang dipilih adalah poin B, yaitu to lose weight.

5.      Althought it was originaly a university dormitory, the building was ___ a hospital
A.    Altered from                         C. Designed into
B.     Changed into                         D. Converted from
Jawaban : B
Pembahasan: dalam kasus idiom maka pengetahuan kosa katanya mutlak diketahui sebab idiom itu merupakan suatu gabungan kata tertentu, yaitu verb + preposition yang sudah baku sehingga harus diterima sebagaimana adanya. Sehubungan dengan konteks kalimatnya maka poin B, yaitu changed into (diubah mnejadi) merupakan pilihan yang tepat.

6.      The Work performed by these officers  are not worth our paying them any longer
                                            A                   B                     C                     D
Jawaban : B
Pembahasan : seharusnya is : subject-verb Agreement di mana verb “is” sesuai dengan subjeknya the work yang merupakan singular.

7.      There were a time that I used to swim five laps every day, but nowI do not
      A                                     B                                 C                                            
 have enough time.
D
Jawaban : A
Pembahasan : seharusnya was. Subjek main clause-nya adalah a time yang merupakan singular noun. Jadi verb –nya adalah was (singular verb).
8.      He was drink a cup of tea when the telephone rang.
           A           B                 C                               D
Jawaban : A
Pembahasan : seharusnya was drinking. Kata when pada sub-clause mencerminkan bentuk past. Pada kalimat tersebut terjadi dua aksi/peristiwa yang saling berurutan maka untuk aksi/peristiwa yang terjadi pertama adalah dengan Past Progressive, yaitu (was/were) + (verb+ing)

9.      We called yesterday our friends in Bandung to tell them about the reunion that we are
            A                                        B                     C         D
 planning.

Jawaban : D
Pembahasan : seharusnya our friend in Bandung yesterday. Ingat tata urutan yang benar Subject + Verb + Complement + Modifer.

10.  The children were playing last night outdoors when it began to rain very hard.
                                A                   B                                   C                   D
Jawaban : B
Pembahasan : seharusnya outdoors last night. Ini berkaitan pula dengan Word Order, di mana polanya: Modifer of Place (outdoors) + Modifer of Time (last night).

Daftar Pustaka : Prastowo Panca dan Prasetyono, Best of The Best Toefl

Jumat, 01 Januari 2016

Materi Bibliografi dan Contoh bibliografi

Bibliografi
Bibliografi (dari bahasa Yunani βιβλιογραφία, bibliographia, secara harfiah "penulisan buku"), sebagai sebuah praktik, adalah buku studi akademis seperti fisik, benda-benda budaya, dalam pengertian ini, juga dikenal sebagai bibliology (dari bahasa Yunani-λογία,-logia) . Secara keseluruhan, bibliografi tidak peduli dengan isi buku-buku sastra, melainkan lebih kepada "bookness" buku.
bibliografi/bib·li·o·gra·fi/ n daftar buku atau karangan yang merupakan sumber rujukan dari sebuah tulisan atau karangan atau daftar tentang suatu subjek ilmu; daftar pustaka;

Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
 a. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
 b. Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan tahun.

Penyusunan Bibliografi :
 a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk referensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

Fungsi Bibliografi :
1. Bibliografi memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan
2. Sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki
3. Sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai.
4. Membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu

Macam-Macam Bibliografi
1. Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap itu.
2. Buku-buku khusus : yaitu buku-buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap.
3. Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya lain dari topik yang digarap penulis.

Contoh penulisaan Blibiografi :
Hatta, Ahmad. 2015. Teladan Muhammad. Cetakan Pertama. Jakarta: Magfirah Pustaka.


Daftar Pustaka :
Kbbi.web.id
https://www.google.co.id/search?site=webhp&q=macam+macam+bibliografi&oq=macam+macam+bibliografi&aqs=mobile-gws-lite..0l3
wikipedia.org
Staffsite

Senin, 16 November 2015

tips and trick menjaga kesehatan dalam pola makan

Tips and Trick dalam Menjaga Kesehatan dalam Makanan dengan Cara Makan yang Baik

Nah disini saya akan memberikan tips and trick dalam menjaga kesehatan dalam makanan dengan cara makan yang baik dengan sunah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan beserta penilitian ilmiah yang telah diperoleh.

1. Dari segi sarapan pagi
Sarapan pagi dapat meningkatkan konsentrasi otak
Kegiatan sarapan memperbaiki kadar gula yang menurun drastis semalaman selama kita tidur. Otak memerlukan asupan energi untuk berpikir dengan daya konsentrasi yang tetap baik. Sarapan merupakan bahan bakar otak agar permulaan kegiatan berjalan baik. Banyak penelitian yang telah menunjukan hasil positif bahwa sarapan dapat membantu konsentrasi dan kemampuan otak untuk berpikir.

Memang ada banyak keuntungan dalam sarapan pagi dalam kesehatan tapi salah satunya itu, apalagi penting buat kita mahasiswa agar tetap menjaga konsentrasi otak agar dapat memahami pelajaran dengan mudah, cepat dan tanggap.

Manfaat sarapan pagi tentu tergantung dari asupan yang kita nikmati, anda harus menikmati asupan yang kaya gizi hingga memberikan manfaat yang maksimal bagi tubuh.
a. Sarapan dengan makanan rendah lemak, hindari makanan daging berlemak tinggi saat sarapan
b. Makanan tinggi protein, konsumsi telur dan susu sangat baik untuk sarapan
c. Makanan kaya serat, sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk sarapan
d. Hindari makan terlalu banyak

Berikut adalah jenis makanan yang baik dikonsumsi saat sarapan pagi :Susu, Telur, Roti, Sayuran, dan Sedikit nasi. Kandungan makanan yang anda asup saat pagi hari akan mengawali hidup sehat anda dan energi untuk menjalani berbagai aktivitas di siang hingga malam hari.

2. Berdo'a Sebelum Makan dan Minum

"Apabila seorang kalian ingin makan, hendaknya dia membaca "bismillah". Dan jika ia lupa membaca di awalnya, hendaknya ia membaca "bismillah fii awwalihi wa aakhirihi." (HR. al Tirmidzi dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1513)

Melalui penelitian tentang air yang dilakukan ilmuwan Jepang Dr.Masaru Emoto akhirnya dapat kita ketahui bahwa air pun ternyata HIDUP dan dapat memberikan respon yang positif ataupun negatif terhadap manusia

Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif. Hasil penelitiannya ia lakukan pada air di danau Biwa Jepang, dengan doa yang tulus dari sekitar 500 orang didapatkan hasil sebagai berikut; Berdasarkan penelitian Dr. Masaru Emoto, dapat kita simpulkan bahwa : Air  menangkap getaran rasa dalam bahasa apapun, Tulisan, gambar dan musik. Air bisa mengerti, menyimpan dan menyalurkan informasi semua benda juga mengerti, tetapi air paling peka, jumlahnya sangat banyak dan ada di mana mana. Getaran air merambat kemolekul air di tubuh manusia. Perilaku manusia bisa menjadi beringas, tidak terkendli atau sebaliknya. Pikiran dan ucapan melahirkan getaran dan vibrasi yang bisa merubah susunan molekul benda benda, mangkanya harus berdoa agar dirahmati dan diberkahi Allah SWT.

3. Jangan Makan/Minum Sambil Berdiri
Nabi Muhammad Saw. bersabda, "Janganlah sekali-sekali salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barangsiapa lupa hendaklah dia memuntahkannya"(HR. Muslim)

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:Bagaimana dengan makan? beliau menjawab: Itu kebih buruk lagi. (HR.Muslim dan Turmidzi)

Penelitian membuktikan bahwa air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu masuk tanpa disaring lagi. Air itu bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras. Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95 persen terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

4. Awali dengan Makan Buah
Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (Al Waqiah 20-21)

Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Taala menerangkan tentang makanan penduduk surga.Yang menarik di sini, bahwa Allah menyebutkan buah-buahan dahulu, baru kemudian daging. Apa rahasianya ?
Mengkonsumsi makanan berat dan berlemak memerlukan banyak energi untuk proses pencernaan dan pembuangan. Itulah sebabnya banyak dari kita merasa mengantuk dan lelah setelah makan. Akan lebih baik bila kita menikmati buah terlebih dahulu sebelum makan, agar usus menjadi bersih.

Dr. Muhammad Suwardi, dalam bukunya yang berjudul Al-Quran The Amazing Secret, menjelaskan bahwa buah yang dikonsumsi sebagai hidangan pencuci mulut justru akan menjadi sampah dalam tubuh karena buah tidak dicerna secara alami di lambung, tetapi ikut berkumpul bersama makanan selama berjam-jam dalam kubangan asam lambung yang pekat.
Selain itu, penelitian membuktikan bahwa makan buah terlebih dahulu dapat memancing getah lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung yang akan membantu dalam proses pencernaan makanan yang lain

Enzim dari buah dapat membantu tubuh untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak. Tubuh pun lebih ringan mencerna karena tidak perlu repot memproduksi enzim pencernaan

5. Jangan Meniup Makanan/Minuman
Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda "Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan" (HR. Bukhari 153).

Dalam penelitian Science, air panas (H2O) bertemu karbondioksida (CO2) yang dihembuskan oleh mulut (manusia mengeluarkan CO2). Maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3, asam karbonat. Dan jika asam karbonat ini masuk kedalam tubuh manusia, maka bisa mengakibatkan penyakit jantung.

Pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja, mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Sebut saja bau mulut. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.

6. Makan dengan Tangan
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jika salah seorang diantaramu makan, maka hendaklah ia menjilati jari-jemarinya, sebab ia tidak mengetahui dari jemari mana munculnya keberkahan. (HR. Muslim)

Menurut artikel yang diterbitkan dalam paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010 lalu, makan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan karena dalam tangan terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh.

Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya. Saya yakin keterangan yang lebih tepat bisa dijelaskan oleh rekan-rekan dari kedokteran. Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri sehingga aktivitasnya tidak maksimal. Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan.

Sebaliknya, jika manusia makan menggunakan (misalnya) sendok, tidak ada yang bisa menahan laju aktivitas bakteri yang terkandung, baik di makanan atau alat makan itu sendiri.

Rasulullah juga mengajarkan kalau kebiasaan Rasulullah sebelum makan adalah mengambil sedikit garam menggunakan kelingkingnya lalu menghisap garam itu. Secara ilmiah juga, garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita.Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dengan satu liter air mineral.

7. Melakukan Puasa Untuk Menjaga Kesehatan
"Hai sekalian orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu dari kamu supaya kamu bertakwa" (Al-Baqarah 183)

Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi Bersama rekannya di Amerika, ia melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.

Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki Melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein , total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.

Ketika puasa kita juga dianjurkan untuk berbuka dengan kurma. Telah muncul sebuah penelitian kimiawi dan biologi bahwa sepotong dari kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan itu mengandung 20-24% air, 70-75%zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat dan kadar lemak yang rendah.

Trick dalam menjaga kesehatan ala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :
1. selektif terhadap makanan.
Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda, Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

2. tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan. Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

3. makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang.
Hikmahnya Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

4. cepat tidur dan cepat bangun.
Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.

Cara tidurnya pun sarat makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien.

Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memulai tidur dalam posisi miring ke arah kanan.
 Hm, kenapa tidur harus miring ke arah kenan dan bukan ke kiri? Jawaban tepatnya hanya Allah SWT dan Rasul-Nya yang mengetahui. Namun demikian, rupanya alasan-alasannya dapat dihubungkan dengan ilmu pengetahuan lho! Nah, berdasarkan tinjauan anatomi dan fisiologi, manfaat tidur dengan posisi miring ke arah kanan adalah sebagai berikut:
a. Mengistirahatkan Otak Sebelah Kiri
Secara anatomi, otak manusia terbagi menjadi 2, yaitu otak kanan dan otak kiri. Bagian kanan adalah otak kanan yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya, umat muslim menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas, seperti makan, minum, menulis, memegang sesuatu, dan sebagainya. Dengan tidur dengan posisi miring ke arah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur (diam). Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang berisiko terkena stroke, maka yang berisiko adalah otak bagian kanan dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

b. Mengurangi Beban Jantung
Posisi tidur ke sebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung akan lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah pun akan cenderung menurun. Kondisi semacam ini akan membantu meningkatkan kualitas tidur.

c. Mengistirahatkan Lambung
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap ke arah kanan bawah. Jika seseorang tidur ke sebelah kiri, maka proses pengeluaran chyme (makanan yang telah dicerna lambung) menjadi sedikit terganggu. Hal ini akan menghambat proses pengosongan lambung. Tetapi untuk menetralkan semua, maka Rasulullah kadang tidur kea rah kiri untuk sebentar saja.

d. Mengistirahatkan Pengosongan Kandung Empedu dan Pankreas
Adanya aliran chyme yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat. Hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pankreas juga akan meningkat dengan posisi miring ke kanan.

e. Meningkatkan Waktu Penyerapan Zat Gizi
Saat tidur pergerakan usus meningkat. Dengan posisi miring ke kanan, makan perjalanan makanan yang telah tercerna dan siap diserap akan menjadi lebih lama. Hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada di bawah. Waktu yang lama selama tidur memungkinkan penyerapan dapat optimal.

f. Merangsang Buang Air Besar
Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh. Jika sudah penuh, maka akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.

g. Mengistirahatkan Kaki Kiri
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktivitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri cenderung lebih merasa pegal daripada kaki kanan. Apalagi kaki berada pada posisi bawah yang aliran darah baliknya cenderung rendah atau lambat. Jika tidur miring ke kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.

Nah, Subhanallah sekali ya, rahasia sunnah Rasulullah? Ternyata memang hampir semua yang beliau kerjakan, tak hanya berupa ibadah saja, bahkan akan berdampak baik untuk kesehatan. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.

5. istiqomah melakukan saum sunnah
di luar shaum Ramadhan. Karena itu, kita mengenal beberpa saum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, ayyamul bith, shaum Daud, shaum enam hari di bulan Syawal, dsb. Shaum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Saum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Saum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.

Cara Mengatur Jadwal Makan yang Baik dan Sehat

Cara Mengatur Jadwal Makan yang Baik dan Sehat. Memiliki pola makan yang tidak teratur adalah contoh kebiasaan yang buruk bagi kesehatan anda. Jadwal yang padat atau anda hidup  sendiri menjadi salah satu penyebabnya. Jadi jangan heran bila anda belum memiliki berat badan yang ideal atau bahkan anda kondisi sakit menjadi jadwal bulanan anda. Pola makan ternyata juga mempengaruhi kesehatan anda. Mau tau jadwal makan yang baik  waktu dalam 1 hari, berikut tips cara mengatur jadwal makan yang baik dan sehat:
Cara mengatur jadwal makan

07:00 Wake up. Saatnya bangun di pagi hari dengan mendapatkan udara segar. Jadwal bangun yang disarankan 05:00  07:00 pagi.  Bagi anda muslim mungkin sudah terbiasa dengan bangun jam lima setelah itu melaksanakan kewajiban shalat subuh.

07:15 Setelah terbangun tubuh anda masih memerlukan cairan untuk mencegah dehidrasi. Mari menyegarkan badan dengan meminum segelas air putih, bila perlu tambahkan perasaan jeruk lemon.

07:45 Waktu yang cocok bagi anda untuk minum susu tinggi kalsium rendah lemak.

08:30 Breakfast time. Sarapan dengan kaya protein. Protein mampu membantu kadar gula anda tetap konsisten. Anda bisa memilih menu ikan, roti selai kacang, atau roti selai keju dan tambahkan putih telur 2 butir untuk porsi dewasa dan 1 butir untuk porsi anak-anak.

10:15 Banyak kali makan bukan berarti tidak sehat namun yang harus anda perhatikan adalah banyak kali makanan namun tidak banyak. Waktu seprti ini baiknya anda makan snack, sangat dianjurkan makan kacang-kacangan karena mengandung banyak magnesium dan banyak mengandung energi. Snack anda juga bisa diganti dengan buah yoghurt.

10:45 Penuhi kebutuhan air anda lagi dengan minum air mineral namun bila anda kurang suka bisa anda gantikan dengan buah-buahan yang banyak mengandung air

12:30 Lunch. Makan siang di kantor ataupun di kampus akan lebih hangat bila bersama teman. Namun bila anda memilih restoran untuk makan siang bisa membuat anda makan banyak. Hal yang harus dipikirkan adalah bila makan banyak, tubuh anda semakin sulit untuk mencerna makanan. Ada baiknya anda makan secukupnya saja.

14:45 Ngemil lagi. Makanan yang mengandung omega 3 menjadi pilihan baik apabila anda ingin meningkatkan kinerja otak anda. Anda bisa mendapatkannya dengan meminum yoghurt atau minum teh hijau. Untuk kopi tidak disarankan karena akan merusak pola tidur anda pada malam harinya.

16:00 Cokelat atau 3 sdm es krim bisa anda sisipkan dalam waktu ngemil ini karena pada pukul 3 hingga 5 sore tubuh akan mengalami penurunan produksi hormon serotonin yang merupakan hormon kebahagiaan. Jadi jangan heran bila jam 3 hingga 5 sore banyak orang yang terlihat kurang semangat atau bosan.

19:30 Waktu ini sebenarnya waktu maksimal yang disarankan dan ada baiknya jadwal makan malam antara pukul 18 hingga pukul 19:30 atau setidaknya 2,5 jam sebelum anda memasuki jadwal tidur malam anda. Pilih menu makan yang berprotein dengan sayur serta yang mengandung karbohidrat kompleks.

20.00 Dan tidur lagi agar keesokan harinya dapat memulai aktifitas dengan semangat.

daftar pustaka :
Http://islamdiaries.tumblr.com/post/6513110147/5-tips-kesehatan-ala-rasululah.html

Minggu, 15 November 2015

Materi Karangan

Karangan 
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

Macam-Macam karangan ilmiah
Salah satu dasar penggolongan karangan dibuat oleh jones (1960), yang membagi karangan menjadi karangan ilmiah dan karangan non-ilmiah, berdasarkan fakta yang disajikan dalam karangan itu, yaitu fakta umum dan fakta pribadi. Penggolongan bisa pula dilakukan berdasarkan metodologi penulisannya, menjadi karangan ilmiah dan karangan tidak ilmiah. Bila karangan menyajikan fakta umum maupun pribadi, namun disajikan tidak dengan metoda yang baik dan benar, maka disebut sebagai karangan tidak ilmiah.

Karangan ilmiah 
“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Karya Tulis Ilmiah biasa disingkat Karya Ilmiah (Scientific Paper)-- adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Karya ilmiah sering juga disebut "tulisan akademis" (academic writing) karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi --dosen dan mahasiswa. Karya ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).


Ciri- ciri Karangan Ilmiah :
1. Menyajikan fakta obyektif secara sistematis.
2. Pernyataannya cermat, tepat,  tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan.
3. Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi.
4. Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan procedural.
5. Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta.
6. Tidak emotif menonjolkan perasaan.
7. Tidak bersifat argumentatif, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta.

Sifat karangan ilmiah :
1. Non teknis kongkrit
Iformatif, bernada popular, spesifik dan kongkrit, tanpa ajakan, emosional atau imaginative, sistematis dan ditunjukan kepada pembaa dengan pengetahuan ilmiah dasar.
2. Teknis umum
Informative, teknis, tidak untuk keberuntungan pribadi, masalah secara umum, kongkrit, tidak ada ajakan emosional, ditujukan kepada pembaca berpengetahuan teknis.
3. Abstrak normal
Informative, umum, non teknis, tidak untuk kepentingan pribadi, menyertakan pendapat orang lain tanpa bukti, tidak ada ajakan emosional, tidak popular.
4. Spesifik historis
Informatif, sumber sejarah, tanpa ajakan emosional, tidak untuk kepentingan pribadi, tidak memuat penilaian, kongkret, spesifik, semi teknis, bahasa dan susunan normal.

Jenis- jenis karangan ilmiah 
a. Artikel
Dalam istilah jurnalistik, artikel adalah tulisan berisi pendapat subjektif penulisanya tentang suatu masalah atau peristiwa.Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati.

b. Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah biasanya disajikan dalam sebuah seminar atau dipresentasikan di kelas (tugas perkuliahan).

c. Kertas kerja
Kertas kerja (work paper) pada prinsipnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam dan dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Kertas kerja itu menjadi acuan untuk tujuan tertentu dan bisa diterima atau dimentahkan oleh forum ilmiah.

Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi
Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Skripsi berisi tulisan sistematis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendaagt (teori) orang lain.
Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana) yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
Disertasi
Disertasi --disebut juga "Ph.D Thesis"-- adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (meraih gelar Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal.
Artikel ilmiah popular
Selain ketujuh jenis karya ilmiah, ada juga yang disebut artikel ilmiah populer, yaitu artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa (suratkabar, majalah, tabloid).

Karangan semi ilmiah
Karangan semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam karya tulis ini.

Ciri-ciri karangan semi ilmiah:
Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
Fakta yang disimpulkan subjektif.
Gaya bahasa formal dan popular.
Mementingkan diri penulis.
Melebih-lebihkan sesuatu.
Usulan-usulan bersifat argumentative dan bersifat persuasive.

Jenis-jenis karangan semi ilmiah:
1. Artikel. Karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran,majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
2. Editorial. Artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tersebut mengenai beberapa pokok masalah.
3. Opini. Pendapat, ide atau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan misalnya menurut pembuktian melalui induksi.

Karangan non ilmiah
Karangan non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal

Ciri-Ciri Karangan Non-ilmiah:
Penyajiannya lebih bersifat subyektif.
Mengandung usulan dengan efek dan kesimpulan yang diharapkan penulis.
Bersifat persuasive, sesuai dengan keyakinan penulis yang mengajak pembaca untuk berubah pendapat.
Pandangan yang dikemukakan penulis tidak didukung fakta umum.
Motivasinya lebih mementingkan diri sendiri, karea itu isinya bisa melebih-lebihkan sesuatu.
Kesimpulan penulis lebih bersifat argumentative, sehingga kurang atau tidak membiarkan fakta berbicara sendiri.

Sifat karangan non ilmiah :
Emotif
Sedikit informasi, kemewahan dan cinta menonjol, melebihkan kebenaran, mencari keuntungan, tidak sistematis.
Persuasif
Cukup informative, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan, untuk meyakinkan embaca, mempengaruhi sikap dan cara pembaca.
Diskriktif
Informatif sebagian imaginative dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat pribadi.
Kritik tanpa dukungan bukti
Tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasa dan kadang-kadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa 
kasar, subyektif dan pribadi.

Jenis-jenis karangan non-ilmiah:
Dongeng. 
Bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi.
Cerpen.
 Jenis karya sastra yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek.
Novel.
 Suatu bentuk karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik.
Drama.
 Bentuk karya sastra yang diperankan oleh para pemain.
Roman.
 Sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Bisa juga roman artinya adalah “kisah percintaan”.

Karangan Narasi
Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

Jenis-jenis narasi
Narasi informative
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
Narasi ekspositorik
Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. 
Narasi artistik
Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. 
Narasi sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

Ciri-ciri karangan narasi
Menurut Gorys Keraf (2000:136)
Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan. Dirangkai dalam urutan waktu. Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?" Ada konfiks.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, 
Ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. Memiliki nilai estetika. Menekankan susunan secara kronologis.

Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan suatu objek yang nyata sejelas – jelasnya, sehingga para pembacanya seolah – olah bisa merasakan, melihat, mendengar, atau mengalami sendiri apa yang dibahas dalam karangan tersebut. 

Ciri-ciri karangan deskripsi
1. Melukiskan suatu objek dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca.
2. Melibatkan observasi panca indera.
3. Metode penulisan menggunakan cara objektif, subjektif, atau kesan pribadi penulis terhadap suatu objek.

Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi adalah sebuah karangan yang berisi tentang penjelasan-penjelasan atau pemaparan mengenai suatu informasi kepada pembaca. Tujuan karangan ini adalah untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada pembaca.

Ciri-ciri karangan eksposisi
1. Menyajikan atau menyampaikan sebuah informasi kepada pembacanya.
2. Informasi yang disajikan bersifat fakta atu benar-benar terjadi.
3. Tidak berusaha mempengaruhi pemabaca
4. Menjelaskan sebuah proses atau analisa suatu topik.

Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat atau argument penulis tentang suatu hal. Karangan ini bertujuan untuk meyakinkan penulis agar memiliki pandangan yang sama akan suatu hal dengan pandangan penulis.

Ciri-ciri karangan argumentasi
1. Terdapat pendapat-pendapat penulis mengenai suatu topik yang sedang di bahas.
2. Pendapat-pendapat tersebut di lengkapi dengan pembuktian-pembuktian yang berupa fakta, data, contoh, maupun grafik.
3. Bertujuan untuk menyakinkan pembaca.
4. Pengarang menghindari keterlibatan emosi dalam menyampaikan pendapatnya.

Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah salah satu bentuk karya tulis yang berisi ajakan-ajakan kepada para pembacanya untuk melakukan atau mempercayai suatu hal. Sama halnya dengan karangan argumentasi, karangan persuasi juga dilengkapi dengan pendapat-pendapat penulis yang disertai dengan pembuktian agar pembaca yakin dan mau mengikuti apa yang disampaikan oleh penulis. Karena sifatnya yang berupa ajakan, karangan ini bertujuan untuk meyakini pembaca yang disampaikan oleh penulis untuk melakukan atau mempercayai sesuatu.

Ciri-ciri karangan persuasi
1. Karangan ini bersifat mengajak para pembacanya
2. Memiliki alasan-alasan yang kuat berupa data, fakta, dan lain-lain untuk meyakinkan pembaca.
3. Karangan ini berusaha menghindari konflik agar pembaca tidak kehilangan kepercayaan.
4. Karangan ini berusaha mendapatkan kesepakatan atau kepercayaaan antara penulis dan pembaca.


Daftar pustaka :
http://kemahasiswaan.uui.ac.id/berita-55-pengertian-karakteristik-dan-jenisjenis-karya-tulis-ilmiah.html
http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan-ilmiah-populer.html
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Narasi
http://www.prbahasaindonesia.com/2015/11/2-contoh-karangan-deskripsi-singkat.html
http://www.kelasindonesia.com/2015/04/5-jenis-karangan-dalam-bahasa-indonesia-penjelasan-lengkap.html
buku
web site dosen