news studentsite

Selasa, 30 Mei 2017

Riview Jurnal 10 ( Riview Jurnal Perencanaan dan Pengendaliaan Manajemen)

Riview Jurnal Perencanaan dan Pengendaliaan Manajemen
Nama Jurnal
-
Volume
Volume 3 No. 1 Tahun 2015
Judul Jurnal
Pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship dengan kerjasama sebagai variabel moderasi
Nama Penulis
Ni luh rastini, Ni kadek sinarwati, Anantawikrama tungga atmadja
Tanggal Jurnal
2015
Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship dengan kerjasama sebagai variabel moderasi.
Metode Penelitian
Metode penelitian dalam penelitiaan ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian penjelasan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu.
Variabel Penelitian
Sistem pengendalian manajemen sebagai variabel independen, kinerja dalam strategic supply relationship sebagai variabel independen, dan kerjasama sebagai variabel moderasi.
Hasil Penelitian
Dari hasil uji validitas untuk masing-masing item pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan valid. Semua item pertanyaan dalam kuesioner memiliki r hitung pada level 0,00-0,003 atau dibawah 0,05.

Dari hasil uji reliabilitas penelitian ini dinyatakan reliable karena didapatkan nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,70, yaitu sistem pengendalian manajemen sebesar 0,817, kinerja dalam strategic supply relationship sebesar 0,712, serta kerjasama sebesar 0,824, sehingga semua variabel penelitian ini dinyatakan reliable.

Berdasarkan hasil pengujian normalitas dari semua variable dalam penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi karena uji normalitas diperoleh dengan metode Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05, yakni dari hasil pengujian normalitas kinerja dalam SSRs diperoleh nilai sig. sebesar 0,183, pada sistem pengendalian manajemen diperoleh nilai sig. sebesar 0,180, dan pada kerjasama diperoleh nilai sig. 0,866. Hal ini berarti semua data dinyatakan normal. Hasil uji normalitas juga dapat dilihat pada metode grafik deteksi dengan melihat penyebaran data. Jika penyebaran data (titik) ada pada suatu diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Berdasarkan hasil pengujian multikolinieritas menunjukkan bahwa masing-masing model regresi tidak mengalami gejala multikolinieritas. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa nilai VIF untuk sistem pengendalian manajemen sebesar 3,656 dan nilai tolerance sebesar 0,274. Model regresi IN_X1_X2 memiliki nilai VIF sebesar 3,656 dan nilai tolerance sebesar 0,274. Hasil nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 sehingga tidak terjadi multikolonieritas.

Dari hasil uji heteroskedastisitas tidak ditemukan pola tertentu dan titik-titik yang menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi linier pada  penelitian ini tidak mengalami heteroskedastisitas dan layak dipergunakan.

Dari hasil uji t, antara Sistem Pengendalian Manajemen dengan Kinerja dalam Strategic Supply Relationship didapatkan signifikansi 0,001 (sig. dan ttabel 2,06866. Hasil pengujian ini menginpretasikan bahwa variabel Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja dalam Strategic Supply Relationship pada taraf signifiansi 5% atau dengan kata lain H1 diterima. Variabel moderasi IN_X1X2 memiliki signifikansi 0,034 (sig. ttabel 2,06866. Hasil pengujian ini menginterpretasikan bahwa sistem pengendalian manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja dalam strategic supply relationship yang dimoderasi oleh kerjasama pada taraf signifikansi 5% atau dengan kata lain hipotesis kedua diterima. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi terlihat bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,395 (39,5%) yang artinya Kinerja dalam Strategic Supply Relationship dijelaskan oleh Sistem Pengendalian Manajemen sebesar 39,5%, sedangkan sisanya sebesar 60,5% dijelaskan oleh sebab lain diluar model ini.

Selanjutnya, hasil uji koefisien determinasi terlihat bahwa nilai adjusted R square didapatkan sebesar 0,505 (50,5%) yang artinya kinerja dalam strategic supply relationship dapat dijelaskan dengan sistem pengendalian manajemen sebesar 50,5% jika dimoderasi oleh kerjasama, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model ini.

Dari hasil uji statistik, menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel sistem pengendalian manajemen adalah sebesar 0,379 dengan signifikansi 0,001 (sig. dan ttabel 2,06866. Hasil pengujian ini menginterpretasikan bahwa variabel Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh signifikan terhadap Kinerja dalam Strategic Supply Relationship. Hasil dari perhitungan thitung adalah positif yang berarti semakin tingginya sistem pengendalian manajemen hotel di Kabupaten Buleleng, maka Kinerja dalam Strategic Supply Relationship hotel di Kabupaten Buleleng akan semakin tinggi. Begitupula sebaliknya, jika sistem pengendalian manajemen hotel di Kabupaten Buleleng semakin rendah, maka Kinerja dalam Strategic Supply Relationship hotel di Kabupaten Buleleng akan semakin rendah pula.

Hasil pengujian statistik sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam SSRs yang dimoderasi oleh kerjasama didapatkan hasil IN_X1X2 memiliki signifikansi 0,034 (sig. ttabel 2,06866. Dari hasil uji statistik tersebut, terdapat pengaruh yang signifikan yang diberikan dari variabel sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship dengan kerjasama sebagai variabel moderasi. 


Kesimpulan


Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship hotel di Kabupaten Buleleng dengan kerjasama sebagai variabel moderasi, maka selanjutnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Pertama, Sistem pengendalian manejemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dalam strategic supply relationship. Kedua, Sistem pengendalian manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja dalam strategic supply relationship yang dimoderasi oleh kerjasama.
Tanggapan
Sistem pengendalian manajemen sangat penting dan harus ada disetiap organisasi atau perusahaan karena strategi yang diterapkan perusahaan sangat membutuhkan adanya sistem pengendalian manajemen. Dan melalui sistem pengendalian manajemen pula dapat terwujud inovasi yang merupakan kunci keberlanjutan dari hamper setiap perusahaan. Dengan inovasi pula, manajemen semakin terpacu untuk meningkatkan kinerjanya dalam perusahaan, sehingga tercapai tujuan yang diharapkan.


Review Jurnal 12 (Riview Jurnal Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer)

Riview Jurnal Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer
Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi dan Investasi
Volume
Vol. 16 No. 1 Halaman 63 - 73
Judul Jurnal
Pengaruh Pajak, Tunneling Incentive dan Mekanisme Bonus
Terhadap Keputusan Transfer Pricing
Download
http://journal.umy.ac.id/index.php/ai/article/view/1348
Nama Penulis
Mispiyanti
Tanggal Jurnal
Januari 2015
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  bukti empiris pengaruh pajak, tunneling incentive dan mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling
Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan adalah tentang pajak.
Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pajak dan mekanisme bonus tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing. Sementara, tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing.


Kesimpulan


Berdasarkan hasil analisis pengaruh dari variabel pajak, tunneling incentive dan mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 dapat diambil kesimpulan bahwa hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa pajak dan mekanisme bonus tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Namun untuk variabel tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Implikasi dalam penelitian tentang praktik transfer pricing pada perusahaan multinasional dengan status kepemilikan asing adalah transfer pricing merupakan suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antar divisi atau perusahaan. Namun dalam praktiknya, transfer pricing banyak digunakan secara ilegal guna meminimalkan beban pajak perusahaan. Namun dalam penelitian ini tidak terbukti, kemungkinan perusahaan mengurangi beban pajak perusahaan dengan menerapkan manajemen pajak. Mekanisme bonus merupakan salah satu strategi atau motif perhitungan dalam akuntansi yang tujuannya adalah untuk memberikan penghargaan kepada direksi atau manajemen dengan melihat laba secara keseluruhan. Adanya kebijakan bonus yang sudah tepat, maka pemilik berharap manajemen dapat meningkatkan kinerja perusahaan melalui efisiensi pembayaran pajak. Namun, upaya menghemat pengelua-ran pajaknya tidak selalu dilakukan dengan faktor mekanisme bonus, tetapi perusahaan dapat melakukan manajemen pajak yang dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan secara keseluruhan.
Tanggapan
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat memberikan maanfaat dan pengetahuan lebih bagi pembaca mengenai pengaruh dari variabelpajak, tunneling incentive dan mekanisme bonusterhadap keputusan transfer pricing pada perusahaanmanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesiatahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Dan jurnal ini mungkin bisa dikembangkan lagi untuk penelitian ilmiah dikarenakan jurnal ini hanya berfokus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dibursa efek Indonesia.


Senin, 01 Mei 2017

Riview Jurnal 8 (Standar Audit dan Akuntansi Global )

Riview Jurnal Standar Audit dan Akuntansi Global
Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi
Volume
Vol. 10 No. 3 Halaman 257 – 268
Judul Jurnal
Dampak Krisis Kelangsungan Hidup Perusahaan Terhadap Informasi Akuntansi dan Peran Akuntansi
Download
Dokumen.tips/documents/dampak-krisis-kelangsungan-hidup-perusahaan-terhadap-informasi-akuntansi.html
Nama Penulis
Elizabeth Sugiarto Dermawan
Tanggal Jurnal
September 2010
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting informasi akuntansi dan peran akuntansi terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi.
Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan adalah peran akuntansi dan informasi akuntansi.
Hasil Penelitian
Hasilnya yaitu bahwa informasi akuntansi dan peran akuntansi sangat penting karena  peran akuntan sebagai penyedia informasi dari perusahaan kepada pengguna untuk pengambilan keputusan memang wajib ditingkatkan. Relevansi lebih diperhatikan dalam pengambilan keputusan, namun perlu diingat bahwa karakteristik kualitatif laporan keuangan bukan hanya relevan, masih ada understandability, reliability, dan comparability. Trade off diantara karakteristik kualitatif inilah yang perlu diperhatikan oleh badan penyusun standar (Ikatan Akuntan Indonesia) ketika memutuskan tahun 2012 full adoption IFRS.


Kesimpulan


Sejarah membuktikan bahwa krisis perekonomian akan selalu terjadi dimana dapat berujung pada perang dunia, seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Kaitan akuntan dengan perekonomian memang tidak langsung terlihat, namun kadangkala setiap krisis perekonomian terjadi akuntan dikatakan tidak dapat lepas tanggungjawab, hingga dikatakan akuntansi tidak kebal terhadap perkembangan zaman. . dan peran akuntan sebagai penyedia informasi dari perusahaan kepada pengguna untuk pengambilan keputusan memang wajib ditingkatkan. Relevansi lebih diperhatikan dalam pengambilan keputusan, namun perlu diingat bahwa karakteristik kualitatif laporan keuangan bukan hanya relevan, masih ada understandability, reliability, dan comparability. Trade off diantara karakteristik kualitatif inilah yang perlu diperhatikan oleh badan penyusun standar (Ikatan Akuntan Indonesia) ketika memutuskan tahun 2012 full adoption IFRS.
Tanggapan
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat memberikan maanfaat dan pengetahuan lebih bagi pembaca mengenai peran akuntan dikelompokkan menjadi empat yaitu: The Actor, The Conceptor, The Doer, dan The Adminstrator. The Actor adalah akuntan yang banyak terlibat dalam tingkat stratejik dan sering menggunakan konsep-konsep akuntansi dalam tugas. The Conceptor adalah akuntan yang banyak mengerti konsep akuntansi tetapi keahliannya belum terlalu dibutuhkan organisasi. The Doer adalah akuntan yang tidak banyak paham konsep akuntansi tetapi cukup banyak menggunakan konsep akuntansi. The Administrator adalah para akuntan yang tidak banyak memahami dan menggunakan kosep akuntansi dalam organisasi. Dengan makin pesatnya perkembangan teknologi peran akuntan sebagai the administrator dan the doer dapat dilakukan dengan bantuan komputer, sehingga kebutuhan akan tenaga akuntan dikedua peran ini cenderung berkurang. Akuntan yang ingin unggul dalam persaingan perebutan lapangan kerja wajib membekali diri agar dapat berperan sebagai the conceptor atau bahkan the actor.


Review Jurnal 7 ( Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga )

Riview Jurnal Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga
Nama Jurnal
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen (JRBM)
Volume
Vol. 3 No. 1 Halaman 11 - 20
Judul Jurnal
Perubahan Kinerja Keuangan Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Food and Beverages
Download
fe.unpas.ac.id/fe_app/uploaduser/artikel/Kinerja_Keuangan.pdf
Nama Penulis
Ardi Gunardi
Tanggal Jurnal
Februari 2010
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis serta membuktikan secara empiris apakah komparatif mengenai kualitas informasi akuntansi dan kinerja keungan sebelum dan sesudah penerapan IFRS.
Metode Penelitian
Metode penelitian deskriptif yang digunakan, maka dapat diperoleh perkembangan besarnya perubahan kinerja keuangan ( Return on Equity, Price Earning Ratio, dan Earning per Share), serta perubahan harga saham pada perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007
Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan adalah  Return on Equity, Price Earning Ratio, dan Earning per Share terhadap perubahan harga saham pada perusahaan industry makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005 sampai dengan periode 2007.
Hasil Penelitian
Hasilnya yaitu bahwa varians yang terjadi pada perubahan harga saham (Y) sebesar 78,2% ditentukan oleh varians yang terjadi pada perubahan ROE, perubahan PER, dan perubahan EPS, sedangkan pengujian koefisien determinasi secara parsial didapat bahwa perubahan EPS yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan harga saham.


Kesimpulan


Berdasarkan  hasil analisis, didapat hasil yang menunjukkan bahwa varians yang terjadi pada perubahan harga saham (Y) sebesar 78,2% ditentukan oleh varians yang terjadi pada perubahan ROE, perubahan PER, dan perubahan EPS, sedangkan pengujian koefisien determinasi secara parsial didapat bahwa perubahan EPS yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan harga saham.
Tanggapan
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat memberikan maanfaat dan pengetahuan lebih bagi pembaca mengenai varians dalam perubahan kinerja keuangan (Return on Equity, Price Earning Ratio, dan Earning per Share), serta perubahanharga saham pada perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2005-2007. Melalui metode penelitian deskriptif yang digunakan, maka dapat diperoleh perkembangan besarnya perubahan kinerja keuangan (Return on Equity, Price Earning Ratio, dan Earning per Share), serta perubahan harga saham pada perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007.  yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan harga saham ditentukan oleh varians yang terjadi pada perubahan ROE, perubahan PER, dan perubahan EPS, sedangkan pengujian koefisien determinasi secara parsial didapat bahwa perubahan EPS yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan harga saham.