|
JudulJurnal
|
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL: DAMPAK
DARI HARMONISASI MELALUI IFRS
|
|
Volume /
Halaman
|
-
|
|
Nama Penulis
|
Mafudi
dan
Negina Kencono Putri
|
|
Tahun Jurnal
|
-
|
|
Tujuan Penelitian
|
Melihat
pengaruh perbedaan akuntansi pada analisis laporan keuangan diberbagai negara
dengan melihat hasil berbagai uji empiris yang telah dilakukan.
|
|
Metode
|
Tax pavable atau tax effect
|
|
Variabe lPenelitian
|
Variabel bebas:
Dampak perbedaan keragaman akuntansi
|
|
HasilPenelitian
|
Tujuan
penyusunan dan pengguna masing-masing negara juga berbeda, tergantung pada kondisi
ekonomi, sosial, politik dari sistem akuntansi-nya dimana negara tersebut berada.
|
|
Kesimpulan
|
Dari
hasil penelitian empiris diatas dapat ditunjukkan bahwa perbedaan rasio keuangan tetap signifikan dalam beberapa
hal ketika perbadingan dibatasi untuk pasangan negara tertentu terutama untuk
masalah likuiditas, solvency, indebtedness dan ROA berdasarkan operating
income. Gambaran secara keseluruhan dari suatu perusahaan dipengaruhi oleh keragaman
aturan terhadap item-item laporan keuangan. Setelah mengungkapkan beberapa perbedaan dalam praktek akuntansi antarnegara,
maka perlu dipertimbangkan adanya harmonisasi.Harmonisasi tersebut dapat ditempuh
dengan cara meningkatkan disclosure atas laporan keuangan atau dengan cara mengurangi
alternative pemilihan metode akuntansi. Agar usaha untuk meminimalkan keragaman
akuntansi ini berhasil, maka komunitas bisnis global harus dilibatkan.
Berbagai regulator dari berbagai negara harus bekerjasama agar tidak ada preferensi
yang diberikan untuk perusahaan domestic maupun multinasional sejauh persyaratan
accounting treatment atau disclosure dipertimbangkan. Para regulator harus yakin
bahwa mereka dapat memenuhi tanggung jawabnya untuk menyediakan informasi
yang komparabel bagi seluruh investor.
|
|
Pendapat Mengenai
Penelitian
|
Dalam
penelitian ini tidak menampilkan pelaporan keuangan, sehingga sebagai pembaca
sulit untuk melihat perbedaannya. Di penelitian ini hanya diungkapkan bahwa ada
perbedaan yang signifikan. Tetapi penelitian ini sudah rinci mengenai cara harmonisasi
yang dapat ditempuh.
|
news studentsite
Sabtu, 03 Juni 2017
Review jurnal 9 ( Analisis Laporan Keuangan Internasional)
Riview jurnal 11 ( Jurnal Manajemen Risiko Keuangan )
Nama Jurnal
|
|
Volume/ Halaman
|
-
|
Judul Jurnal
|
ANALISIS
TERHADAP PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KREDIT PADA PT. BANK EKSPOR INDONESIA
|
Nama Penulis
|
Dharma
Setiawan
|
Tahun
Jurnal
|
2007
|
Tujuan Penelitian
|
Memperoleh gambaran umum penerapan manajemen risiko pada
Bank Ekspor Indonesia dimana dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi strategi yang diambil dan kebijakan yang
dijalankan dalam mengelola risiko, khususnya dalam mengelola risiko kredit.
2. Mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan dari kebijakan serta
strategi yang akan dan yang sudah diterapkan dalam mengelola risiko kredit, termasuk mengindentifikasi hambatan-hambatan
yang dihadapi Bank dalam implementasi dan strategi Manajemen Risiko Kredit.
3. Menganalisis atas efektifitas penerapan manajemen risiko kredit
terhadap kualitas portofolio kredit yang dimiliki termasuk memberikan
alternative solusi pengelolaan manajemen risiko yang baik. Manfaat penelitian
ini adalah dapat menjadi bahan kepada pelaku bisnis di dalam bidang perbankan
pada umumnya, serta pada Bank Ekspor Indonesia khususnya didalam penyusunan berbagai
kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan risiko kredit.
|
Metode
|
Menggunakan metode
brainstorming/diskusi yang pengambilan datanya dengan menggunakan studi kepustakaan
dan studi lapangan. Dalam hal ini dijelaskan cara dalam melaksanakan kegiatan
penelitian yang meliputi pengumpulan data primer dan sekunder yang dapat diperoleh
dari berbagai sumber dan literatur.
|
Variabel Penelitian
|
Variabel
bebas: mengelola risiko kredit, mencari kekuatan dan kelemahan dari kebijakan
tersebut.
Variabel
terikat: manajemen resiko kredit.
|
Hasil Penelitian
|
Sistem Perkreditan
pada Bank Ekspor Indonesia Setelah Penerapan Manajemen Risiko Kredit
Data Bank Indonesia menyebutkan indikator
kinerja perbankan Indonesia dalam akhir tahun 2001 dilihat dari nilai NPL
(Non Performing Loan)/kredit bermasalah mencapai 43.4 triliun rupiah dan jumlah
bank yang beroperasi mencapai 145 perusahaan. Pada tahun 2002 nilai NPL turun
mencapai 33.2 triliun rupiah dan jumlah bank turun menjadi 141 perusahaan.
Bank Indonesia mengeluarkan peraturan Bank Indonesia nomor
5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang penerapan manajemen risiko bagi bank
umum. Sejalan dengan hal-hal tersebut diatas, Bank Ekspor Indonesia merasa perlu
menetapkan standar-standar sebagai acuan terhadap pengambilan risiko di
sektor perbankan. Langkah-langkahyang
diambil oleh Bank Ekspor Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan
dan pengendalian risiko dengan cara, membentuk organisasi manajemen risiko
yang terdiri dari komite manajemen risiko dan penyempurnaan divisi manajemen risiko.
Data pada tabel diatas menunjukkan pada tahun 2004 posisi kredit
yang diberikan (gross) sebesar Rp 6,136,377 juta, meningkat sebesar Rp
2,068,503 juta (51%) dibandingkan tahun 2003 sebesar Rp 4,067,874 juta yang
merupakan cerminan dari tetap konsistennya manajemen dalam mengelola kredit.
Dan pada tahun 2005 terjadi penurunan jumlah pinjaman sebesar Rp 1,463,874
juta (23,85 %) atau sebesar Rp 4,672,503 juta. 51%. Penurunan angka penyaluran
kredit tersebut disebabkan karena fasilitas pembiayaan Bank Ekspor Indonesia
lebih bersifat transaksional dimana kredit yang disalurkan kepada debitur selalu
berfluktuasi/naik turun sesuai kebutuhan eksportir dan ditambah adanya pelunasan
fasilitas kredit oleh beberapa debitur dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Rasio pendapatan bunga untuk tahun 2004 adalah Rp 354,928
juta, menurun sebesar Rp 112,602 juta atau dalam prosentase perbandingan terhadap
total pinjaman, menurun sebesar 5,71%. Penurunan tersebut terutama disebabkan
oleh menurunnya tingkat suku bunga pinjaman di perbankan pada umumnya.
ROA dalam tiga tahun terakhir yaitu tahun 2003-2005
mengalami penurunan yang diakibatkan karena pergerakan aset belum dapat menciptakan
bunga secara optimal. ROE juga terdapat penurunan laba bersih pada tahun 2004
sebesar 4% namun tahun 2005 laba bersih kembali naik 1%.
Apabila ditinjau darisisi pencapaian NPL selama periode tahun
2003 hingga tahun 2005, Nampak bahwa selama periode tersebut rasio NPL dapat dipertahankan
yaitu dengan rata-rata kurang dari satu persen atau dapat dilihat pada tahun
2005 yaitu 0.77 %.
Hal ini dapat mencerminkan bahwa Bank selama periode
2000-2005 telah menjaga nilai NPL dibawah ketentuan Bank Indonesia yaitu 5%
dan juga telah mempertahankan CAR diatas batas minimum Bank Indonesia sebesar
8%. Indikasi tersebut mencerminkan bahwa tingkat kesehatan Bank Ekspor
Indonesia selama lima tahun dalam kodisi sehat.
Keadaan ini juga ditambah dari nilai
ROA yang rata-rata keseluruhan jauh diangka negatif, sebagai salah satu indikasi
bahwa bank tersebut masih mendapatkan keuntungan. Indikasi inilah yang juga
mencerminkan adanya kemampuan manajemen dalam mengelola risiko kredit,
sehingga dalam pengelolaanya Bank Ekspor Indonesia dapat menganalisis serta mencermati
risiko kedepan yang akan timbul.
|
Kesimpulan
|
Strategi yang diambil Bank Ekspor Indonesia dalam implementasi
adalah dengan membangun manajemen risiko yang mempertimbangkan aspek-aspek portofolio
management yaitu dengan menetapkan loan exposure limit, mempergunakan CRMS
tools, sebagai alat bantu dalam proses rating, dan penggunaan rating system
dalam menganalisis risiko. Dengan strategi yang baru tersebut dapat menciptakan
kualitas kredit yang lebih baik untuk menghadapi tantangan kedepan dalam pengelolaan
kualitas kredit.
Dari penerapan manajemen risiko terdapat perubahan yang
menjadi kekuatan pada Bank Ekspor Indonesia diantaranya adalah berkurangnya
unsure subyektif dalam pemberian kredit, lebih efektif dalam memetakan risiko
kredit dan penyebaranya dan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap
potensi pasar, lebih akurat dalam penetapan tindakan pencegahan untuk memperkecil
kemungkinan terjadinya risiko.
Penerapan kebijakan manajemen risiko
ini juga mempunyai kelemahan diantaranya, membutuhkan effort yang lebih besar
disbanding metode konvensional (waktu, biaya, perangkat lunak/keras),
memerlukan kontiunitas/konsistensi dalam review dan updating data agar dapat menghasilkan
informasi yang lebih akurat dan data yang digunakan bersifat histori ssehingga
penolakan/penerimaan kredit tidak memperhitungkan prospek usaha.
|
Saran Penelitian
|
Perlu adanya pengembangan sistem penyimpanan data atas industri
yang up to date sehingga data yang digunakan dalam analisis kredit masih up
to date dan diharapkan hasil analisis lebih obyektif.
Meningkatkan kemampuan individu
staff pengelola kredit yang sudah ada dibidang perkreditan baik melalui in house
training, workshop, bench marking study, maupun sertifikasi manajemen risiko bagi
seluruh staff.
|
Pendapat Mengenai Jurnal
|
Startegi baru yang diambi loleh
Bank Ekspor Indonesia dalam pengelolaan kualitas kredit, karena telah menciptakan
kualitas kredit yang lebih baik untuk menghadapi tantangan kedepan. Selain itu
dalam penerapan manajemen resiko seharusnya lebih meminimalisir kelemahannya,
agar dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat dan handal. Maka dengan informasi
yang akurat dan handal dapat lebih efektif dan efisien dalam penerapan manajemen
resiko.
|
Selasa, 30 Mei 2017
Riview Jurnal 10 ( Riview Jurnal Perencanaan dan Pengendaliaan Manajemen)
Riview Jurnal Perencanaan dan Pengendaliaan Manajemen
|
|
Nama Jurnal
|
-
|
Volume
|
Volume 3 No. 1 Tahun 2015
|
Judul Jurnal
|
Pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja
dalam strategic supply relationship dengan
kerjasama sebagai variabel moderasi
|
Nama Penulis
|
Ni luh rastini, Ni kadek sinarwati, Anantawikrama tungga
atmadja
|
Tanggal Jurnal
|
2015
|
Tujuan Penelitian
|
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship dengan
kerjasama sebagai variabel moderasi.
|
Metode Penelitian
|
Metode penelitian dalam penelitiaan ini menggunakan
penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian penjelasan. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan
sampel berdasarkan kriteria tertentu.
|
Variabel Penelitian
|
Sistem pengendalian manajemen sebagai variabel independen,
kinerja dalam strategic supply relationship sebagai variabel independen, dan
kerjasama sebagai variabel moderasi.
|
Hasil Penelitian
|
Dari hasil uji
validitas untuk masing-masing item pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan
valid. Semua item pertanyaan dalam kuesioner memiliki r hitung pada level
0,00-0,003 atau dibawah 0,05.
Dari hasil uji
reliabilitas penelitian ini dinyatakan reliable karena didapatkan nilai
Cronbach Alpha lebih besar dari 0,70, yaitu sistem pengendalian manajemen
sebesar 0,817, kinerja dalam strategic supply relationship sebesar 0,712,
serta kerjasama sebesar 0,824, sehingga semua variabel penelitian ini
dinyatakan reliable.
Berdasarkan
hasil pengujian normalitas dari semua variable dalam penelitian ini
menunjukkan nilai signifikansi karena uji normalitas diperoleh dengan metode
Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05, yakni dari hasil pengujian
normalitas kinerja dalam SSRs diperoleh nilai sig. sebesar 0,183, pada sistem
pengendalian manajemen diperoleh nilai sig. sebesar 0,180, dan pada kerjasama
diperoleh nilai sig. 0,866. Hal ini berarti semua data dinyatakan normal.
Hasil uji normalitas juga dapat dilihat pada metode grafik deteksi dengan
melihat penyebaran data. Jika penyebaran data (titik) ada pada suatu
diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Berdasarkan
hasil pengujian multikolinieritas menunjukkan bahwa masing-masing model
regresi tidak mengalami gejala multikolinieritas. Dari hasil pengujian
diperoleh bahwa nilai VIF untuk sistem pengendalian manajemen sebesar 3,656
dan nilai tolerance sebesar 0,274. Model regresi IN_X1_X2 memiliki nilai VIF
sebesar 3,656 dan nilai tolerance sebesar 0,274. Hasil nilai VIF lebih kecil
dari 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 sehingga tidak terjadi
multikolonieritas.
Dari hasil uji
heteroskedastisitas tidak ditemukan pola tertentu dan titik-titik yang
menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan
bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi linier
pada penelitian ini tidak mengalami
heteroskedastisitas dan layak dipergunakan.
Dari hasil uji
t, antara Sistem Pengendalian Manajemen dengan Kinerja dalam Strategic Supply
Relationship didapatkan signifikansi 0,001 (sig. dan ttabel 2,06866. Hasil
pengujian ini menginpretasikan bahwa variabel Sistem Pengendalian Manajemen
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja dalam Strategic Supply
Relationship pada taraf signifiansi 5% atau dengan kata lain H1 diterima.
Variabel moderasi IN_X1X2 memiliki signifikansi 0,034 (sig. ttabel 2,06866.
Hasil pengujian ini menginterpretasikan bahwa sistem pengendalian manajemen
berpengaruh signifikan terhadap kinerja dalam strategic supply relationship
yang dimoderasi oleh kerjasama pada taraf signifikansi 5% atau dengan kata
lain hipotesis kedua diterima. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi
terlihat bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,395 (39,5%) yang artinya
Kinerja dalam Strategic Supply Relationship dijelaskan oleh Sistem
Pengendalian Manajemen sebesar 39,5%, sedangkan sisanya sebesar 60,5%
dijelaskan oleh sebab lain diluar model ini.
Selanjutnya,
hasil uji koefisien determinasi terlihat bahwa nilai adjusted R square
didapatkan sebesar 0,505 (50,5%) yang artinya kinerja dalam strategic supply
relationship dapat dijelaskan dengan sistem pengendalian manajemen sebesar
50,5% jika dimoderasi oleh kerjasama, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor
lain yang tidak dimasukkan dalam model ini.
Dari hasil uji
statistik, menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel sistem pengendalian
manajemen adalah sebesar 0,379 dengan signifikansi 0,001 (sig. dan ttabel
2,06866. Hasil pengujian ini menginterpretasikan bahwa variabel Sistem
Pengendalian Manajemen berpengaruh signifikan terhadap Kinerja dalam
Strategic Supply Relationship. Hasil dari perhitungan thitung adalah positif
yang berarti semakin tingginya sistem pengendalian manajemen hotel di Kabupaten
Buleleng, maka Kinerja dalam Strategic Supply Relationship hotel di Kabupaten
Buleleng akan semakin tinggi. Begitupula sebaliknya, jika sistem pengendalian
manajemen hotel di Kabupaten Buleleng semakin rendah, maka Kinerja dalam
Strategic Supply Relationship hotel di Kabupaten Buleleng akan semakin rendah
pula.
Hasil
pengujian statistik sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam SSRs
yang dimoderasi oleh kerjasama didapatkan hasil IN_X1X2 memiliki signifikansi
0,034 (sig. ttabel 2,06866. Dari hasil uji statistik tersebut, terdapat
pengaruh yang signifikan yang diberikan dari variabel sistem pengendalian
manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship dengan
kerjasama sebagai variabel moderasi.
|
Kesimpulan
|
Berdasarkan
hasil penelitian mengenai pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap
kinerja dalam strategic supply relationship hotel di Kabupaten Buleleng
dengan kerjasama sebagai variabel moderasi, maka selanjutnya dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut. Pertama, Sistem pengendalian manejemen
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dalam strategic supply
relationship. Kedua, Sistem pengendalian manajemen berpengaruh signifikan
terhadap kinerja dalam strategic supply relationship yang dimoderasi oleh
kerjasama.
|
Tanggapan
|
Sistem pengendalian manajemen sangat penting dan harus ada
disetiap organisasi atau perusahaan karena strategi yang diterapkan
perusahaan sangat membutuhkan adanya sistem pengendalian manajemen. Dan
melalui sistem pengendalian manajemen pula dapat terwujud inovasi yang
merupakan kunci keberlanjutan dari hamper setiap perusahaan. Dengan inovasi
pula, manajemen semakin terpacu untuk meningkatkan kinerjanya dalam
perusahaan, sehingga tercapai tujuan yang diharapkan.
|
Review Jurnal 12 (Riview Jurnal Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer)
|
Riview Jurnal Perpajakan
Internasional dan Penetapan Harga Transfer
|
|
|
Nama Jurnal
|
Jurnal Akuntansi dan Investasi
|
|
Volume
|
Vol. 16 No. 1 Halaman 63 - 73
|
|
Judul Jurnal
|
Pengaruh Pajak, Tunneling Incentive dan Mekanisme Bonus
Terhadap
Keputusan Transfer Pricing
|
|
Download
|
http://journal.umy.ac.id/index.php/ai/article/view/1348
|
|
Nama Penulis
|
Mispiyanti
|
|
Tanggal Jurnal
|
Januari 2015
|
|
Tujuan Penelitian
|
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bukti
empiris pengaruh pajak, tunneling incentive dan mekanisme bonus terhadap
keputusan transfer pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.
|
|
Metode Penelitian
|
Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive
sampling
|
|
Variabel Penelitian
|
Variabel penelitian yang digunakan
adalah tentang pajak.
|
|
Hasil Penelitian
|
Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pajak dan mekanisme bonus
tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing. Sementara,
tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer
pricing.
|
|
Kesimpulan
|
Berdasarkan
hasil analisis pengaruh dari variabel pajak, tunneling incentive dan
mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 sampai dengan
tahun 2013 dapat diambil kesimpulan bahwa hasil pengujian empiris menunjukkan
bahwa pajak dan mekanisme bonus tidak berpengaruh signifikan terhadap
keputusan transfer pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Namun untuk variabel
tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer
pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama
tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Implikasi dalam penelitian tentang
praktik transfer pricing pada perusahaan multinasional dengan status
kepemilikan asing adalah transfer pricing merupakan suatu harga jual khusus
yang dipakai dalam pertukaran antar divisi atau perusahaan. Namun dalam
praktiknya, transfer pricing banyak digunakan secara ilegal guna meminimalkan
beban pajak perusahaan. Namun dalam penelitian ini tidak terbukti,
kemungkinan perusahaan mengurangi beban pajak perusahaan dengan menerapkan
manajemen pajak. Mekanisme bonus merupakan salah satu strategi atau motif
perhitungan dalam akuntansi yang tujuannya adalah untuk memberikan
penghargaan kepada direksi atau manajemen dengan melihat laba secara
keseluruhan. Adanya kebijakan bonus yang sudah tepat, maka pemilik berharap
manajemen dapat meningkatkan kinerja perusahaan melalui efisiensi pembayaran
pajak. Namun, upaya menghemat pengelua-ran pajaknya tidak selalu dilakukan
dengan faktor mekanisme bonus, tetapi perusahaan dapat melakukan manajemen
pajak yang dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan secara keseluruhan.
|
|
Tanggapan
|
Berdasarkan
penelitian yang sudah dilakukan dapat memberikan maanfaat dan pengetahuan
lebih bagi pembaca mengenai pengaruh dari variabelpajak, tunneling incentive
dan mekanisme bonusterhadap keputusan transfer pricing pada
perusahaanmanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesiatahun 2010 sampai
dengan tahun 2013. Dan jurnal ini mungkin bisa dikembangkan lagi untuk
penelitian ilmiah dikarenakan jurnal ini hanya berfokus pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar dibursa efek Indonesia.
|
Langganan:
Komentar (Atom)