news studentsite

Minggu, 09 November 2014

Kisah sukses seorang Chairul Tanjung




Biografi Chairul Tanjung
Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Orang tua Chairul Tanjung bernama A.G Tanjung (Ayah) yang berketurunan Batak sedangkan ibunya bernama Halimah adalah orang Sunda tepatnya Sukabumi.

Awalnya keluarga Chairul Tanjung adalah keluarga yang berlebih, ayahnya adalah seorang wartawan di jaman Presiden Soekarno dan juga menerbitkan majalah lokal yang oplahnya lumayan. Namun kemudia saat era Soeharto, surat kabar dari ayah Chairul Tanjung dicurigai sebagai antek orde lama dan akhirnya dipaksa untuk tutup.

Dari sinilah perekonomian keluarganya menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Rumah yang cukup luas yang didiami keluarganya terpaksa harus dijual untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Chairul Tanjung bersama saudara dan orang tuanya harus pindah ke kamar losmen yang sangat sempit.

Walau tengah dihimpit kesulitan ekonomi namun ayah dan ibunya ingin anak-anaknya mengenyamm pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu saat Chairul lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, ia kemudian melanjutkan studinya di Kedokteran gigi Universitas Indonesia.  Chairul termasuk mahasiswa yang pandai. Ia sempat mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.
Kuliah Sambil Berbisnis
Untuk menopang uang sakunya yang jauh dari cukup, Chairul pun berkuliah sambil berbisnis. Awalnya ia berjualan buku kuliah stensilan, kemudian juga berjualan kaos. Ia bersama temannya kemudian juga membuka usaha foto copy di kampusnya. Ia juga membuka kios di daerah Senen Raya Jakarta Pusat yang menyediakan aneka kebutuhan dan peralatan kedokteran dan laboratorium.

Walau ia harus mmebagi waktu antara kuliah dan berbisnis, namun Chairul bisa menyelesaikan kuliah nya di kedokteran gigi dengan baik. Ia kemudian menyandang gelar Sarjana kedokteran dibelakang namanya. Namun karena darah bisnis rupanya lebih kental, ia kemudian memutuskan untuk menjemput rejeki dari bisnis bukan sebagai dokter gigi.

Chairul kemudian lebih memantabkan bisnisnya dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga temannya pada tahun 1987. Bisnis ini bermodalkan hutangan dari bank Exim sebesar 150 juta. Perusahaan Chairul dan temennya ini memproduksi sepatu anak-anak untuk diekspor. Mereka patut berbangga karena begitu mendirikan usaha ini mereka langsung menerima orderan sebesar 160 ribu pasang sepatu dari Itali. Namun kemudian Chairul memutuskan untuk berpisah dan mendirikan usaha sendiri karena ternyata ketiga temannya memiliki visi yang berbeda dengan dirinya.

PEMIKIRAN
Bagi chairul tanjung yang penting dalam sebuah bisnis itu adalah mengembangkan jaringan atau networking ,tidak hanya berteman dengan perusahaan yang sudah ternama karena penting juga untuk membuka hubungan baik dengan pengantar surat sekalipun adalah hal yang penting ,jika perusahaan sepi order maka relasi seperti ini bisa dimanfaatkan untuk membuka lagi order.
Dalam hal investasi chairul tanjung tidak bersinergi dengan perusahaan –perusahaan multinasional , chairul tanjung tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut menurutya ini buka upaya untuk menjual negara namun ini merupakan upaya perusahaan indonesia untuk bisa berdiri dan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri . menurut chairul tanjung modal memang penting dalam sebuah bisnis namun kemauan dan kerja keras adalah hal lain yang wajib dimiliki oleh seseorang pengusaha namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya ,bagunya membangunkan kepercayaan pasar sama pentingnya dengan  membangun integritas disinilah pentingnya jaringan dalam sebuah bisnis.
Bagi generasi muda yang terjun berbisnis ,chairul tanjung berpesan agar generasi muda mau sabar dan menapaki tangga bisnis satu persatu karena membangun bisnis itu tidak eperti membalikkan telapak tangan dibutuhkna kesabaran dan kekuatan agar jangan pernah menyerah ,jangan sampai terpancing untuk mengunakan jalan pintas (instan) karena dalam usaha kesabaran adalah kata kuncinya , memang sangat manusiawi jika seseorang ingin segera  mendapatkan hasilnya namun tidak semua  hasil bisa diterima secara langsung.

Membentuk Konglomerasi
Chairul Tanjung kemudian mendirikan perusahaann sendiri yang bergerak dibidang media yaitu mendirikan Trans TV. Chairul Tanjung sangat pandai dalam membangun jaringan . Perusahaannya ini semakin maju dan akhirnya berhasil membuat suatu konglomerasi yang kemudian diberi nama Para Group. Para Group sendiri kemudian membagi tiga ladang usahanya yaitu dibidang keuangan, properti, multimedia.

Di bidang keuangan berkembang menjadi perusahaan seperti :
·         Bank Mega Tbk
·         Asuransi Umum Mega
·         Asuransi Jiwa Mega Life
·         Para Multifinance
·         Mega Capital Indonesia
·         Bank Mega Syariah
·         Mega Finance

Dibidang Investasi, Para Group juga mengakuisi si Carefour Indonesia dimana awalnya hanya memegang 40% saham namun kini Para Group memegang 100% saham Carefour. Kemudian Para Group juga membeli saham Garuda Indonesia tapi entah berapa persen.

Di bidang properti, Para Group memiliki perusahaan seperti :
·         Para Bandung Propertindo
·         Para Bali Propertindo
·         Batam Indah Investindo
·         Mega Indah Propertindo
·         Bandung Supermall

Di bidang multimedia, Para Group membawahi anak perusahaan seperti :
·         Trans TV
·         Trans 7
·         Maha Gaya Perdana
·         Trans Fashion
·         Trans Life Style
·         Trans Studio
·         Diberitakan juga baru-baru ini Para Group juga membeli TV One dan AntV

Karena keberhasilannya ini, Chairul Tanjung kemudian dinobatkan sebagai konglomerat baru di Indonesia dimana beliau berada di urutan ke 937 dunia versi majalah Forbes tahun 2010 (mungkin saat ini urutannya naik) dan juga sebagai orang terkaya ke enam di Indonesia.


Chairul Tanjung kemudian merubah nama Para Group menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011.
Pendidikan Chairul Tanjung
•             SD Van Lith, Jakarta (1975)
•             SMP Van Lith, Jakarta (1978)
•             SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
•             Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
•             Executive IPPM (MBA; 1993)
Rahasia Sukes Bisnis Chairul Tanjung
Chairul Tanjung bisa mencapai kesuksesan seperti ini bukan karena beliau adalah orang super. Ini dikarenakan beliau sangat pandai dalam membangun jaringan atau networking. Bagi Chairul, membangun jaringan adalah segalanya bahkann diatas modal itu sendiri. Ketiak bisnisnya lesu maka jaringan bisa diandalkan.

Membangun jaringan tidak hanya pada orang atau perusahaan yang sudah ternama saja, pada perusahaan yang belum ternama pun juga perlu karena siapa tahu esoknya kita memerlukan bantuan mereka bahkan pada seorang kurir pun menjaga networking sangat dibutuhkan.

Dalam membangun bisnisnya, Chairul sangat sabar menapaki tangga bisnisnya. Selain kerja keras, pantang menyerah dan jaringan, kesabaran juga sangat penting. Chairul menyarankan agar tidak melakukan cara-cara instan karena itu hanya akan menjadi api dalam sekam bagi bisnisnya.

Itulah Biografi Chairul Tanjung. Untuk saat ini selain Abu Rizal Bakrie beliau adalah satu-satunya konglomerat yang asli dari darah pribumi Indonesia dan Muslim.

Daftar pustaka :

Cara sukses bagi seorang pemula dalam memulai bisnis



KIAT KIAT SUKSES BAGI PEMULA
Jika Anda masih pemula dalam bisnis, kiat sukses wirausaha bagi pemula ini akan sangat bermanfaat bagi Anda. Banyak pemula yang begitu takut dalam bisnis, sehingga mereka tidak mau memulainya. Sebagian lagi, dengan semangat 45 nya begitu bersemangat langsung terjun dalam bisnis, namun tanpa bekal yang cukup. Dan inilah kiat kiat sukses bagi pemula untuk memulai bisnis :


1)      Miliki mimpi
Bermimpilah Anda akan memiliki perusahaan besar dengan omzet hingga milyaran rupiah. Mimpi merupakan awal dari kesuksesan yang besar. Mimpi inilah yang akan menjadi motivasi untuk mendapatkan ide dalam usaha Anda.

2)Persiapkan Mental yang Kuat
Menjadi pengusaha dan memiliku usaha sendiri tentunya berbeda dengan menjadi karyawan di suatu perusahaan milik orang lain. Menjadi pengusaha berarti Anda harus menginvestasika kembali penghasilan Anda, berbeda dengan menjadi karyawan yang bisa menghabiskan gajinya. Selain itu, Anda juga harus siap mengorbankan waktu dan tenaga Anda untuk membangun usaha ini. Karena itu Anda harus terlebih dulu memiliki mental pengusaha dalam diri Anda.

3)      Buatlah Rencana Bertahap
Rencana adalah hal yang penting. Mualilah membuat rencana dari modal. Jika Anda hanya memiliki modal sedikit, ikuti saja peraturannya. Pikirkanlah secara matang dalam menggunakan modal tersebut. Rencanakan sesuai kepentingan dan yakinlah bahwa keuntungan akan datang sendiri bila Anda menjalankan usaha dengan benar. Ingatlah tidak ada di dunia ini yang instan.

4)      Miliki Visi dan Misi yang Jelas
Visi dan misi penting bagi Anda untuk menentukan arah dalan berbisnis. Dengan begitu Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan bisnis Anda ini. Tanpa visi dan misi, maka Anda akan kehilangan arah dan fokus. Ini bisa saja berakhir dengan kebangkrutan. Milikilah visi usaha untuk jangka panjang.

5)      Susun Rencana dan Ide Kreatif
Berusahalah untuk terus mencari ide bisnis yang kreatif. Baik dari segi produk yang sedang Anda kerjakan, pengelolaan modal,penjajakan jaringan hingga rencana kreatif lainnya yang lebih efektif. Ide kreatif juga diperlukan agar Anda bisa masuk ke dalam bisnis yang menegangkan. Milikilah rencana cadangan dan ide yang kreatif.

6)      Tempat Usaha yang Strategis
Tempat yang strategis bisa dikatakan menjadi salah satu kunci keberhasilan suatu usaha. Namun bukan berarti tempat yang startegis adalah segala-galanya. Bila ternyata Anda tidak bisa mendapatkan lokasi yang strategis, Anda bisa menjual hal yang lain, misalnya pelayanan yang cepat, ramah, dan sopan atau jasa atau produk yang berbeda dari kompetitor Anda.

7)      Sikapi Kegagalan dengan Cerdas
Risiko kegagalan tentunya ada salam setiap bisnis. Sebagai pengusaha, kegagalan seperti sudah menjadi sahabat setiap harinya. Ketika Anda menemui kegagalan, maka segera cari penyebabnya dan sikapi kegagalan tersebut dengan cerdas.

8)      Gunakan Keuntungan dengan Cerdas
Ingatlah, menjadi pengusaha berarti Anda harus menginvestasikan kembali sebagian dari laba atau keuntungan yang Anda dapat dari bisnis Anda. Anda harus menggunakan laba tersebut dengan bijak dan cerdas untuk mengembangkan usaha Anda. Jangan terlena dengan laba yang besar sehingga melupakan kelanjutan bisnis Anda.

9)      Networking
Networking sangat diperlukan dalam berwirausaha ,tempat usaha dan tentu saja sebuah kepercayaan .


10)  Sesuatu yang terjadi dimasa lalu
Sedikit banyak akan berpengaruh pada kehidupan dimasa depan ,oleh sebab itu kita harus menghadapi proses yang kuat untuk menghadapi tekanan.

11)  Organisatoris
Itu juga perlu karena saat kita ada dalam organisasi maka kita akan mengerti manajemen ,belajar leadhership dan belajar bertanggung jawa .
  
12)  Aktif di kegiatan sosial
Itu juga penting karena dalam hal ini maka kita akan menjadi pribadi yang sensitif terhadap apa yang terjadi di masyarakat ,dengan demikian mudah bagi kita untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

 13)  Seorang pengusaha harus optimis

Jangan sampai pesimis ,seperti kue donat optimis itu adalah kuenya sedangkan pesimis itu bolongnya jadi orang pesimis hanya akan mendapat bolongnya.



            Dalam  Islampun diajarkan bagaimana tips untuk sukses :
1.      Niatkan maka kau akan mendapatkan
2.      Mendoakan saudara
3.      Miliki ilmunya
4.      Berubahlah
5.      Silahturahmi
6.      Berdo’a
7.      Bertawakal
8.      Shadaqah
9.      Bersyukur
10.  Bertaqwa

dan ini contoh orang sukses 


Biografi Chairul Tanjung
Double Brace: Akhir-akhir ini mencuat seorang nama di jajaran konglomerat Indonesia. Nama itu adalah Chairul Tanjung. Seorang “anak singkong” atau anak sangat biasa sekali yang kemudian menjadi seorang konglomerat Indonesia bahkan namanya juga termasuk dalam jajaran seribu orangg terkaya dunia.
Siapa sebenarnya sosok Chairul Tanjung ini. Berikut akan dituturkan penulis Biografi Chairul Tanjung, seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana bisa menjadi Raja media dan memiliki konglomerasi yang begitu besar.

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Orang tua Chairul Tanjung bernama A.G Tanjung (Ayah) yang berketurunan Batak sedangkan ibunya bernama Halimah adalah orang Sunda tepatnya Sukabumi.

Awalnya keluarga Chairul Tanjung adalah keluarga yang berlebih, ayahnya adalah seorang wartawan di jaman Presiden Soekarno dan juga menerbitkan majalah lokal yang oplahnya lumayan. Namun kemudia saat era Soeharto, surat kabar dari ayah Chairul Tanjung dicurigai sebagai antek orde lama dan akhirnya dipaksa untuk tutup.

Dari sinilah perekonomian keluarganya menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Rumah yang cukup luas yang didiami keluarganya terpaksa harus dijual untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Chairul Tanjung bersama saudara dan orang tuanya harus pindah ke kamar losmen yang sangat sempit.

Walau tengah dihimpit kesulitan ekonomi namun ayah dan ibunya ingin anak-anaknya mengenyamm pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu saat Chairul lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, ia kemudian melanjutkan studinya di Kedokteran gigi Universitas Indonesia.  Chairul termasuk mahasiswa yang pandai. Ia sempat mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.
Kuliah Sambil Berbisnis
Untuk menopang uang sakunya yang jauh dari cukup, Chairul pun berkuliah sambil berbisnis. Awalnya ia berjualan buku kuliah stensilan, kemudian juga berjualan kaos. Ia bersama temannya kemudian juga membuka usaha foto copy di kampusnya. Ia juga membuka kios di daerah Senen Raya Jakarta Pusat yang menyediakan aneka kebutuhan dan peralatan kedokteran dan laboratorium.

Walau ia harus mmebagi waktu antara kuliah dan berbisnis, namun Chairul bisa menyelesaikan kuliah nya di kedokteran gigi dengan baik. Ia kemudian menyandang gelar Sarjana kedokteran dibelakang namanya. Namun karena darah bisnis rupanya lebih kental, ia kemudian memutuskan untuk menjemput rejeki dari bisnis bukan sebagai dokter gigi.

Chairul kemudian lebih memantabkan bisnisnya dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga temannya pada tahun 1987. Bisnis ini bermodalkan hutangan dari bank Exim sebesar 150 juta. Perusahaan Chairul dan temennya ini memproduksi sepatu anak-anak untuk diekspor. Mereka patut berbangga karena begitu mendirikan usaha ini mereka langsung menerima orderan sebesar 160 ribu pasang sepatu dari Itali. Namun kemudian Chairul memutuskan untuk berpisah dan mendirikan usaha sendiri karena ternyata ketiga temannya memiliki visi yang berbeda dengan dirinya.

PEMIKIRAN
Bagi chairul tanjung yang penting dalam sebuah bisnis itu adalah mengembangkan jaringan atau networking ,tidak hanya berteman dengan perusahaan yang sudah ternama karena penting juga untuk membuka hubungan baik dengan pengantar surat sekalipun adalah hal yang penting ,jika perusahaan sepi order maka relasi seperti ini bisa dimanfaatkan untuk membuka lagi order.
Dalam hal investasi chairul tanjung tidak bersinergi dengan perusahaan –perusahaan multinasional , chairul tanjung tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut menurutya ini buka upaya untuk menjual negara namun ini merupakan upaya perusahaan indonesia untuk bisa berdiri dan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri . menurut chairul tanjung modal memang penting dalam sebuah bisnis namun kemauan dan kerja keras adalah hal lain yang wajib dimiliki oleh seseorang pengusaha namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya ,bagunya membangunkan kepercayaan pasar sama pentingnya dengan  membangun integritas disinilah pentingnya jaringan dalam sebuah bisnis.
Bagi generasi muda yang terjun berbisnis ,chairul tanjung berpesan agar generasi muda mau sabar dan menapaki tangga bisnis satu persatu karena membangun bisnis itu tidak eperti membalikkan telapak tangan dibutuhkna kesabaran dan kekuatan agar jangan pernah menyerah ,jangan sampai terpancing untuk mengunakan jalan pintas (instan) karena dalam usaha kesabaran adalah kata kuncinya , memang sangat manusiawi jika seseorang ingin segera  mendapatkan hasilnya namun tidak semua  hasil bisa diterima secara langsung.

Membentuk Konglomerasi
Chairul Tanjung kemudian mendirikan perusahaann sendiri yang bergerak dibidang media yaitu mendirikan Trans TV. Chairul Tanjung sangat pandai dalam membangun jaringan . Perusahaannya ini semakin maju dan akhirnya berhasil membuat suatu konglomerasi yang kemudian diberi nama Para Group. Para Group sendiri kemudian membagi tiga ladang usahanya yaitu dibidang keuangan, properti, multimedia.

Di bidang keuangan berkembang menjadi perusahaan seperti :
·         Bank Mega Tbk
·         Asuransi Umum Mega
·         Asuransi Jiwa Mega Life
·         Para Multifinance
·         Mega Capital Indonesia
·         Bank Mega Syariah
·         Mega Finance

Dibidang Investasi, Para Group juga mengakuisi si Carefour Indonesia dimana awalnya hanya memegang 40% saham namun kini Para Group memegang 100% saham Carefour. Kemudian Para Group juga membeli saham Garuda Indonesia tapi entah berapa persen.

Di bidang properti, Para Group memiliki perusahaan seperti :
·         Para Bandung Propertindo
·         Para Bali Propertindo
·         Batam Indah Investindo
·         Mega Indah Propertindo
·         Bandung Supermall

Di bidang multimedia, Para Group membawahi anak perusahaan seperti :
·         Trans TV
·         Trans 7
·         Maha Gaya Perdana
·         Trans Fashion
·         Trans Life Style
·         Trans Studio
·         Diberitakan juga baru-baru ini Para Group juga membeli TV One dan AntV

Karena keberhasilannya ini, Chairul Tanjung kemudian dinobatkan sebagai konglomerat baru di Indonesia dimana beliau berada di urutan ke 937 dunia versi majalah Forbes tahun 2010 (mungkin saat ini urutannya naik) dan juga sebagai orang terkaya ke enam di Indonesia.


Chairul Tanjung kemudian merubah nama Para Group menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011.
Pendidikan Chairul Tanjung
•             SD Van Lith, Jakarta (1975)
•             SMP Van Lith, Jakarta (1978)
•             SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
•             Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
•             Executive IPPM (MBA; 1993)
Rahasia Sukes Bisnis Chairul Tanjung
Chairul Tanjung bisa mencapai kesuksesan seperti ini bukan karena beliau adalah orang super. Ini dikarenakan beliau sangat pandai dalam membangun jaringan atau networking. Bagi Chairul, membangun jaringan adalah segalanya bahkann diatas modal itu sendiri. Ketiak bisnisnya lesu maka jaringan bisa diandalkan.

Membangun jaringan tidak hanya pada orang atau perusahaan yang sudah ternama saja, pada perusahaan yang belum ternama pun juga perlu karena siapa tahu esoknya kita memerlukan bantuan mereka bahkan pada seorang kurir pun menjaga networking sangat dibutuhkan.

Dalam membangun bisnisnya, Chairul sangat sabar menapaki tangga bisnisnya. Selain kerja keras, pantang menyerah dan jaringan, kesabaran juga sangat penting. Chairul menyarankan agar tidak melakukan cara-cara instan karena itu hanya akan menjadi api dalam sekam bagi bisnisnya.

Itulah Biografi Chairul Tanjung. Untuk saat ini selain Abu Rizal Bakrie beliau adalah satu-satunya konglomerat yang asli dari darah pribumi Indonesia dan Muslim.

Daftar pustaka :

 





Daftar pustaka :