news studentsite

Sabtu, 03 Juni 2017

Review jurnal 9 ( Analisis Laporan Keuangan Internasional)

JudulJurnal
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL: DAMPAK DARI HARMONISASI MELALUI IFRS
Volume / Halaman
-
Nama Penulis
Mafudi dan Negina Kencono Putri
Tahun Jurnal
-
Tujuan Penelitian
Melihat pengaruh perbedaan akuntansi pada analisis laporan keuangan diberbagai negara dengan melihat hasil berbagai uji empiris yang telah dilakukan.
Metode
Tax  pavable atau tax effect
Variabe lPenelitian
Variabel bebas: Dampak perbedaan keragaman akuntansi
Variabe lterikat: Analisis laporan keuangan internasional
HasilPenelitian
Tujuan penyusunan dan pengguna masing-masing negara juga berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi, sosial, politik dari sistem akuntansi-nya dimana negara tersebut berada.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian empiris diatas dapat ditunjukkan bahwa perbedaan  rasio keuangan tetap signifikan dalam beberapa hal ketika perbadingan dibatasi untuk pasangan negara tertentu terutama untuk masalah likuiditas, solvency, indebtedness dan ROA berdasarkan operating income. Gambaran secara keseluruhan dari suatu perusahaan dipengaruhi oleh keragaman aturan terhadap item-item laporan keuangan. Setelah mengungkapkan beberapa  perbedaan dalam praktek akuntansi antarnegara, maka perlu dipertimbangkan adanya harmonisasi.Harmonisasi tersebut dapat ditempuh dengan cara meningkatkan disclosure atas laporan keuangan atau dengan cara mengurangi alternative pemilihan metode akuntansi. Agar usaha untuk meminimalkan keragaman akuntansi ini berhasil, maka komunitas bisnis global harus dilibatkan. Berbagai regulator dari berbagai negara harus bekerjasama agar tidak ada preferensi yang diberikan untuk perusahaan domestic maupun multinasional sejauh persyaratan accounting treatment atau disclosure dipertimbangkan. Para regulator harus yakin bahwa mereka dapat memenuhi tanggung jawabnya untuk menyediakan informasi yang komparabel bagi seluruh investor.
Pendapat Mengenai Penelitian
Dalam penelitian ini tidak menampilkan pelaporan keuangan, sehingga sebagai pembaca sulit untuk melihat perbedaannya. Di penelitian ini hanya diungkapkan bahwa ada perbedaan yang signifikan. Tetapi penelitian ini sudah rinci mengenai cara harmonisasi yang dapat ditempuh.


Riview jurnal 11 ( Jurnal Manajemen Risiko Keuangan )

Nama Jurnal
-
Volume/ Halaman
-
Judul Jurnal
ANALISIS TERHADAP PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KREDIT PADA PT. BANK EKSPOR INDONESIA
Nama Penulis
Dharma Setiawan
Tahun Jurnal
2007
Tujuan Penelitian
Memperoleh gambaran umum penerapan manajemen risiko pada Bank Ekspor Indonesia dimana dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.      Mengidentifikasi strategi yang diambil dan kebijakan yang dijalankan dalam mengelola risiko, khususnya dalam mengelola risiko kredit.
2.      Mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan dari kebijakan serta strategi yang akan dan yang sudah diterapkan dalam mengelola  risiko kredit, termasuk mengindentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi Bank dalam implementasi dan strategi Manajemen  Risiko Kredit.
3.      Menganalisis atas efektifitas penerapan manajemen risiko kredit terhadap kualitas portofolio kredit yang dimiliki termasuk memberikan alternative solusi pengelolaan manajemen risiko yang baik. Manfaat penelitian ini adalah dapat menjadi bahan kepada pelaku bisnis di dalam bidang perbankan pada umumnya, serta pada Bank Ekspor Indonesia khususnya didalam penyusunan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan risiko kredit.
Metode
Menggunakan metode brainstorming/diskusi yang pengambilan datanya dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan. Dalam hal ini dijelaskan cara dalam melaksanakan kegiatan penelitian yang meliputi pengumpulan data primer dan sekunder yang dapat diperoleh dari berbagai sumber dan literatur.
Variabel Penelitian
Variabel bebas: mengelola risiko kredit, mencari kekuatan dan kelemahan dari kebijakan tersebut.
Variabel terikat: manajemen resiko kredit.
Hasil Penelitian
Sistem Perkreditan pada Bank Ekspor Indonesia Setelah Penerapan Manajemen Risiko Kredit

Data Bank Indonesia menyebutkan indikator kinerja perbankan Indonesia dalam akhir tahun 2001 dilihat dari nilai NPL (Non Performing Loan)/kredit bermasalah mencapai 43.4 triliun rupiah dan jumlah bank yang beroperasi mencapai 145 perusahaan. Pada tahun 2002 nilai NPL turun mencapai 33.2 triliun rupiah dan jumlah bank turun menjadi 141 perusahaan.
Bank Indonesia mengeluarkan peraturan Bank Indonesia nomor 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang penerapan manajemen risiko bagi bank umum. Sejalan dengan hal-hal tersebut diatas, Bank Ekspor Indonesia merasa perlu menetapkan standar-standar sebagai acuan terhadap pengambilan risiko di sektor perbankan. Langkah-langkahyang  diambil oleh Bank Ekspor Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pengendalian risiko dengan cara, membentuk organisasi manajemen risiko yang terdiri dari komite manajemen risiko dan penyempurnaan divisi manajemen risiko.

Data pada tabel diatas menunjukkan pada tahun 2004 posisi kredit yang diberikan (gross) sebesar Rp 6,136,377 juta, meningkat sebesar Rp 2,068,503 juta (51%) dibandingkan tahun 2003 sebesar Rp 4,067,874 juta yang merupakan cerminan dari tetap konsistennya manajemen dalam mengelola kredit. Dan pada tahun 2005 terjadi penurunan jumlah pinjaman sebesar Rp 1,463,874 juta (23,85 %) atau sebesar Rp 4,672,503 juta. 51%. Penurunan angka penyaluran kredit tersebut disebabkan karena fasilitas pembiayaan Bank Ekspor Indonesia lebih bersifat transaksional dimana kredit yang disalurkan kepada debitur selalu berfluktuasi/naik turun sesuai kebutuhan eksportir dan ditambah adanya pelunasan fasilitas kredit oleh beberapa debitur dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Rasio pendapatan bunga untuk tahun 2004 adalah Rp 354,928 juta, menurun sebesar Rp 112,602 juta atau dalam prosentase perbandingan terhadap total pinjaman, menurun sebesar 5,71%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya tingkat suku bunga pinjaman di perbankan pada umumnya.

ROA dalam tiga tahun terakhir yaitu tahun 2003-2005 mengalami penurunan yang diakibatkan karena pergerakan aset belum dapat menciptakan bunga secara optimal. ROE juga terdapat penurunan laba bersih pada tahun 2004 sebesar 4% namun tahun 2005 laba bersih kembali naik 1%.

Apabila ditinjau darisisi pencapaian NPL selama periode tahun 2003 hingga tahun 2005, Nampak bahwa selama periode tersebut rasio NPL dapat dipertahankan yaitu dengan rata-rata kurang dari satu persen atau dapat dilihat pada tahun 2005 yaitu 0.77 %. 
Hal ini dapat mencerminkan bahwa Bank selama periode 2000-2005 telah menjaga nilai NPL dibawah ketentuan Bank Indonesia yaitu 5% dan juga telah mempertahankan CAR diatas batas minimum Bank Indonesia sebesar 8%. Indikasi tersebut mencerminkan bahwa tingkat kesehatan Bank Ekspor Indonesia selama lima tahun dalam kodisi sehat. 
Keadaan ini juga ditambah dari nilai ROA yang rata-rata keseluruhan jauh diangka negatif, sebagai salah satu indikasi bahwa bank tersebut masih mendapatkan keuntungan. Indikasi inilah yang juga mencerminkan adanya kemampuan manajemen dalam mengelola risiko kredit, sehingga dalam pengelolaanya Bank Ekspor Indonesia dapat menganalisis serta mencermati risiko kedepan yang akan timbul.
Kesimpulan
Strategi yang diambil Bank Ekspor Indonesia dalam implementasi adalah dengan membangun manajemen risiko yang mempertimbangkan aspek-aspek portofolio management yaitu dengan menetapkan loan exposure limit, mempergunakan CRMS tools, sebagai alat bantu dalam proses rating, dan penggunaan rating system dalam menganalisis risiko. Dengan strategi yang baru tersebut dapat menciptakan kualitas kredit yang lebih baik untuk menghadapi tantangan kedepan dalam pengelolaan kualitas kredit.
Dari penerapan manajemen risiko terdapat perubahan yang menjadi kekuatan pada Bank Ekspor Indonesia diantaranya adalah berkurangnya unsure subyektif dalam pemberian kredit, lebih efektif dalam memetakan risiko kredit dan penyebaranya dan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap potensi pasar, lebih akurat dalam penetapan tindakan pencegahan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya risiko.
Penerapan kebijakan manajemen risiko ini juga mempunyai kelemahan diantaranya, membutuhkan effort yang lebih besar disbanding metode konvensional (waktu, biaya, perangkat lunak/keras), memerlukan kontiunitas/konsistensi dalam review dan updating data agar dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat dan data yang digunakan bersifat histori ssehingga penolakan/penerimaan kredit tidak memperhitungkan prospek usaha.
Saran Penelitian
Perlu adanya pengembangan sistem penyimpanan data atas industri yang up to date sehingga data yang digunakan dalam analisis kredit masih up to date dan diharapkan hasil analisis lebih obyektif.
Meningkatkan kemampuan individu staff pengelola kredit yang sudah ada dibidang perkreditan baik melalui in house training, workshop, bench marking study, maupun sertifikasi manajemen risiko bagi seluruh staff. 
Pendapat Mengenai Jurnal
Startegi baru yang diambi loleh Bank Ekspor Indonesia dalam pengelolaan kualitas kredit, karena telah menciptakan kualitas kredit yang lebih baik untuk menghadapi tantangan kedepan. Selain itu dalam penerapan manajemen resiko seharusnya lebih meminimalisir kelemahannya, agar dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat dan handal. Maka dengan informasi yang akurat dan handal dapat lebih efektif dan efisien dalam penerapan manajemen resiko.


Selasa, 30 Mei 2017

Riview Jurnal 10 ( Riview Jurnal Perencanaan dan Pengendaliaan Manajemen)

Riview Jurnal Perencanaan dan Pengendaliaan Manajemen
Nama Jurnal
-
Volume
Volume 3 No. 1 Tahun 2015
Judul Jurnal
Pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship dengan kerjasama sebagai variabel moderasi
Nama Penulis
Ni luh rastini, Ni kadek sinarwati, Anantawikrama tungga atmadja
Tanggal Jurnal
2015
Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship dengan kerjasama sebagai variabel moderasi.
Metode Penelitian
Metode penelitian dalam penelitiaan ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian penjelasan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu.
Variabel Penelitian
Sistem pengendalian manajemen sebagai variabel independen, kinerja dalam strategic supply relationship sebagai variabel independen, dan kerjasama sebagai variabel moderasi.
Hasil Penelitian
Dari hasil uji validitas untuk masing-masing item pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan valid. Semua item pertanyaan dalam kuesioner memiliki r hitung pada level 0,00-0,003 atau dibawah 0,05.

Dari hasil uji reliabilitas penelitian ini dinyatakan reliable karena didapatkan nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,70, yaitu sistem pengendalian manajemen sebesar 0,817, kinerja dalam strategic supply relationship sebesar 0,712, serta kerjasama sebesar 0,824, sehingga semua variabel penelitian ini dinyatakan reliable.

Berdasarkan hasil pengujian normalitas dari semua variable dalam penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi karena uji normalitas diperoleh dengan metode Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05, yakni dari hasil pengujian normalitas kinerja dalam SSRs diperoleh nilai sig. sebesar 0,183, pada sistem pengendalian manajemen diperoleh nilai sig. sebesar 0,180, dan pada kerjasama diperoleh nilai sig. 0,866. Hal ini berarti semua data dinyatakan normal. Hasil uji normalitas juga dapat dilihat pada metode grafik deteksi dengan melihat penyebaran data. Jika penyebaran data (titik) ada pada suatu diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Berdasarkan hasil pengujian multikolinieritas menunjukkan bahwa masing-masing model regresi tidak mengalami gejala multikolinieritas. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa nilai VIF untuk sistem pengendalian manajemen sebesar 3,656 dan nilai tolerance sebesar 0,274. Model regresi IN_X1_X2 memiliki nilai VIF sebesar 3,656 dan nilai tolerance sebesar 0,274. Hasil nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 sehingga tidak terjadi multikolonieritas.

Dari hasil uji heteroskedastisitas tidak ditemukan pola tertentu dan titik-titik yang menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi linier pada  penelitian ini tidak mengalami heteroskedastisitas dan layak dipergunakan.

Dari hasil uji t, antara Sistem Pengendalian Manajemen dengan Kinerja dalam Strategic Supply Relationship didapatkan signifikansi 0,001 (sig. dan ttabel 2,06866. Hasil pengujian ini menginpretasikan bahwa variabel Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja dalam Strategic Supply Relationship pada taraf signifiansi 5% atau dengan kata lain H1 diterima. Variabel moderasi IN_X1X2 memiliki signifikansi 0,034 (sig. ttabel 2,06866. Hasil pengujian ini menginterpretasikan bahwa sistem pengendalian manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja dalam strategic supply relationship yang dimoderasi oleh kerjasama pada taraf signifikansi 5% atau dengan kata lain hipotesis kedua diterima. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi terlihat bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,395 (39,5%) yang artinya Kinerja dalam Strategic Supply Relationship dijelaskan oleh Sistem Pengendalian Manajemen sebesar 39,5%, sedangkan sisanya sebesar 60,5% dijelaskan oleh sebab lain diluar model ini.

Selanjutnya, hasil uji koefisien determinasi terlihat bahwa nilai adjusted R square didapatkan sebesar 0,505 (50,5%) yang artinya kinerja dalam strategic supply relationship dapat dijelaskan dengan sistem pengendalian manajemen sebesar 50,5% jika dimoderasi oleh kerjasama, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model ini.

Dari hasil uji statistik, menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel sistem pengendalian manajemen adalah sebesar 0,379 dengan signifikansi 0,001 (sig. dan ttabel 2,06866. Hasil pengujian ini menginterpretasikan bahwa variabel Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh signifikan terhadap Kinerja dalam Strategic Supply Relationship. Hasil dari perhitungan thitung adalah positif yang berarti semakin tingginya sistem pengendalian manajemen hotel di Kabupaten Buleleng, maka Kinerja dalam Strategic Supply Relationship hotel di Kabupaten Buleleng akan semakin tinggi. Begitupula sebaliknya, jika sistem pengendalian manajemen hotel di Kabupaten Buleleng semakin rendah, maka Kinerja dalam Strategic Supply Relationship hotel di Kabupaten Buleleng akan semakin rendah pula.

Hasil pengujian statistik sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam SSRs yang dimoderasi oleh kerjasama didapatkan hasil IN_X1X2 memiliki signifikansi 0,034 (sig. ttabel 2,06866. Dari hasil uji statistik tersebut, terdapat pengaruh yang signifikan yang diberikan dari variabel sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship dengan kerjasama sebagai variabel moderasi. 


Kesimpulan


Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja dalam strategic supply relationship hotel di Kabupaten Buleleng dengan kerjasama sebagai variabel moderasi, maka selanjutnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Pertama, Sistem pengendalian manejemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dalam strategic supply relationship. Kedua, Sistem pengendalian manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja dalam strategic supply relationship yang dimoderasi oleh kerjasama.
Tanggapan
Sistem pengendalian manajemen sangat penting dan harus ada disetiap organisasi atau perusahaan karena strategi yang diterapkan perusahaan sangat membutuhkan adanya sistem pengendalian manajemen. Dan melalui sistem pengendalian manajemen pula dapat terwujud inovasi yang merupakan kunci keberlanjutan dari hamper setiap perusahaan. Dengan inovasi pula, manajemen semakin terpacu untuk meningkatkan kinerjanya dalam perusahaan, sehingga tercapai tujuan yang diharapkan.


Review Jurnal 12 (Riview Jurnal Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer)

Riview Jurnal Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer
Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi dan Investasi
Volume
Vol. 16 No. 1 Halaman 63 - 73
Judul Jurnal
Pengaruh Pajak, Tunneling Incentive dan Mekanisme Bonus
Terhadap Keputusan Transfer Pricing
Download
http://journal.umy.ac.id/index.php/ai/article/view/1348
Nama Penulis
Mispiyanti
Tanggal Jurnal
Januari 2015
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  bukti empiris pengaruh pajak, tunneling incentive dan mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling
Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan adalah tentang pajak.
Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pajak dan mekanisme bonus tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing. Sementara, tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing.


Kesimpulan


Berdasarkan hasil analisis pengaruh dari variabel pajak, tunneling incentive dan mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 dapat diambil kesimpulan bahwa hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa pajak dan mekanisme bonus tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Namun untuk variabel tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap keputusan transfer pricing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Implikasi dalam penelitian tentang praktik transfer pricing pada perusahaan multinasional dengan status kepemilikan asing adalah transfer pricing merupakan suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antar divisi atau perusahaan. Namun dalam praktiknya, transfer pricing banyak digunakan secara ilegal guna meminimalkan beban pajak perusahaan. Namun dalam penelitian ini tidak terbukti, kemungkinan perusahaan mengurangi beban pajak perusahaan dengan menerapkan manajemen pajak. Mekanisme bonus merupakan salah satu strategi atau motif perhitungan dalam akuntansi yang tujuannya adalah untuk memberikan penghargaan kepada direksi atau manajemen dengan melihat laba secara keseluruhan. Adanya kebijakan bonus yang sudah tepat, maka pemilik berharap manajemen dapat meningkatkan kinerja perusahaan melalui efisiensi pembayaran pajak. Namun, upaya menghemat pengelua-ran pajaknya tidak selalu dilakukan dengan faktor mekanisme bonus, tetapi perusahaan dapat melakukan manajemen pajak yang dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan secara keseluruhan.
Tanggapan
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat memberikan maanfaat dan pengetahuan lebih bagi pembaca mengenai pengaruh dari variabelpajak, tunneling incentive dan mekanisme bonusterhadap keputusan transfer pricing pada perusahaanmanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesiatahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Dan jurnal ini mungkin bisa dikembangkan lagi untuk penelitian ilmiah dikarenakan jurnal ini hanya berfokus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dibursa efek Indonesia.